
Lagi-lagi markas the bloodthirsty dibuat berantakan akibat kemarahan Felix karena kabar kaburnya salah satu tahanan berharga mereka, yaitu Mey.
setelah peristiwa penculikan Mey dan Mark di rumah sakit. mereka berdua di tahan di tempat yang berbeda. Mey ditahan di markas khusus the bloodthirsty di tengah hutan, sedangkan Mark ditahan di salah satu rumah sakit khusus kelompok mafia tersebut, dikarenakan Mark belum sepenuhnya pulih.
sebenarnya Felix ingin datang dan turun tangan sendiri ke sana, tetapi karena begitu banyak pekerjaan Presdir di perusahaan nya, sebab itulah dia mengutus Nick dan Eric untuk pergi kesana.
Nick dan Eric pun langsung menuju ke lokasi kejadian. dari tadi Nick tak hentinya mengomel tentang ketidakbecusan penjagaan disana. bagaimana seorang wanita bisa keluar dengan mudahnya dengan penjagaan yang begitu ketat?. itulah yang dari tadi di pikiran Nick. sedangkan Eric, dia memikirkan bagaimana cara menangkap wanita itu
kini mereka sudah tahu lokasi tempat Mey berada karena di setiap sudut hutan terdapat CCTV tersembunyi yang bahkan ukuran nya saja sangat kecil, bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
kini mereka sudah berada di tengah hutan dan mencari langkah jejak kaki Mey. Nick juga belum berhenti mengoceh tak jelas, Eric pun sudah jengah mendengar nya.
"tidak bisakah kau diam, jika kau terus berbicara. bagaimana pekerjaan ini bisa selesai" seru Eric yang kesal
"CK, aku sudah bosan selalu begini. aku khawatir ily akan kenapa-kenapa disana" ucap Nick yang kini sudah duduk di atas batang pohon melihat ke kanan dan kiri.
"aku juga lelah, jadi diamlah jika kau ingin ini cepat selesai" ucap Eric.
Beberapa menit kemudian, Eric dengan wajah bahagia nya memanggil Nick yang jauh dibelakang nya. Nick yang mendengar itu datang dengan wajah malasnya.
"ada apa?" ketus Nick.
"aku ketemu posisinya" jawab Eric bahagia.
"benarkah?" tanya Nick antusias.
"iya, kalau begitu kita akan bertemu di posisi ini, akan ku kirim kan posisinya" jawab Eric
"kita berpencar?" tanya Nick lagi yang kini memeriksa ponselnya.
"iya, dengan begitu akan memudahkan kita menangkap nya. baiklah aku pergi dulu" pamit Eric yang kini langsung berlari meninggalkan Nick
"baiklah mari kita mulai" ucap Nick yang kini juga meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, Mey yang kelelahan kini beristirahat di bawah pohon. sedari tadi dia tidak makan dan minum karena penjaga disana hanya memberinya roti dan air saja sejak pertama kali dia di tahan. kini tubuhnya sangat lemah bahkan tidak bisa berdiri lagi.
dia sudah mengirimkan pesan kepada Joshua untuk mencarinya di hutan ini. ponsel tersebut juga dia ambil diam-diam dari para pengawal. tanpa sadar Mey pun terlelap dibawah pohon tersebut. Seketika terperanjat kaget dengan terdengarnya suara tembakan.
diapun menguatkan dirinya untuk berdiri dan mengecek siapa yang menembak. setelah melihat itu, matanya membulat penuh. bagaimana mereka menemukan nya secepat itu, tapi tunggu, kenapa hanya satu orang saja.
"keluar lah nona penembak, kami sudah menemukan mu. kau tidak bisa pergi lagi." teriak Nick menggema. Mey yang kini sama sekali tidak membawa senjata pun panik tapi berusaha untuk diam dan tetap bersembunyi sampai bala bantuan datang.
"kenapa kau sangat merepotkan?. ayolah, jangan mempersulit pekerjaan ku!. keluar sekarang!" teriak Nick lagi, tapi sama sekali tak ada sahutan.
"baiklah, kau yang ingin aku bermain kasar disini!" seru Nick yang kini mendekati pohon tempat Mey bersembunyi, Mey kini terlihat panik sekali.
tap
tangan itu kini sudah memegang erat pundak mey, refleks Mey pun juga memegang nya dan memelintir tangan itu kebelakang tubuh Nick dan menendang tangannya hingga jatuh bertumpu pada lutut nya.
Tanpa disadari Nick dengan mudahnya bangkit dan menepis kasar tangan Mey. Mey hampir jatuh tapi dia hanya mundur dua langkah kebelakang.
"gerakan yang bagus nona" ucap Nick tersenyum menyeringai dan tanpa aba-aba langsung menyerang Mey. adu kekuatan pun tak terelakkan diantara mereka.
Setelah beberapa menit berlalu, kini Nick hanya mengeluarkan beberapa gerakan karena dia handal di bidang bela diri. berbeda dengan Mey, yang kini sudah tampak kelelahan, inilah salah satu kelemahan Mey, dia tidak ahli beladiri.
Mereka berhenti sebentar, sejenak memulihkan kembali kekuatan nya. sudah terlihat Mey yang ngos-ngosan berkeringat. sedangkan Nick tidak ada apa-apa nya. bahkan latihan nya saja lebih parah dari ini.
"sudah lelah nona penembak?" tanya Nick tersenyum menyeringai. entah mengapa dari pertama kali mereka bertemu, Nick seolah mempunyai ketertarikan sendiri dengan gadis didepannya ini. semua wanita yang Nick goda akan berakhir mencintai Nick. tapi gadis ini? bicaranya saja sangat angkuh.
