We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Penyerangan 1



Saat itu juga semua anggota kelompok PRR sudah berkumpul di markas utama dan saat itu juga Mark masuk diikuti asisten pribadi nya yang juga salah satu dari mereka


"kau ingin mengumumkan apa?" bisik Mark


"tentu saja penyerangan malam ini" jawab Audrey dingin


"oh iya, maaf aku lupa" ucap Mark tersenyum dipaksakan


"semuanya harap diam, ada yang ingin disampaikan oleh nona AES" teriak Joshua yang tak lain adalah asisten pribadi Mark. seketika mereka langsung diam


"aku ingin malam ini adalah malam dimana kelompok mafia the lotusha black berakhir karena sudah beraninya mengirim mata-mata bodoh dan secara terang-terangan menghina the prickly red rose" ucap Audrey lantang


"baik nona AES" jawab mereka serempak


"tetapi aku ingin kalian sisakan kedua saudara kebar itu untuk ku" ucap Audrey


tersenyum devil, melihat itu semua orang menatap seram pada Audrey yang ingin menghabisi siapa saja musuhnya. merekapun dibubarkan untuk berlatih untuk malam ini


"kak, dimana pistol yang disiapkan Mey untukku?" tanya Audrey


"Josh, ambil pistol yang dititipkan Mey" perintah Mark pada Joshua dan diapun langsung mengambil pistol itu yang sudah dibungkus Dengan aman. Audrey mengambil nya dari tangan Joshua dan langsung mengeluarkan nya


"wah, indah sekali" kagum Audrey


"tentu saja, hanya kau yang punya" ucap Mark


"baiklah aku pergi dulu ke mansion. apa kau ingin ikut" tanya Mark dingin


"tidak, aku masih ingin berlatih dengan pistol baruku" kata Audrey yang tak memalingkan wajahnya dari pistol tersebut. Mark tersenyum tipis dan langsung pergi.


Di mansion London milik felix


berdiri lah seorang pria tampan yang sedang memandangi langit senja, ya dia adalah Felix Alexander Devian.


"huuh, kau harus berterima kasih padaku eric, karenamu lah aku sampai datang ke kota ini jauh-jauh, hanya untuk menemani mu bertemu kekasih mu" celoteh Nick pada Eric.


'bukan kau saja yang datang bodoh' umpat Mike dalam hati yang sedang menatap jengah sahabatnya itu.


"iya iya aku berterima kasih kepada kalian bertiga hingga mau menemani sahabat kalian ini hingga jauh-jauh datang kemari hanya karena ku" kata Eric tulus


"jadi kau mau aku bagaimana psikopat gila" geram Eric


"diamlah, kalian merusak telinga ku" ucap Felix sedikit membentak hingga membuat mereka bungkam


"Mike, ada berapa kelompok mafia yang terkenal di Inggris?" tanya Felix pada Mike


"ada tiga kelompok yang terkenal disini sekaligus terbesar di Eropa" jawab Mike datar


"namanya?" tanya Felix yang dari tadi hanya memperhatikan langit sore


"pertama the prickly red rose yang diketuai oleh seorang wanita dan memiliki tiga pemimpin besar. yang kedua the lotusha black yang diketuai oleh dua wanita kembar dan memiliki lima pemimpin besar. dan yang ketiga adalah the Tiger white yang diketuai oleh seorang pria dan memiliki empat pemimpin besar" jelas Mike dingin


"apakah mereka tahu kita disini" tanya Nick


"tidak" Jawab Mike singkat


"bagus" kata Felix


"apanya?" tanya Nick


'ternyata pria ini belum konek sama sekali' batin Mike


'huuh dasar Nick bodoh' umpat Eric dalam hati yang merasa jengkel ketika berhadapan dengan manusia langka seperti Nick ini.


"kita bisa mengamati dan mengambil keuntungan dari mereka agar kita dapat menguasai Eropa" jawab Mike datar


"oohh begitu baiklah aku pergi dulu" ucap Nick beranjak berdiri.


"kemana kau?" tanya Felix melirik sinis kearah Nick.


"tentu saja ke klub katanya banyak wanita cantik yang tak kalah seksi disini" ucapnya seraya masuk ke mansion itu.


"huuh, dasar playboy" ejek Eric melempar kulit kacang kepunggung Nick.


"yang penting tidak seperti mu, mau tunduk pada wanita. menyedihkan!" Nick berkata sambil tertawa terbahak-bahak melihat muka masam Eric