
Sarah sudah bisa melewati masa-masa sulitnya. Dia sudah bisa menulis novel seperti biasanya. Bahkan dia sedang sibuk promosi novel pertamanya yang akan terbit di Bintang Media Utama.
Bahkan dia semakin semangat mengerjakan project komik dengan Libra. Hari-harinya benar-benar sibuk. Seluruh kesibukannya itu, perlahan-lahan membuat dirinya lupa dengan Arzan. Bahkan dia sudah bisa menerima kepergian Ava dan Naura. Ini suatu kemajuan yang bagus untuk Sarah.
“Sarah, ikut gue, yuk,” ajak Isabela saat keduanya sedang berada di balkon sambil menikmati udara malam. Di depan mereka ada dua cangkir yang berisi kopi dan teh panas.
“Kemana?”
“Party! Temen gue ngerayaain empat juta subcribers gitu. Dia mengundang banyak youtubers, selebgram, ataupun orang-orang yang cukup berpengaruh.”
Sarah tersenyum tipis, “Gak, ah. Gue insecure.” Jelas saja dia merasa insecure, semua yang hadir adalah orang-orang ternama, sedangkan dirinya hanya orang biasa.
“Gak usah insecure. Lo kan penulis sukses,” ujar Isabela.
“Gue belum sukses, perjalanan gue masih panjang.”
“Justru itu, lo harus kenal sama orang-orang ternama. Nantinya lo bisa endors novel ke mereka, bahkan lo bisa belajar copywriting dan bekerja sama dengan banyak pihak. Mulai sekarang, lo harus kembangin lagi bakat nulis lo. Jangan Cuma bergerak di dunia fiksi, tapi harus lahap semua jenis tulisan. Jam terbang lo banyakin,” kata Isabela panjang lebar. Dia ingin membuat Sarah bangkit dan menjadi seorang penulis sukses.
Sarah terdiam sejenak. Selama ini dia memang hanya berkecimpung di novel dan cerpen saja. Dia belum mengenal copywiting, content writing, essay, ataupun tulisan-tulisan yang lain. Memang benar kata Isabela, dia harus melebarkan sayap lagi.
Sarah mengangguk-angguk. Lagipula dia ingin melihat dunia secara lebih luas lagi. Jadi taka da salahnya ikut dengan Isabela.
“Oke, gue ikut,” ujar Sarah kemudian. Dia meraih cangir kopinya, lalu menyesapnya perlahan. Berkali-kali dia jatuh, tapi akhirnya bisa bangkit. Dia berharap setelah ini hanya ada kebahgaiaan yang menghampirinya.
“Oke, besok kita tampil maksimal pokoknya,” kata Isabela dengan wajah berseri. Dia pun ikut meraih cangkirnya lalu menyesap teh hangatnya. Kehidupan mereka benar-benar sulit, namun ketangguhan mereka berdua membuatnya bisa bertahan sampai sekarang.
***
Sarah tampil cantik mengenakan dress berwarna merah cerah. Leher jenjangnya di hiasi kalung berwarna putih dengan liontin berbentuk bulan. Dia juga memakai anting yang panjangnya hampir menyentuh bahu.
Malam ini dia benar-benar tampil menggoda. Highheels dengan diameter 7cm menghiasi kakinya. Rambut yang kini panjangnya sebahu dia biarkan tergerai. Aroma wangi dan teksturnya yang begitu lembut membuatnya terlihat sempurna.
Siang tadi dia melakukan perawatan dengan Isabela di sebuah salon. Dan mala mini, dia tampil begitu sempurna.
“Perfect!” pekik Isabela ketika Sarah turun ke lantai bawah.
Jika Sarah tampil cantik dengan dress merah, Isabela justru memilih warna hitam untuk menyempurnakan penampilannya. Dia mengenakan potongan berwarna putih dengan blazer yang melengkapinya. Roknya begitu pendek, sampai-sampai paha mulusnya terpampang jelas.
“Yuk, berangkat. Siapa tau kita dapet cogan,” kata Isabela sambil mengerling nakal.
Sarah hanya tertawaa renyah, lalu berjalan beriringan menuju mobil. Kali ini mereka menggunakan mobil Isabela yang berwarna kuning cerah.
Acara yang akan mereka datangi ada di sebuah hotel besar di pusat kota. Sepanjang perjalanan, mereka banyak mengobrol seputar berita hangat yang ada di sosial media.
