
Di mansion Mark
Audrey pulang dengan wajah ditekuk karena kejadian tadi di cafe belum lagi nanti jika Mark tahu, pasti dia akan diomelin Karena ceroboh.
sesampainya di pintu kamarnya, Audrey dikejutkan dengan kedatangan Joshua
"nona Audrey" panggil Joshua
"ah, ya ada apa? kau mengagetkan saja" ucap Audrey
"maaf nona, tuan Mark memanggil anda ke ruang kerja nya sekarang" pinta Joshua
'ahh, mati aku' batin Audrey
"nona" panggil Joshua membuyarkan lamunan Audrey
"ah ya, baiklah nanti aku kesana" ucap Audrey
"baiklah nona, saya permisi" pamit Joshua
"hmm"
Audrey pun masuk keruangan tersebut dan langsung disungguhi dengan tatapan tajam Mark
"eh, ada apa kak?" tanya Audrey
"memang bodoh atau pura-pura bodoh" umpat Mark kesal
"hehehe, maaf" pinta Audrey
walaupun kesal terhadap Audrey tetapi Mark tidak pernah memarahi Audrey, karena Audrey sudah dia anggap sebagai adiknya.
"huh, sudahlah. anyway tadi Leon menelepon ku dan minta kau ke Italia, katanya mami dan papi mu rindu" ucap Mark hati-hati, karena memang itu adalah salah satu alasan mengapa Audrey pergi merantau, agar tak bertemu orang tuanya. orang tuanya yang selalu membandingkan dirinya dan kakaknya sebab itulah selalu membuat nya kesal.
"gak mau" tolak Audrey langsung
"terserah, yang penting saya sudah menyampaikan amanat beliau. tapi kalau sampai Leon datang dan menyeret mu saya tak tanggung jawab" kata Mark enteng
"huh, dasar menyebalkan" umpat Audrey pergi dan langsung menutup pintu dengan kuat
berakk...
Mark dan Joshua kaget karena suara pintu tersebut
"huh, anak itu selalu saja" ucap Mark menggelengkan kepalanya
"oh ya apa kau tahu siapa yang melihat peluru di tas Audrey" tanya Mark serius.
"saya tahu tuan, namanya adalah Michael Stive Timothy. beliau merupakan CEO diperusahaan Devian Group dan juga..." Joshua menggantungkan kalimatnya yang membuat Mark semakin penasaran
"dia juga merupakan salah satu petinggi kelompok mafia terbesar di Asia yang bernama the bloodthirsty" ucap Joshua hati-hati
brakk...
Mark langsung memukul meja yang ada didepannya yang membuat Joshua keget setengah mati
"apa kau becanda Josh?" tanya Mark dengan tatapan tajam
"saya benar tuan, dia juga merupakan penembak jitu yang jika berhadapan dengan lawan, dia menyerang dengan membabi buta tetapi sama sekali tidak mendengar suara tembakan tersebut. sifatnya yang pendiam membuat banyak orang tidak mengira dia adalah seorang mafia" jelas Joshua
"kalau begitu informasi tentang Audrey bisa bocor" kata Mark frustasi
"Josh, kerahkan seluruh keamanan untuk menjaga Audrey tapi jangan secara terang-terangan" terang Mark
"baik tuan, saya permisi" pamit Joshua
"hem"
Di mansion Felix
"cari tahu siapa wanita yang ada difoto ini" kata Mike pada Eric
"untuk apa?" tanyanya
"banyak bicara sekali kau ini, capat cari" perintah Mike
"kalau gak mau" tantang Eric
"oh gak mau ya" kata Mike tersenyum menyeringai dan langsung mengambil pistol dibalik saku jasnya
"eh, aku bercanda sobat. aku akan mencari nya" ucap Eric tertawa takut
"diancam dulu baru mau" ketus Mike yang sudah menyimpan pistol nya
"bay the way, untuk apa mencarinya?" tanya Eric penasaran
"ada yang ingin ku pastikan" jawab Mike simpel
"jangan bilang kau menyukai nya" perkataan Eric langsung mendapat pukulan dari Mike yang mendarat di kepalanya
"jika bicara pikir dulu" ketus Mike
"aww, ya kan aku cuma nanyak" kata Eric kesal pada sahabat nya itu
"cepatlah, tidak ada waktu untuk berdebat" kata Mike
"huh, yasudah" kesal Eric.