
Di mansion utama Mark
Para anggota kelompok mafia the prickly red rose sudah berkumpul dengan semangat yg membara sementara itu turun lah dari tangga ketiga petinggi mereka, ya mereka adalah Audrey, Mark, dan Mey
"apakah kalian semua siap" ucap Mark
"siap tuan Mark" jawab mereka serempak
"bagus, kalau begitu aku tak ingin ada kesalahan dan ingat juga sisakan kedua pemimpin besar the lotusha black" tegas Mark
"baik tuan" ucap mereka
"baiklah tingkat 1 ikut aku tingkat 2 ikut Mark dan sisanya ikut nona AES" kata Mey dingin
mereka pun pergi mengunakan mobil tetapi ketiga petinggi mereka memakai motor.
Sementara itu di mansion milik felix
"fel, ada kabar penting" ucap Eric setelah baru saja selesai menelepon seseorang.
"ada apa?" tanya felix dingin yang masih membaca berkas yang menumpuk, tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Eric.
"malam ini ada penyerangan didekat pelabuhan yang dilakukan oleh PRR" jawab Eric serius sambil duduk di depan Felix. Felix menegakkan tubuhnya dan melihat Eric
"benarkah?, siapa yang mereka serang?" tanya Felix antusias meletakkan berkasnya sambil tersenyum devil.
"markas besar the lotusha black" jawab Eric
"kalau begitu ini adalah sebuah hiburan.
tersenyumayo bersiap-siap kita lihat siapa yang lebih kuat diantara mereka" perintah Felix yang masih tersenyum devil
"apa kita akan membawa playboy itu" tanya Eric yang membicarakan Nick
"tentu, kalau tidak mau seret dia" kata Mike yang sedari tadi diam
"baiklah akan ku telepon dia" ujar Eric
Eric bucin calling..
Nick:ckk, kenapa kau mengganggu kesenanganku buciin
Eric: tutup mulut mu dan datanglah cepat kepelabuhanan, ada atraksi yang bisa membangunkan jiwa psikopat gila mu tapi diam-diam jangan ada orang yang tahu"
Nick: "baiklah brother"
"bagaimana?" tanya Mike
"ya dia akan datang" jawab Eric
"baiklah, ayo" ucap Felix
Pelabuhan, markas besar the lotusha black 21:30
boom...
boom...
boom...
terdengar suara letusan dari pintu utama markas besar hingga membuat mereka tersentak kaget dan langsung mengeluarkan senjata nya masing-masing
mereka pun terlibat saling serang satu sama lain
dorr... dorr... dorr...
adu tembak dan perkelahianpun tak terelakkan hingga dimenangkan oleh the prickly red rose
"bagaimana kak?" tanya Audrey santai sambil menonton adu kekuatan itu
"tentu saja menang" jawab Mark dingin
"baiklah sisanya biar aku yang tangani" ujar Audrey semangat
bruukk...
terdengar suara dobrakan pintu yang dibuat oleh Audrey
"hai kembar menjengkelkan, masih ingat aku" tanya Audrey ramah pada dua saudara kembar itu yang tak lain adalah Clarissa dan Calista
"cihh, sombong sekali kau. apa kau kira dengan menyerang kami kau akan menang" ucap Clarissa mengepalkan tangannya
"sudah mau mati tapi masih belagu yaa?" tanya Audrey dingin
"kau pikir kami akan mati ditangan mu?" bentak Calista geram
"tentu, sesuai keinginan mu nona" ucap Audrey tersenyum devil
buuuukkk...buukkk...sreekkk...
adu kekuatan pun berlangsung diantara ketiga wanita itu hingga lengan Calista mengeluarkan darah segar akibat terkena pisau kecil yang dibawa oleh Audrey, sementara para anggota mafia, Mark dan Mey hanya menyaksikan pertandingan adu kekuatan tersebut tanpa ada niat untuk ikut campur
"aakkhh, sialan kau wanita gila" ringis Calista
"hahha, sudah kubilang sebentar lagi kau akan mati tapi masih saja tinggi hati" tawa Audrey menggema di ruangan tersebut
**Crasss**...
Audrey menyayat perut seseorang yang sedari tadi melihatnya sedang tatapan sinis.
"bawa mereka berdua kemarkas dan cambuk juga sampai mereka meminta ampunan padaku, rekam dan kirim keponsel ku. oh ya, jangan biarkan laki-laki itu mati. aku tidak Sudi mengotori tanganku dengan nyawa nya yang tidak berharga" perintah Audrey menunjuk seorang pria yang kini tak berdaya bersimbah darah.
"baik nona AES" jawab mereka serempak.
Audrey keluar dengan bersiul sambil memainkan pisau yang masih melekat warna merah darah, bau amis pun juga tercium diindera penciuman Mey dan mark
"sudah puas bermain-main nya?" tanya Mey dingin
"sebenarnya belum tapi aku tak ingin mengotori tanganku yang indah ini" jawab Audrey
"sudah, ayo pulang" kata Mark. mereka pun pulang tetapi sebelum itu.
duarr..
terdengar suara ledakan hingga markas mereka pun rata oleh tanah dan langsung dibakar hingga habis tak bersisa
***
IKUTI TERUS YAKKKM.:)