
Selesai dengan pekerjaannya di gudang, Elin menuju ke ruangannya dengan wajah cemberut.
Elin membuka semua Laporan dari awal bulan. Syukur Nitha sudah membuat Laporan keuangan sebelum dia berangkat. Elin tinggal melanjutkan dari tanggal dia mulai bekerja sampai saat ini.
Berjam-jam Elin berkutat dengan angka-angka sampai jam istirahat pun dia lewatkan.
"akhirnya selesai" ujar Elin legah
Elin bersandar ke kursinya lalu merenggangkan otot-otot yang pegal akibat kelamaan mengerjakan laporan keuangan cafe.
Setelah merapikan semua berkas-berkas di atas mejanya, Elin kembali mengecek laporan keuangan yang telah dia kerjakan, dia takut ada kesalahan.
Elin melihat jam yang ada di tangannya yang sudah menunjukkan jam 03.00 sore.
"pantas saja perutku sudah berbunyi" ujar Elin dalam hati sambil memegangi perutnya.
Elin berdiri dari kursinya sambil memegangi laporan yang telah dia buat menuju ke ruangan bossnya.
tok tok tok
Setelah di persilahkan, Elin melangkah masuk ke ruangan bossnya.
"permisi pak ini laporan yang pak Yuan minta" ujar Elin sambil menaruh laporan tersebut di atas meja kerja Yuan.
Yuan yang sedari tadi hanya fokus ke Hpnya, melihat ke arah Elin.
"kamu sudah makan siang?" tanya yuan dengan tatapan dingin
"belum pak"jawab Elin
"yah iyalah belum makan, gimana mau makan coba. Dasar kutub es" maki Elin dalam hati
"ambil tas kamu dan ikut saya" ujar Yuan
"ha?" ujar Elin spontan.
"saya tidak suka mengulang kata-kata saya. Lakukan saja apa yang saya bilang. Jangan membantah" ujar Yuan memperingati Elin.
Elin menuruti kata bossnya walaupun dia masih belum mengerti maksud dari bossnya.
Mereka turun ke lantai 1 menuju ke parkiran.
Saat di depan mobil Yuan.
"pak kita mau kemana?" tanya Elin bingung.
"masuk" ujar Yuan singkat
Melihat Elin yang hanya mematung di tempatnya berdiri, Yuan membukakan pintu mobilnya dan menggerakan kepalanya menyuruh Elin masuk ke dalam mobil.
Elin hanya menuruti perintah bossnya.
Mobil sport hitam yang di kendarai Yuan melaju ke jalan raya.
sepanjang jalan Yuan hanya fokus menyetir sementara Elin melihat ke arah luar jendela mobil menikmati pemandangan yang dia lihat sepanjang jalan.
1 jam perjalanan
Elin menyadari mobil sport Yuan memasuki area parkir salah satu restoran, dia melihat restoran yang berarsitektur zaman kononial Belanda
Inikan salah satu restoran Indonesia yang terkenal di Ibu Kota. Pikir Elin
Dia tau Restoran ini karena Amor pernah membawanya beberapa kali makan di restoran ini.
Mereka turun dari mobil dan menuju masuk ke dalam restoran.
"kita mau ngapain pak ke sini?" tanya Elin bingung.
"makan siang" jawab Yuan singkat.
Mendengar kata "makan siang" yang diucapkan Yuan membuat Elin menjadi senang, ternyata Bossnya masih ada sisi kemanusiaannya juga. pikir nya.
Salah satu waitress membawakan mereka buku menu.
"saya pesan 2 set lunch C" ujar Yuan kepada waitress
"baik pak ditunggu yah" ujar waitress ramah
Tidak menunggu lama pesanan mereka telah tersaji di atas meja.
Yuan tidak sengaja melihat sisa saus yang menempel di pinggir bibir Elin tanpa di sadari Elin.
"ternyata nih cewek lucu juga" ujar Yuan dalam hati.
Elin yang menyadari sedang di perhatikan melihat ke arah Yuan.
"kenapa pak? maaf pak kalau saya makannya berantakan" ujar Elin bingung karena melihat tatapan aneh dari Yuan
"Ada sisa saus dipinggir bibir kamu" jawab Yuan cepat. Dia tidak ingin Elin mengetahui bahwa yang dia perhatikan bukan saus di pinggir bibirnya melainkan wajah imut Elin yang sedang makan.
Elin langsung membersihkan bibirnya dengan tisue tapi sisa sausnya masih tetap ada.
Yuan menyuruh Elin dengan mengerakkan jarinya untuk memajukan sedikit badan Elin ke depan.
Elin menuruti perintah bossnya.
Yuan langsung mengambil tisue dan membersihkan sisa saus tadi dengan lembut di pinggir bibir Elin.
Elin yang tiba-tiba menerima perlakuan manis dari Yuan merasa ada yang aneh dengan jantungnya yang berdetak cepat.
"Terimaksih pak" ujar Elin dengan canggung.
Selesai makan.
Mereka menuju ke mobil Yuan
"sudah hampir malam sebaiknya saya antar kamu langsung pulang saja" ujar Yuan dingin.
"iya pak"
Elin memberitahukan alamatnya kepada Yuan.
Setelah sampai di apertemen Elin.
"Terimakasih pak sudah mentraktir saya makan dan mengantar saya pulang" ujar Elin dengan diakhiri senyuman.
Yuan hanya melihat ke arah Elin tapi tidak merespon perkataannya.
"senyuman yang manis" ujar Yuan dalam hati.
Elin turun dari mobil Yuan.
Saat mobil Yuan sudah tidak terlihat lagi Elin masuk ke dalam apertemen.
.
.
.
.
Bersambung...
hai guys
jangan lupa tinggalkan jejak yah ๐
like, dan klik favorit serta komen yang membangun yah. Jangan lupa juga vote-nya ๐
Terimakasih