
Holaa ๐๏ธ๐๏ธ
baca sampai habis yak ๐คฃ
****
Cinta, siapa yang tahu dia muncul di mana?
kadang hati dan ucapan bisa saja berbeda.
kadang cinta muncul di waktu yang tepat, namun tidak semua cinta dapat tumbuh pada tempatnya. seperti yang kini dialami oleh seorang pria yang terkenal karena kegilaannya. Nick, si psikopat gila yang dapat membuat orang lain gila karena kegilaannya. ntah kapan rasa itu muncul dihatinya, tapi dari pertama kali dia bertemu dengan wanita berambut panjang itu, tak dipungkiri hatinya berdebar tak karuan.
Wanita itu berbeda dengan wanita yang sering Nick temui, menurut nya wanita hanya Mahluk yang menjengkelkan. apalagi yang sampai menjual harga diri nya pada seseorang, itu membuat pria tampan itu semakin membenci wanita. wanita hanya dipakainya sebagai pemuas nafsu sesaat dan setelah bosan? tentu akan dia buang.
Tapi wanita yang satu ini berbeda, pendiam dan galak. itu yang membuatnya jatuh hati pada wanita keturunan China itu.
Sudah beberapa hari ini Mey disekap disebuah hotel berkeamanan tinggi oleh Nick.
Bosan? tentu saja. kerjaannya hanya makan dan tidur. sungguh sial!. berulang kali dia mencoba untuk keluar, namun selalu saja gagal.
Kreeak...
bunyi pintu kamar terbuka memandakan ada seseorang yang datang, Nick mendekati Mey yang kini sedang melamun menatap tajam ke luar. pikirannya kosong.
"ayo keluar" ajak Nick yang berdiri disampingnya. Mey pun tersadar dan melihat ke samping nya, Nick hanya acuh tetap terfokus pada satu arah.
"kau yakin?" tanya Mey menaikan sebelah alisnya menatap ragu pada pria bule itu.
"tentu saja" jawab Nick dingin, Nick berbalik dan keluar mendahului Mey yang menatap aneh kearahnya. Mey hanya angkat bahu dan mengikuti Nick keluar.
***
Taman kota, menjadi salah satu tempat pilihan dua pasang kekasih untuk berpacaran.
tampak banyak sekali anak muda yang datang hanya untuk berkencan ataupun berkumpul dengan teman-teman nya. ntah apa yang membuat Nick membawa Mey kesana? Mey pun hanya diam saja sambil memandang kesemua orang-orang disana.
Nick duduk di kursi taman sambil memandang Mey yang masih berdiri.
"duduklah, tidak ada yang berbahaya disini" ucap Nick menjawab apa yang dipertanyakan Mey dalam diam.
"untuk apa kita kesini?" tanyanya sambil duduk
"menurutmu?" tanya balik Nick yang membuat Mey kesal. dia membuang mukanya, melihat ada banyak anak-anak yang berlarian dengan di kejar orang tua mereka. seketika Mey tersenyum miris mengingat bagaimana keluarga nya sekarang. Nick yang melihat Mey pun menghela nafasnya, tanpa diduga Nick bersandar di bahu Mey. itu membuat wanita itu membeku seketika.
"apa yang kau lakukan, menyingkirlah" ketus Mey menjauhi Nick, namun secepat kilat Nick menahan pergerakan Mey.
"biarkan begini, hanya sebentar" ucap Nick pelan. Mey yang tadinya meronta, akhirnya pasrah. Setelah itu mereka diam, tak ada yang memulai berbicara, mereka tenggelam di pikiran mereka masing-masing.
"kau tidak ingin hidup normal?" tanya Nick tiba-tiba, dia duduk tegak dan menatap dalam mata hitam Mey. Mey pun sempat terpaku dengan mata hijau milik Nick. sampai dia tersadar pun, Mey mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
"aku lelah dengan kehidupan ku" jawab Mey, tanpa sadar cairan bening itu menetes di sudut mata Mey. dia menepis nya kasar, dan menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menahan agar air matanya tak menetes lagi.
Ntah kenapa melihat Mey meneteskan air mata, hati pria tampan itu sakit. dialah orang pertama yang membuat rasa sakit yang berbeda didalam hati pria itu.
sebab itu untuk mencairkan suasana, Nick memutar otak nya. Ting! hahha dapat. gumam nya.
