We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
RASA MIKE?



Kepanikan kini melanda Felix saat mengetahui Elena hilang dari pandangan para bodyguard nya. Kemarahan, kekhawatiran, dan penyesalan kini bercampur aduk menjadi satu. Apalagi Eric, dia bahkan merentas seluruh CCTV kota untuk mencari keberadaan Elena. Nick yang hilang pun menjadi salah satu kemarahan Felix.


"Apa kalian semua bodoh!" Bentak Felix melemparkan semua benda yang ada didepannya. Para maid hanya dapat menggela nafas, karena mansion ini baru saja mereka bersih kan beberapa jam yang lalu, dan sekarang? Malah berantakan lagi


"Jikalau kalian tidak bisa menemukan Elena, lebih baik kalian semua mati saja!" Teriak Felix kepada para bodyguard yang lain. "Panggil Dany" bentak Felix. Dan Dany pun langsung datang dengan wajah pucat.


"Ya, tuan" saut Dany membungkukkan badannya sebentar.


"Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Felix tak sabar menunggu jawaban Dany, tapi Dany hanya diam. Keterdiaman Dany pun menjawab semuanya.


Ketika baru saja ingin memarahi Dany, seseorang pria yang tengah membawa seorang wanita yang tengah dicari-cari Felix digendongnya. Pria itu mengedarkan pandangannya ke segala sisi mansion yang sudah tampak seperti kapal pecah. Dia hanya menggelengkan kepalanya heran. Felix yang melihatnya pun lega, dia berlari dan mendapati adiknya yang saat ini berada di gendongan Mike.


"Baru saja aku pergi beberapa hari, kau sudah membuat kekacauan" ucap Mike tersenyum mengejek seraya memberikan Elena pada gendongan Felix.


"Tutup mulutmu!" Ketus Felix yang langsung pergi begitu saja. Mike hanya menggeleng tak percaya. "untunglah aku yang membawa adikmu, kalau orang lain. pasti dia tidak pernah pulang lagi" ucap Mike pelan.


Kini tatapannya beralih ke seluruh orang-orang yang sudah menjadi korban amukan iblis berwujud manusia itu. "bersihkan semuanya dan istirahat" ucap Mike dingin.


Serentak semuanya langsung mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. dari belakang seorang pria yang baru saja datang kini menjadi sorotan, hingga tatapan semua mata menatapnya. Mike pun sama tatapannya menyiratkan sesuatu yang tidak bisa dideskripsikan secara jelas.


"dari mana saja kau, sialan?!" maki Eric yang baru saja keluar dari ruangan rahasia. tatapannya tajam, seolah-olah ingin memakan Nick hidup-hidup.


"aku?" tanya balik Nick seolah bodoh. "aku baru saja kencan dengan Calon Isteri ku" jawaban Nick sontak membuat seluruh orang disana tersedak air liur mereka sendiri.


Dengan tatapan tak percaya, Eric bertanya "ini bukan waktunya bercanda! apa kau tau yang terjadi sekarang?" bentak Eric menunjuk serpihan-serpihan kaca berserakan dilantai.


Nick hanya menggeleng tak mengerti. hal tersebut membuat Mike naik pitam.


BUG!


Mata seluruh orang disana membulat penuh menatap secara langsung bagaimana Mike memukul keras rahang Nick hingga menggeluarkan darah segar diujung bibir nya.


"apa yang kau lakukan Mike?" bentak Nick tak terima. dia mengepalkan tangannya menahan diri untuk tidak memukul balik Mike.


"jika ingin menjauhkan Elena darimu, cobalah cara yang sedikit lembut. apa kau tahu? jika saja aku tidak ada disana, maka Felix pasti akan membunuh semua orang disini" jawab Mike pelan namun penuh dengan penekanan.


mendengar itu membuat Nick terdiam. apa caranya sudah keterlaluan?


Mike pun pergi setelah meninggalkan beberapa kata yang membuat hati Nick tercubit. Eric yang mengerti pun juga meninggalkan Nick yang mematung menatap kepergian kedua temannya itu hilang tertelan bayangan.


***


PRANG!!


BEBERAPA JAM YANG LALU


Kini Mike sudah duduk di kursi pengemudi, tapi mobil sama sekali belum melaju. dia masih sibuk memikirkan apa yang terjadi kini.


Mike menghela nafasnya berat, banyak sekali pekerjaan yang harus dia kerjakan menjadi seorang CEO diperusahaan keluarga Devian.


Sampai kapan dia begini?


Perusahaan David Wilson saja belum pernah ditangani secara langsung oleh Mike.


Haruskah dia kembali?


Kini tatapan pria berambut hitam itu terpusat pada Elena yang tertidur pulas. bahkan wanita ini tidak merasa terancam sama sekali saat hanya berduaan dengan pria asing didalam mobil, dasar wanita bodoh! hanya itu yang selalu Mike umpatkan, ketika menyadari kebodohan Elena yang sudah kelewat batas.


Dilihatnya ternyata Elena belum memakai sabuk pengaman, Mike pun mendekat dan memasangkannya dengan hati-hati agar tidak membangunkan Elena. ketika selesai, baru saja ingin menjauh, secara tiba-tiba Elena yang mabuk pun memeluk erat Mike sambil menangis tersedu-sedu.


"ke-kenapa kau sa-sangat jahat, hiks..hiks." ucap Elena disela-sela tangisannya yang begitu pilu. Mike yang mencoba menjauh pun hanya bisa pasrah. Elena yang membiarkan nya lepas dari pelukan wanita itu.


"ak-aku mencintai mu, kak." ucapan Elena berhasil membuat Mike tersikap, tapi beberapa detik kemudian dia sadar saat ini Elena sedang mabuk.


"lepaskan aku Elena" seru Mike terkejut melihat Elena yang hampir saja mencium nya.


"sangat menyusahkan sekali kau ini!" keluh Mike yang berhasil menjauh kan dirinya dari Elena.


"aku mencintaimu, aku mencintaimu kak Nick"


DEG!


Jantung Mike berpacu dengan cepat.


"sekarang aku tahu apa penyebabnya!" ucap Mike pelan melirik Elena yang masih berkata-kata tak jelas tentang rasanya pada Nick.


dengan cepat, Mike pun menancapkan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar tidak membuat keadaan seluruh orang lebih kacau.


Seketika lamunan panjang itu buyar akibat suara petir yang menggelegar. Mike pun bangkit dari sisi ranjang nya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


***


PERASAAN SIAPA YANG TAHU?


IKUTI TERUS YAKK:)