We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Dasar murahan!



hari demi hari pun berlalu dengan cepat, tak terasa Audrey sudah melewati siksaan dari Serena hampir seminggu dan itu membuat Nick kesal, dia selalu mencari cara untuk menjatuhkan Serena, namun lagi-lagi Felix selalu membela nya. hingga membuat Nick melakukan ide nekat, mungkin saja dapat memakan korban.


lima hari yang lalu juga Gabriel sudah pulang ke Italia karena sudah berakhir nya waktu liburan. sama halnya dengan Mike, dia juga sudah berada di Jepang selama seminggu ini. sedangkan Maria, sudah di antar pulang oleh Eric karena selalu membantu Audrey dalam pekerjaannya membuat Serena kesal dengan kekasih nya Eric itu. Felix pun berubah drastis, dia menjadi lebih dingin dan datar. selalu menunjukkan kemesraan nya bersama Serena walau Audrey tampak tak peduli sama sekali.


Seperti saat ini, Serena menyuruh Audrey untuk mencabut rumput di halaman belakang, berniat untuk menyiksanya, Audrey malah menunjukkan wajah senangnya dengan melakukan semua itu.


Nick pun menghampiri Audrey ketika pekerjaan nya sudah selesai, Nick duduk di samping Audrey yang meminum air dingin yang telah dibawakan oleh Nick.


"lelah?" tanya Nick iseng-iseng


"tentu saja" ketus Audrey kesal memukul pelan paha Nick, Nick pun tertawa renyah sambil mengambil sesuatu dari sakunya. diikat nya rambut panjang Audrey dengan menggunakan karet. Audrey hanya menurut dan tak membantah.


"tenanglah, besok kau tidak akan kelelahan lagi" ucapan Nick membuat Audrey menoleh kebelakang dan membuat rambutnya berantakan lagi.


"astaga, kau membuat nya rusak lagi" omel Nick mengikat rambut Audrey lagi.


"apa maksud kakak? aku tidak akan kelelahan lagi?" tanya Audrey


"rahasia" jawaban Nick membuat Audrey berpikir keras, apa yang direncanakan kakaknya itu.


"sudah" ucap Nick membolak-balik kepala Audrey menatap ke semua sisi. "wah-wah, aku memang sempurna" ucap Nick angkuh, Audrey memutar bola matanya malas mendengar itu.


"oh ya kak, bagaimana hubungan mu dengan wanita itu?" tanya Audrey memakan cemilan


"baik" jawab Nick singkat


"huh, kenapa kau tidak membawa nya kemari?" tanya Audrey penasaran


"tunggu waktu nya tepat" jawab Nick


"baiklah, aku akan menunggu" ucap Audrey tersenyum. Nick hanya menganggukkan kepalanya pelan dan setelah itu berdiri dari duduknya.


"mandi lah, kau bau" ejek Nick menjulurkan lidahnya, Audrey langsung melotot dan melemparkan botol minuman itu tapi tak kena karena Nick sudah berlari masuk dengan tertawa terbahak-bahak.


***


Nick yang ingin memasuki kamarnya, mengurungkan niatnya karena panggilan dari Serena.


"apa?" tanya Nick malas meladeni wanita yang aneh menurutnya.


"aku ingin ke club malam ini, apa kau ingin ikut?" tanya Serena dengan manja, dia maju dan memegang tangan Nick.


Nick mengangkat satu alisnya dan menatap tangan yang dipegang oleh Serena. seketika Nick melepaskan tangan Serena dengan kasar.


"carilah pria lain, aku sibuk" ketus Nick berbalik


"ayolah Nick, kenapa kau jadi seperti ini. bukankah kau mencintaiku? kau lupa dengan perjanjian kita? kita akan bersama pada waktu nya nanti" ucap Serena dengan nada merayu khas milik nya


mendengar perkataan Serena, Nick tersenyum miring, dia berbalik dan menatap tajam Serena. Nick mengangkat dagu Serena dan mendekatkan wajahnya, melihat itu dengan percaya dirinya Serena memejamkan matanya. berharap pria tampan itu menciumnya.


bukannya ciuman, Serena malah mendapat makian dari Nick.


"dasar murahan!" bisik Nick tersenyum miring sambil membelai pipi putih Serena. setelah itu nick menjauh dan masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Serena yang emosi.


'akan ku buat kau menjadi bertekuk lutut seperti dulu Nick. kau kira aku tidak tahu, kau masih mencintaiku kan?' batin Serena tersenyum menyeringai ketika melihat pintu itu tertutup.


***


Didalam kamar Nick merebahkan tubuhnya, bergoyang ke kiri dan kanan mencari tempat yang paling nyaman.


"hem, sudah lama aku tidak membunuh orang. rasanya bosan juga ya" ucap Nick memejamkan matanya berhitung sudah berapa hari dia tidak membunuh orang karena semuanya berjalan dengan lancar.