Nick bangkit dan melirik Mey sekilas, "tunggu sebentar" ucapannya sambil meninggalkan Mey yang masih murung. Mey hanya mengangguk sebagai jawaban.
Nick menuju ke toko es krim yang ada dipinggir jalan. sungguh tidak gaya seorang Nick membeli makanan di pinggir jalan. namun demi gadis China itu, apapun akan dia lakukan.
"selamat datang tuan, apa anda ingin memesan sesuatu" tanya seorang pelayan wanita yang sepertinya terkesima dengan ketampanan Nick. sedangkan Nick tak menghiraukan tatapan memuja itu, dia hanya melihat-lihat menu.
"berikan aku ini dan ini" jawab Nick menunjuk dua rasa yang dia yakini akan mengembalikan mood seorang Mey.
"baik, silahkan tunggu sebentar" ucap pelayanan itu mempersiapkan pesanan Nick.
Nick mengedarkan pandangannya, tak sengaja melihat seorang wanita yang pernah dia temui, tapi lupa siapa dan dimana. Nick yang ingin mendekati nya, namun tak bisa karena pelanggan di toko itu ramai.
"ini pesanan anda, tuan" ucapnya. Nick berhenti dan berbalik, dia memberikan beberapa kertas uang dompet nya pada pelayanan itu dan pergi begitu saja tanpa mengambil balik kembaliannya.
Sepanjang perjalanan nya Nick hanya memikirkan wanita itu, sampai di taman dia mendapati Mey yang kini sedang bersalaman dengan seorang anak perempuan dan seorang pria asing. mereka tampak seperti keluarga yang bahagia, ntah kenapa itu membuat Nick ingin sekali mencabik-cabik mata pria yang melihat Mey tersenyum pada anak perempuan itu.
Nick mendekat dan berdehem, Mey berbalik dan menatap aneh Nick. Nick tak mempedulikan tatapan aneh yang dilayangkan oleh Mey. dia hanya menatap tajam ke arah pria yang sepertinya seumuran dengan nya.
"permisi, saya ingin membawa pulang isteri saya!" seru Nick menekankan kata isteri pada kalimat nya. Mey yang mendengar nya pun membelalakkan matanya, sedangkan pria yang menggendong anak perempuan itu tampak tersenyum takut.
"baiklah, maaf telah membuat anda terganggu dengan putri saya nona" ucap pria itu segan pada suami wanita bermata sipit itu pikirannya. sedangkan Mey yang ingin membantah nya pun tidak bisa karena melihat tatapan tajam dari Nick.
"kami permisi" ucap Nick dingin menarik tangan Mey ke arah mobil Lamborghini yang terparkir. cekamannya sangat kuat, itu membuat Mey meringis. Nick yang tersadar pun, otomatis melepaskan cekamannya.
mereka masuk ke mobil dengan Mey yang kesal.
"apa maksudnya, kau bilang aku itu isteri mu?" tanya Mey
"well, kau lupa dengan perjanjian kita?" tanya balik Nick membuka plastik berisi es krim tadi. "sudah, makanlah. ini enak loh" ucap Nick mengedipkan sebelah matanya. Mey hanya tersenyum sinis, tapi wanita itu juga mengambil nya dan memakannya.
"bagaimana, enak bukan?" tanya Nick membuka satu es krim lagi dan memakannya juga. mey hanya mengangguk sebagai jawaban. diam-diam Mey melirik kearah Nick yang memakan es krim, hal itu membuat kenarsisan seorang Nick bangkit.
"makanlah es krim mu, nanti saja mengangumi ku. aku tahu, aku itu tampan dan kaya" ucap Nick tersenyum miring. Mey yang tertangkap basah pun membuang mukanya ke arah kaca. sungguh malu bukan kepalang.
"siapa yang mengangumi mu? kau sangat tinggi hati sekali" bantah Mey
"tidak usah malu-malu, akui saja kalau kau terpesona dengan ketampanan ku. iya kan, ayolah, akui saja" desak Nick. Mey yang mendengar nya pun heran.
'makan apa sih orang ini? kenapa dia narsis sekali' batin Mey menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal..
***
Wkwk๐คฃ bukan hanya Eric yang bucin ternyata, Nick pun jadi ikut-ikutan๐
ayolah ikuti cerita selanjutnya, oke๐
jangan lupa like dan vote ๐
thanks ๐