Mey diam tidak menggubris perkataan Nick, dia tahu itu bukan perkataan melainkan sebuah ejekan. Mey masih mengatur nafasnya seraya menatap tajam kearah Nick yang kini sedang tersenyum menggoda.
Dari kejauhan, Eric melihat kejadian itu tanpa ada niat ikut campur.
'sempat-sempatnya dia menggoda seorang wanita di saat seperti ini' batin Eric menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap aneh Nick yang tidak pernah berubah.
"jikalau kulihat-lihat, ternyata kau cantik juga ya nona Mey Arabella Lovian" kata Nick yang sengaja menekankan kata Lovian pada kalimatnya.
deg..
Mendengar perkataan Nick, jantung Mey berdetak kencang.
'bagaimana dia tahu nama belakang ku' batin Mey geram, meremas tangan nya kuat tampak menahan sesuatu.
"kenapa kau tidak kembali saja ke Jerman, untuk apa kau kemari. apa keluarga mu tidak memperlakukan mu dengan baik" mendengar ucapan Nick yang pedas membuat wajah Mey langsung merah, bendera perang sudah berkibar. itulah yang dipikirkan Nick saat itu.
Dengan amarah yang menggebu, Mey berlari ke arah Nick dan menghajarnya habis-habisan tanpa jeda sedikitpun. tidak peduli kini tubuh nya yang lemah.
Nick yang mendapat serangan itu, tidak menyangka Mey akan semarah itu. Nick pun membalas serangan nya dengan sekuat tenaga. beberapa serangan Mey terkena perut Nick tapi tak membuat nya puas.
"kau terlalu lemah untuk bertarung nona" ejek Nick yang semakin mendekati Nick. tak punya cara lain, selain melarikan diri. akhirnya Mey menggenggam tanah ditangan nya dan melemparkannya tepat di mata Nick, setelah itu dia bangkit dan berlari.
Si empunya mata, kini kesakitan karena matanya. untung saja tidak hanya sebelah mata.
"sial, dia benar-benar membuat ku marah" seru Nick yang kini mengejar Mey.
Baru saja beberapa langkah dia melangkah, tiba-tiba Mey berhenti dan mukanya tambah pucat karena melihat Eric yang kini sedang berdiri didepannya dengan memegang sebuah pistol sambil tersenyum devil.
'shit, bagaimana aku bisa lolos kali ini' batin Mey.
dia berbalik tapi sudah jalan buntu. Nick kini juga berdiri dibelakangnya dengan raut wajah yang tak bersahabat. karena kaget, itu membuat Mey terjatuh sambil berpegangan pada jaketnya Nick. Nick yang tidak juga menjaga keseimbangan nya, kini jatuh menindih tubuh Mey.
deg..
pandangan mereka beradu, menatap dalam seolah terhipnotis oleh satu sama lain. Eric yang melihat hal itu pun membulatkan matanya sangking kaget nya dengan adegan romantis yang hanya ada di film-film yang pernah dia tonton bersama Maria dulu.
Beberapa detik tak terasa telah berlalu. kini yang duluan sadar adalah Eric.
"ehm.." ucap Eric yang membuat keduanya langsung sadar.
tanpa pikir panjang, Mey langsung menendang keras perut Nick hingga membuat nya kesakitan dan jatuh sempurna diatas tubuh Mey. Mey langsung mendorong kasar dan lanjut berdiri. tapi sebelum itu dia mengambil pistol dari tangannya Nick.
kini gantian dia yang menondongkan pistol tepat di kepala Nick.
"dasar mesum" seru Mey kesal.
"ahk, gadis sialan. kau pikir perutku ini terbuat dari apa huh?" ucap Nick tak mau kalah.
"cih, bukan urusan ku" ucap Mey acuh.
"baru pertama kali ini, aku bertemu dengan wanita yang kasar seperti mu" ucap Nick
"tutup mulutmu!" seru Mey.
dor..
dor..
dor..
suara tembakan itu menandakan siapa yang datang, wajah Mey langsung dibuat tenang ketika melihat Joshua datang dengan beberapa anak buahnya.
"maaf nona, kami terlambat" ucap Joshua.
"tidak apa-apa, urus mereka" perintah Mey
"baik" ucap Joshua.
anak buah Joshua pun mengepung Eric dan Nick, Eric yang mengetahui kondisi saat ini tidak kondusif akhirnya mengangkat tangan menandakan menyerah.
mudah saja bagi nya jika ingin pergi dari sana, tapi melihat kondisi Nick yang seperti nya masih kesakitan dengan mata dan juga perutnya membuat Eric ragu.
"nona, kita tidak bisa berlama-lama disini karena musuh telah mengetahui posisi kita" ucap Joshua yang kini memberikan sebuah botol air mineral pada Mey.
"gantung terbalik mereka diatas pohon dan tutup mulutnya. kita lihat bagaimana mereka bisa di temukan oleh anak buah mereka yang bodoh-bodoh itu" perintah Mey setelah meneguk air mineral itu.
"baik" ucap Joshua yang langsung menyelesaikan perintah Mey.
Sebelum mereka pergi Mey menghampiri Nick sebelumnya.
"ini hadiah mu karena telah berbuat mesum" ucap Mey dan...
dor..
Mey menembak lengan kiri Nick.
"akh, sialan" maki nya.
"haha, ku harap anak buahmu yang bodoh itu bisa menemukan mu. jika kau selamat, semoga kita bisa bertemu lagi. dah..." ejek Mey meninggal kan tempat itu diikuti beberapa anak buahnya.
'gadis menarik.. tunggu aku, aku akan segera membawa mu pulang' batin Nick yang kini tengah menahan sakit.
Membawa nya pulang? apa maksudnya.
Dasar Nick aneh!!