"aku akan menelepon Gabriel kalau begitu" ucap Nick lagi mengambil ponselnya dan mengetik beberapa angka disana. ponselnya pun berbunyi menandakan seseorang menjawab telepon.


***Gabriel:"halo"


Nick:"bagaimana?"


Gabriel:"kak jonathan sudah berangkat tiga jam yang lalu, kemungkinan besar besok pagi sudah sampai disana, kak"


Nick:"bagus!"


Gabriel:"siapa dulu"


Nick:"titip salam untuk Mama"


Gabriel:"tidak untuk papa?"


tutt***..


sambungan terputus menandakan panggilan berakhir.


"akhirnya Jonathan datang juga" ucap Nick pelan.


***


Angin berhembus pelan, pohon-pohon bergoyang diiringi tarikan angin. sore hari yang indah bagi Eric apalagi kini dia sedang ditemani seorang wanita cantik melihat matahari terbenam di pantai.


Walaupun sudah memaafkan Eric, tapi sikap Maria masih lebih dingin dari pada dulunya. hal itu tidak membuat Eric marah, dia malah lebih manja pada Maria. seperti sekarang Eric meletakkan kepalanya dipangkuan Maria, sesekali memainkan dagu wanita itu.


Sungguh romantis dilihat orang!


tapi tidak demikian dengan wanita itu, dia malah risi dengan banyak orang, sedangkan Eric tak peduli sama sekali.


"bagaimana keadaan Audrey?" tanya Maria yang masih menatap ke arah laut, begitu enggan menatap Eric. Eric hanya tersenyum, dia tak membalas pertanyaan Maria. Maria mendengus kesal, dan kini tatapannya terkunci pada manik mata hitam Eric.


"jika berbicara lihat orang nya" tutur Eric lembut, pria itu duduk dan menyenderkan kepalanya di bahu Maria. "dia baik-baik saja, tidak perlu khawatir" jawab Eric lembut sambil menggenggam tangan Maria.


"kau tidak bertanya, bagaimana keadaan ku, honey?" tanya Eric memegang dagu Maria dan mengarahkan nya menatap Eric.


"tidak berminat" ketus Maria menepis tangan Eric dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Eric yang mendengar itu malah tertawa kecil dan memeluk pinggang Maria.


"ingin minum itu?" tanya Eric mengarahkan telunjuknya ke arah penjual air kelapa.


"tidak" jawab Maria dengan nada galak, Eric tersenyum dan tanpa aba-aba dia bangkit dan berjalan ke arah pedagang itu. dia tahu Maria sebenarnya ingin air kelapa, namun segala malu berbicara dengan nya. melihat itu wajah Maria memerah malu, Eric tahu isi hatinya!.


Setelah membayar, Eric pun pergi ke arah Maria dengan membawa satu buah kelapa saja, itu membuat Maria mengerutkan keningnya, kenapa hanya satu?.


"ini" ucap Eric menyerahkan sebuah kelapa yang sudah terbuka atasnya. Maria mengambil nya dan meminum air kelapa itu dengan bahagia, Eric hanya tersenyum.


ekor mata Maria melihat Eric, dia masih heran. kenapa membeli hanya satu saja?


"kau tidak ingin ini?" tanya Maria pelan, namun sudah didengar oleh Eric.


sambil tersenyum Eric menjawab "boleh, jika kau menyuapi ku" jawab Eric lembut


Dia pikir Maria akan marah tetapi Eric dibuat tersikap dengan perlakuan Maria, Maria menyuapi nya daging kelapa itu menggunakan sendok ke arah mulut Eric.


dengan senang hati Eric memakan nya sambil selalu tersenyum.


"maafkan aku" ucap Eric pelan menundukkan kepalanya. Maria yang ingin memakan daging kelapa itu, mengurungkan niatnya dan menatap Eric.


"jangan bahas itu lagi!" kata Maria tegas. Eric yang mendengar itu, mengangkat wajahnya dengan senyum tulusnya.


"kau memaafkan ku honey?" tanya Eric semangat


"tergantung" jawab Maria, Eric yang mendengar nya pun senang dan memeluk erat tubuh wanita itu. Maria pun juga membalas pelukan Eric namun tidak erat.


"aku mencintaimu, sangat mencintaimu" ucap Eric membenamkan wajahnya di ceruk leher Maria, itu membuat Maria merasa geli.


"aku tahu" ucap Maria pelan..


'aku juga sangat mencintaimu, bahkan lebih besar dari cintamu, Eric..' batin Maria menepuk-nepuk punggung belakang Eric.


***


***Akhirnya Eric berubah juga...


semangat Maria, buat Eric bertekuk lutut pada mu gadis Jepang..


Gimana juga rencananya Nick, apakah berhasil atau tidak?


nantikan juga pertemuan Ray Jonathan Smith dan Felix Alexander Devian.


ikuti terus perjalanan cinta Audrey dan Felix..


jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya


ditunggu terus, walaupun gaadak 🤣🤣


oke,, selamat menikmati..


thanks 😘***