“Sarah, kita liburan, yuk,” ajak Isabela ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti di lampu merah.
“Liburan? Boleh tuh,” sahut Sarah. Selama ini dia hanya sibuk bekerja, tak pernah merasakan liburan yang sesungguhnya. Maka taka da salahnya jika dia berlibur beberapa hari.
Isabela kembali melajukan mobilnya, “Lo pengen ke mana?”
Sarah tampak berpikir. Dia memilih-milih tempat yang akan dia datangi. Namun hingga beberapa saa, dia tak memiliki ide tempat untuk di datanginya.
“Gue belum tau, nih,” ujar Sarah sambil mengedikkan bahu.
“Beneran?”
“Iya. Subcribers gue di youtube udah mulai banyak dan gue dapet penghasilan yang lumayan.”
“Wah, selamat ya! Gue punya temen yang terkenal nih,” ujar Sarah sambil tersenyum. “Besok promosiin novel pertama gue, ya,” pinta Sarah di iringi tawa renyah.
Isabela ikut tertawa, lalu mengangguk mengiyakan. Apapun akan dia lakukan untuk membantu Sarah.
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Terlihat banyak tamu yang mulai berdatangan. Mereka semua tampil maksimal. Bahkan mereka berlomba-lomba untuk tampil cantik dan tampan.
Sarah berdecak kagum sambil memperhatikan beberapa orang.
“Gila, gue insecure, nih,” bisik Sarah kepada Isabela ketika mereka berdua berjalan di lobi.
“Lo cantik, mandiri, pekerja keras, dan seksi! Gak usah insecure,” balas Isabela yang juga berbisik.
Ketika mereka berdua masuk ke dalam lift, ada dua orang laki-laki yang juga masuk ke dalam lift itu. Mata mereka langsung fokus pada Sarah dan Isabela. Bahkan mereka berbisik-bisik sambil tersenyum.
Laki-laki yang mengenakan stelan jas hitam tampak maju selangkah, tepat di samping Sarah. Dia sengaja melakaukan itu untuk mendekati Sarah. Namun Sarah sama sekali tak menyadarinya.
Sementara itu, laki-laki dengan stelan jas berwarna abu mendekati Isabela. Namun kedua laki-laki itu hanya diam, sama sekali tak mengajak Sarah ataupun Isabela berbicara.
Pesta kali ini benar-benar terlihat mewah dan berkelas. Semua orang tampil sempurna. Sarah yakin, semua orang yang ada di ruangan itu rela merogoh kocek yang tak sedikit demi mendapatkan penampilan yang sempurna.
“Ini lebih mirip pesta para pengusaha deh,” bisik Sarah di samping telinga Isabela.
“Jangan salah, gaya hidup mereka justru lebih tinggi daripada para pengusaha,” balas Isabela.
“Kenapa?”
“Mereka pengen jadi nomor satu dan menjadi sorotan di sosial media. Dengan begitu, pengikut mereka di sosial mereka bertambah banyak.”
Sarah mengangguk-angguk. Lalu mereka berjalan menuju seorang wanita yang kata Isabela dia adalah pemilik pesta ini.
“Halo, Christine. Selamat ya atas pencapaian empat juga subcribers,” kata Isabela sambil berpelukan dan cipika-cipiki ala perempuan.
“Makasih, Ibel. Semoga lo cepet nyusul ya, punya subcribers jutaan,” balas Christine dengan senyum menawannya.
“Oh, ya, kenalin. Ini Sarah, temen gue sekaligus novelis,” kata Isabela memperkenalkan Sarah kepada Christine.
“Wow, hebat. Salam kenal, gue Christine,” kata Christine ramah. Bahkan dia mengajak Sarag bersalaman.
“Sarah,” ucap Sarah sedikit gugup. Dia tak terbiasa di kelilingi orang-orang hebat seperti ini. Ada rasa canggung dan tak tak nyaman.
Setelah bertemu Christine, Isabela menyapa banyak youtubers dan selebgram yang juga hadir. Dia juga memperkenalkan Sarah kepada setiap orang yang di temuinya. Tak hanya itu, dia juga berfoto-foto yang nantinya akan di posting di media sosial.
Semua yang hadir di pesta itu pasti mengabadikan momen mereka dengan kamera, bahkan ada yang membuat mini vlog. Semua orang menikmati pesta sampai larut malam.
“Hai,” sapa seorang laki-laki mengenakan stelan jas hitam.