
Seorang gadis kecil kini meringkuk ketakutan disudut ruangan itu. bau ayir darah dan teriakan manusia terdengar jelas. sudah seharian penuh dia diculik dan sampai sekarang belum ditemukan. gadis kecil itu adalah Audrey. Audrey kecil hanya menangis kecil menahan ketakutan. ribuan doa pun sudah diucapkan bibir mungil itu tapi sampai sekarang belum Ada yang datang menyelamatkannya.
Kreat...
Suara pintu kayu yang sudah mulai lapuk termakan usia itupun terbuka dengan lebarnya, dan menampakan dua orang berpakaian hitam masuk dengan wajah yang tampak sangar.
kedua pria itu mendekat dan salah satu dari mereka duduk disofa tua yang posisinya tepat didepan Audrey. Audrey kecil mencoba menjauh, tapi secepat kilat pria itu menarik pergelangan kecil Audrey hingga membuat tangan Audrey memebekas merah.
Dengan kasarnya pria itu mencekam kedua sisi rahang Audrey kecil, Dan memeperlihatkan wajah gadis yang tak berdosa itu sudah berhamburan air mata. melihat itu pria itu tertawa terbahak-bahak layaknya orang Gila.
"hentikan Algeron, kau membuat gadis kecil itu tambah ketakutan" seru pria dibelakang itu menepuk pelan bahu pria yang bernama algeron itu dengan pelan.
"hahaha, maaf-maaf aku kelepasan. wajahnya terlalu lucu, lihatlah Damian. begitu miris nya nyawa anak dari si ******** itu" ucapnya yang masih belum berhenti tertawa. "anak ini sangat lemah, bagaimana bisa dia anak dari seorang mafia terkenal? atau jangan-jangan kalian salah menagkap anak? " tanyanya yang sebelum itu melempar tubuh mungil itu dengan kasarnya. algeron melempar pertanyaan serius.
"perhatikanlah wajahnya, dia mirip Eun Jung. bukankah kakak beradik itu lebih mirip kepada sang ibu dari pada kara" jawabnya dingin memperhatikan raut wajah kerakutan Audrey kecil.
"Aku juga berpikir sama" ucap pria itu mengeluarkan pistol dari dalam sakunya. Audrey yang melihatnya tambah ketakutan. "jadi kita apakan dia, apa tidak sebaiknya kita bunuh saja" ucapnya lagi. kini pistol tersebut sudah berada dipelipis Audrey.
"jangan sakarang" ucap algeron menurunkan pistol Damian. "buat dia ketakutan, sepertinya siksaan kemarin belum apa-apa" ucap algeron memberi perintah pada salah satu bawahanya.
segera Damian menurunkan pistolnya dan melihat pertunjukan apa yang akan dilakukan algeron terhadap gadis kecil itu.
Terlihat seorang wanita diseret-seret mendekati Audrey. seluruh tubuhnya sudah lebam akibat pukulan. dan Audrey tau siapa dia.
"Jeny!" teriak Audrey kecil melihat Jeny, sang pengasuh dilempar kelantai yang dingin itu. darah merebas kemana-mana membuat Audrey berlari kearah Jeny dan membantunya untuk duduk.
"pergilah Nona muda, jangan hiraukan saya. disini tidak aman" ucap Jeny terbata-bata menahan rasa sakit yang hebat.
"tidak,,, tidak,,, jangan pergi Jeny. kau tidak boleh pergi, aku menyayangi mu. kumohon jangan pergi. " teriakan Audrey kecil menggema diseluruh penjuru ruangan itu, membuat semua orang terkekeh sinis. Jeny pingsan Karena kebanyakan kehilangan darah.
"kau lihat gadis kecil, Jeny kesayangan mu telah mati " ucap algeron dengan nada mengejek. Audrey menghapus air matanya namun sebelum itu mencium kening Jeny sebagai tanda perpisahan terakhir. Audrey berdiri dan berbalik menatap tajam kearah algeron yang kini sudah berhenti tertawa.
Kini Suasana Di ruangan itu mendadak dingin. aura pembunuh seorang anak mafia menyelimuti gelap nya malam. matanya merah, membuat semua orang bergidik ngeri melihat kemarahan anak dari penguasa eropa itu. Audrey mendekat dengan tangan gemetaran.
satu anak buah algeron maju karena perintah sang-tuan. tampa diduga Audrey menendang alat vital laki-laki itu dengan sangat kuat, hingga membuatnya kesakitan dan mundur. monen itu dimanfaatkan Audrey kecil untuk mengambil pistol yang dipegang orang tersebut dan....
Dor!
namun, kekagetannya diganti dengan senyum Iblis penuh maksud.
algeron berlari kilat dan menghampiri Jeny yang kini sudah tergeletak tak bernyawa. Audrey yang sibuk menembaki anak buah algeron tak menyadari saat ini sebuah pisau panjang sudah diposisikan algeron tepat dileher Jeny.
sampai merasa ada kejanggalan Audrey pun berbalik. matanya membulat penuh, merasakan amarah yang bertambah. namun dia menahannya karena Jeny berada ditangan algeron saat ini.
"kenapa berhenti? teruskan saja gadis manis, dan kau Akan melihat kepala Jeny kesayanganmu ini tergeletak! " seru algeron yang semakin menanamkan pisau itu keleher Jeny yang kini mengeluarkan darah.
"jangan berani apa-apakan dia paman! jika tidak--"
"jika tidak apa? apa kau ingin membunuhku?" tanya algeron dengan nada remeh.
Dor!
satu tembakan melesat cantik dibahu Audrey. Audrey meringis menahan sakitnya untuk pertama kali ditembak!
Pelakunya adalah Damian yang kini terseyum menyeringai "impas" ucap laki -laki itu menapis darah yang menetes diperutnya.
Audrey terduduk memegang bahunya.
"Aku akan membalas kematian Jeny " gumam Audrey pelan.
Srekk!
kepala perempuan eropa itu menggelinding sampai dikaki Audrey tanpa Kepala. dengan santainya algeron memutuskan kepalanya sambil tertawa terbahak-bahak seperti orang Gila!
Pandangan mata gadis itu kini menggelap, kepalanya sakit ,
"tolong aku, Mami ! " ucap Audrey kecil yang memegangi kepalanya. beberapa detik setelah mengatakan itu Audrey pun pingsan ditempatkan sebelum melihat dengan buram, kobaran api melahap tubuh Jeny yang sudah tidak memiliki kepala.