
Elin keluar dari apertemen menuju ke parkiran, setelah menemukan mobil sport hitam milik Yuan , dia langsung masuk ke mobil.
Sementara Yuan yang sedari tadi hanya menatap penampilan Elin membuatnya terpukau dan selalu ingin memandangi wajah Elin.
Elin yang menyadari terus di lihat merasa tidak nyaman.
"kenapa pak? apa ada yang aneh dengan penampilan saya?"
"kamu cantik" jawab Yuan tanpa sadar.
"apa pak?" tanya Elin kaget. Sebenarnya Elin mendengar jawaban Yuan tapi dia takut salah dengar karena menurutnya tidak mungkin bossnya yang bagaikan kutub es mengatakan dirinya cantik
Yuan langsung tersadar dan kaget mendengar pertanyaan Elin. Pandangannya langsung dia alihkan dari Elin
"dandanan kamu berlebihan" jawab Yuan ketus.
"Benarkan. Tidak mungkin si kutub es memujinya cantik. Lagian apanya yang berlebihan sih. Sudah simple gini juga" batin Elin
Elin benar-benar merasa kesal dengan ucapan Bossnya.
Sepanjang jalan Elin hanya melihat keluar jendela, tiba-tiba dia teringat kalau GPS mobil Yuan kemarin rusak, dia melihat ke arah dashboard mobil Yuan.
GPS mobilnya sudah berfungsi. pikir Elin. Dia tidak ingin tersesat kedua kalinya bersama Yuan.
Sesampainya di gedung pertunangan Ray, Yuan turun dari mobil di ikuti oleh Elin di belakangnya. Yuan tiba-tiba berhenti dan melihat kearah Elin.
"ingat kamu malam ini menjadi pasangan saya, jadi berjalanlah di samping saya dan jangan berbuat macam-macam" ujar Yuan dengan tatapan dingin.
Elin menuruti perkataan bossnya. Kini mereka jalan berdampingan.
Saat berada di ruangan pertunangan Ray, ternyata acara sedang berlangsung, baru saja sesi pertukaran cincin selesai dan semua tamu undangan bertepuk tangan memberi selamat.
Seorang pria yang seumuran dengan Yuan menyapa Yuan.
"hei bro, udah lama banget ga ketemu" sapa pria tadi lalu memeluk Yuan dan di balas oleh Yuan
"apa kabar kamu Jay?" tanya Yuan ramah.
Elin hanya melihat kejadian di depan matanya.
Jay melihat ke arah Elin.
"Siapa nih? cewek kamu?" ujar Jay yang menatap Elin dari atas hingga kebawah lalu kembali melihat ke atas dengan tatapan khas seorang playboy.
Elin merasa risih di lihat seperti itu.
"dia pacar saya" jawab Yuan yang mengalihkan pandangan Jay ke dirinya.
"selera kamu dari dulu tidak berubah bro" ujar Jay yang kembali menatap Elin.
Yuan tidak memperdulikan kalimat terakhir temannya
"yang lain dimana?"
Jay membawa Yuan dan Elin ke teman-teman mereka yang lain.
"hei bro apa kabar?" sapa teman-teman Yuan
Elin hanya tersenyum kepada teman-teman Yuan. Dia merasa tidak nyaman di antara pria yang dia sendiri tidak kenal.
Elin minta izin kepada Yuan untuk mengambil beberapa makanan yang disajikan di atas meja. Kebetulan dia juga belum sempat makan malam.
Dari kejauhan Mata Elin tertarik melihat berbagai dessert yang disajikan diatas meja panjang. Dia melangkah menuju ke meja tersebut. Elin memang menyukai berbagai dessert.
Di tempat lain, ada sepasang mata yang melihatnya dengan penuh kebencian. Pemilik sepasang mata itu adalah Rena.
Rena memanggil salah satu waitress dan membisikkan sesuatu ke telinga waitress tersebut lalu memberikannya sejumlah uang.
Saat hendak memilih dissert yang diinginkan Elin, waitress yang tadi berbicara dengan Rena mendatangi Elin dan menawari nya minuman yang dibawa oleh waitress tersebut.
"Tidak terimakasih, saya ingin memilih dissert dulu" ujar Elin dengan ramah kepada waitress tersebut dan dia kembali melangkah untuk memilih dissert yang di inginkannya.
Tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu hingga membuatnya hampir terjatuh jika bukan karena seorang yang menahan pinggangnya mungkin Elin sudah terjatuh.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih