We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Kedatangan Gabriel.



Saat setelah masuk, Audrey melihat sekelilingnya seperti mencari seseorang dan pandangan nya terpaku dengan pemandangan dimana Maria kini bersama dengan seorang pria yang tidak dia kenal sedang tertawa, dekat sekali.


Dan yang lebih terkejutnya lagi, ketika Audrey tampah memperhatikan nya. ternyata Audrey kenal dengan laki-laki itu. dia mendekati mereka dan langsung memanggil..


"Gabriel!" seru Audrey terkejut, yang di panggil pun tak kalah terkejutnya dia bangkit dengan wajah yang berbinar dan memeluk Audrey erat. Maria juga heran dengan mereka, apalagi orang-orang yang lalu lalang seperti ada ketidaksukaan pada Audrey yang selalu di peluk laki-laki tampan.


"kak ily" ucap Gabriel yang melepaskan pelukan nya dan memegang pipi Audrey


"ini benar kau kak?" tanya Gabriel yang masih tak percaya..


"bagaimana kau bisa disini?" tanya Audrey tanpa menjawab pertanyaan Gabriel.


"Ya Tuhan, aku masih tak percaya. ini benar-benar kakak" ucap Gabriel Dangan mata berbinar seolah-olah menemukan hal yang sudah lama hilang.


"kalian saling kenal?" tanya maria


"tentu, dia kakak sepupuku" jawab Gabriel cepat


"dia adik laki-laki nya kak Nick" tambah Audrey yang sudah melepaskan tangan Gabriel dari pipi nya dan duduk disampingnya Maria yang tampak terkejut dengan perkataan Audrey barusan.


"apaa, adiknya si playboy" teriak Maria yang mengagetkan Gabriel serta orang-orang yang duduk di sekitar mereka


"pelan kan suaramu bodoh!" umpat Audrey kesal dan diapun menarik tangan Maria untuk duduk lagi.


"playboy?" tanya Gabriel yang masih tak mengerti


"iya, playboy. asal kau tahu kakakmu itu penggoda semua wanita" sambar Maria yang mengigat pertemuan pertama Nya dengan Nick. Nick menggoda semua teman-teman nya dan itu membuat Maria kesal. banyak orang yang mau berteman dengan Maria hanya karena ingin mendekati Nick saja, tidak lebih.


"hahaha" tawa Gabriel pecah sehingga mengundang perhatian banyak orang disana.


"ternyata sifatnya tidak berubah yah" ucap Gabriel selesai tertawa. Audrey hanya tersenyum tipis, sedangkan Maria sangat kesal.


"kakak dan adik sama saja, menyebalkan!" umpat Maria kesal dan disambut dengan tawa renyah Gabriel


"sudahlah, oh ya, kau belum menjawab pertanyaan ku. ada apa kau kesini?" tanya Audrey serius pada Gabriel, seketika Gabriel pun menghentikan tawanya dan menatap serius pula.


"aku di undang untuk menjadi motivator di universitas ini" jawab Gabriel yang mana membuat Audrey membulatkan matanya penuh.


"kau sudah lulus kuliah?" tanya Audrey menatap tak percaya.


"tahun kemarin, lulus dengan nilai yang paling tinggi universitas nomor satu di Italia. dokter umum yang paling muda" jawab Gabriel menyombongkan diri. sedangkan Audrey terpaku dengan jawaban Gabriel.


"dan kau.." ucapan Audrey di potong langsung oleh Gabriel


"sudah resmi menjadi dokter, sebab itulah aku di undang ke sini untuk jadi motivator" ucap Gabriel tersenyum tipis


"wah-wah kau sangat hebat" ucap Audrey menepuk-nepuk pundak Gabriel berulangkali.


Gabriel adalah anak yang pintar dan cepat tanggap. selain penurut, itu jugalah kelebihan Gabriel dibandingkan dengan Nick. yaitu kepintaran nya yang berbeda dengan anak-anak lainnya. di usianya yang sekarang menginjak 22 tahun dia sudah menjadi dokter umum. itu juga yang membuat Nick keluar dari rumah, karena ayah mereka selalu memuji-muji kepintaran putra keduanya itu secara terang-terangan, tanpa memikirkan Nick yang juga anaknya. Nick yang muak akan hal itu pun, manjadi anak pembangkang dan tidak mau mendengar nasehat orang lain. itu juga yang membuat Nick selalu bertengkar dengan ayahnya. meskipun begitu Nick sangat menyayangi Gabriel, dia tidak pernah bertengkar dengan ayahnya di depan Gabriel. sebabnya sampai saat ini Gabriel tidak tahu alasan Nick keluar dari rumah.


"tentu saja" ucap Gabriel tersenyum manis.


"yasudah, ayo kita masuk. sebentar lagi dosen akan datang" kata Maria menarik tangan Audrey, hingga mereka pun masuk.


"jika kak Audrey di sini, pasti kak Nick juga disini" ucap Gabriel pelan dan setelah itu juga pergi dari sana.


***


Sementara itu di markas, Nick tampaknya gelisah hingga membuat heran Mike yang dari tadi tak fokus pada pekerjaan nya didepan laptop.


"ini gawat Mike, aku bisa mati gantung diri" jawab Nick yang masih memikirkan masalah Elena.


"memang nya siapa yang bisa membunuhmu?" tanya Mike yang kini meminum kopi di depannya.


"Felix" jawab Nick pelan yang membuat Mike tersedak kopi nya hingga terbatuk-batuk. melihat itu Nick segera mengambil kan air putih untuk Mike.


"kenapa dia membunuhmu?" tanya Mike serius


"Elena menyukai ku" jawab Nick


"memangnya apa hubungannya?" tanya Mike lagi.


"kau tahu kan, siapapun wanita yang mencintai ku. akan berakhir patah hati." jawab Nick yang mendapat anggukan kepala oleh Mike.


"jadi bagaimana ini, Elena kan adiknya Felix?" tanya Nick frustasi.


"cintailah dia" jawaban itu tak memuaskan Nick, dia tidak bisa secepat itu mencintai Nick. apalagi belakangan ini ada seorang wanita yang selalu ia pikirkan. mengingat wanita itu, Nick mempunyai sebuah ide cemerlang. dia langsung bangkit dan ingin pergi tapi langsung di hentikan oleh Mike.


"mau kemana?" tanya Mike


"berburu wanita" jawab Nick tersenyum sinis


"jangan bercanda" seru Mike menatap tajam Nick.


"aku ingin berburu wanita yang kemarin kabur dari tahanan" ucap Nick lagi.


"kau yakin ingin pergi sendiri?" tanya Mike ragu. jika Nick tertangkap akan makin runyam masalah nya, begitu pikir Mike.


"jika kau mau ikut, tidak papa. cepatlah aku menunggu di mobil" jawab Nick meninggalkan Mike yang kini beres-beres.


***


Mereka berdua pun pergi dan sampai lah didepan toko kue itu, toko kue itu buka seperti biasanya hingga membuat dua lelaki tampan itu heran.


"apa dia ada didalam?" tanya Mike


"entahlah, ayo kita turun " ucap Nick yang turun dari mobil menuju toko kue itu diikuti oleh Mike.


"permisi, apa yang punya tokonya ada?" tanya Nick tersenyum manis pada salah satu pegawai toko itu. melihat lelaki tampan didepannya, membuat sang pegawai toko itu mematung sangat terpesona dengan wajah yang tampan itu.


"ehm..." Mike berdehem menatap dingin pada pegawai itu. pegawai toko itu pun langsung tersadar, tapi lagi-lagi terpesona dengan ke ketampanan Mike.


"apa kau tuli!" seru Mike yang kini sudah merasa kesal. pegawai itupun kaget


"ma,,af tuan, maafkan saya. tapi nona Mey tidak ada disini" jawab Sarah gugup


"hei, kau membuat nya takut Mike" bisik Nick


"dia tidak menjawab pertanyaan ku" ketus Mike yang langsung keluar toko itu karena sudah merasa kesal.


"maafkan teman ku, dia memang seperti itu pada wanita. kami akan datang besok lagi kalau begitu" ucap Nick tersenyum menggoda seraya mengedipkan sebelah matanya, setelah itu pergi dari sana


pegawai yang diperlakukan begitu pun sangat senang hingga melompat-lompat kegirangan dan membuat seisi toko heran dibuat nya. tersadar akan hal itu diapun malu bukan kepalang.


"hehehe" tertawa aneh setelah itu berlari ke dapur.


Satu lagi korban Nick!