We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Hadiah untuk mu



Dari awal jam pelajaran dimulai hingga jam pelajaran berakhir, Maria terus mencoba untuk meminta maaf pada Audrey, namun Audrey hanya bungkam dan tak peduli hingga membuat Maria kesal.


"Audrey, ini semua demi kebaikanmu. jadi jangan kekanak-kanakan." seru Maria menunjuk jarinya kearah Audrey hingga membuat semua orang menatap ke arah mereka berdua


"apa,, kebaikan?" akhirnya Audrey mulai bersuara tetapi terdengar tak bersahabat


"iya ini semua kebaikan mu" seru Maria


"asal kau tahu Maria, jika aku pulang ke Italia, yang ada mereka semua pasti hanya bisa merendahkan ku" seru Audrey tersenyum miris


"jika aku pulang tanpa membawa apapun dan pulang hanya meminta perlindungan mereka, maka harga diri ku akan terinjak-injak" seru Audrey yang marah


melihat reaksi Audrey, Maria seketika bungkam karena dia memang tahu dari cerita Audrey, bahwa papinya selalu menuntut lebih dari kemampuan nya, tetapi dia juga takut akan pertemuan Audrey nanti dengan Felix.


"sebaiknya kau diam saja dari pada menyusahkan ku" ucap Audrey dingin dan langsung pergi dari sana.


mendengar ucapan Audrey, Maria hanya diam sambil menatap kepergian Audrey.


Setibanya di gerbang kampus, tiba-tiba ada sebuah mobil yang tak asing berhenti tepat didepan Audrey berdiri.


"kak Nick" gumam Audrey pelan, setelah melihat Nick menurunkan kaca mobilnya


"masuk!" perintah Nick tanpa memandang Audrey, namun Audrey hanya diam


"apa kau tak dengar, masuklah" ucap Nick yang sudah menatap Audrey tajam


"mau kemana?" tanya Audrey


"mengantarkan mu pulang, cepatlah. aku tak punya banyak waktu" jawab nick


"aku bisa pulang sendiri, lagipula kakak kan sedang sibuk. jadi aku bisa pulang sendiri" tolak halus Audrey


"masuk!" perintah Nick


"tapi,," ucapan Audrey terpotong


"masuk atau,," ancam Nick


"iya-iya aku masuk" Audrey langsung masuk kedalam mobil dan duduk tepat di Samping Nick. Nick melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa peduli dengan Audrey yang panik.


"pelan kan kecepatan mobilnya, aku tak ingin mati sakarang" seru Audrey yang kesal, tapi Nick tetap tak peduli.


Beberapa menit kemudian, mobil berhenti tepat di depan mansion Mark, Audrey yang menyadari itu langsung terkejut bukan main.


'astaga' batin Audrey


"terkejut" ucap Nick menoleh ke arah wanita yang di samping nya itu.


"apa maksud mu, aku tak mengerti dan ini dimana?" tanya Audrey


"tidak usah pura-pura!, bukankah ini mansion milik Presdir Global Grup, ups maksud ku milik Mark, sang pria teka-teki nona AES" jawab Nick tersenyum sinis. jawaban Nick sontak membuat wajah Audrey pucat.


Memang, didalam dunia gelap. Mark disebut sang pria teka-teki, karena keahliannya dalam membuat jebakan pada musuh, tak heran banyak orang yang kagum padanya.


"hati-hatilah mulai sekarang ini" ucap Nick


"apa maksud kakak?" tanya Audrey bingung dengan ucapan Nick


"ini permintaan terakhir ku, pulanglah ke Italia tapi jika kau tidak ingin pulang juga itu terserah pada mu, aku sudah menyerah. biarlah mulai sekarang Jonathan yang menjagamu. aku sudah menyerah dan dia pantas untuk mencaci ku" ucap Nick tanpa menjawab pertanyaan Audrey


Pada saat Jonathan mengetahui kejadian Felix dan Serena di cafe, orang pertama yang menghajar Felix adalah Jonathan, dia sangat murka pada Felix. jikalau Nick dan Antonio tidak datang tepat waktu maka Felix pasti sudah tinggal nama saja.


dari kejadian itu Jonathan meminta Audrey agar ikut pulang bersama nya ke Prancis, tapi bukan Audrey yang menjawab melainkan Nick. Nick harus berbohong pada Jonathan, karena pada saat itu Audrey hilang bak ditelan bumi. namun jika Nick tak berbohong dan mengatakan Audrey hilang maka Jonathan akan semakin membenci Felix.


Akhirnya Jonathan mengalah dan membiarkan Audrey tapi dengan satu syarat, Audrey tidak boleh lagi berhubungan dengan Felix, jika Jonathan mengetahui Audrey berhubungan lagi dengan Felix, maka bukan hanya Felix yang mati maka Nick juga akan dihabisi oleh Jonathan.


"turun dan masuklah" perintah Nick


"baiklah"


tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Nick langsung pergi dari sana meninggalkan Audrey yang mematung menatap mobil Nick yang semakin jauh dari jangkauan mata. itu membuat Audrey bingung dengan sikap dan kata-kata yang diucapkan oleh Nick. tak ingin ambil pusing diapun masuk kedalam mansion tersebut.


Sadar atau tidak sadar, dari tadi ada sebuah mobil yang mengikuti Nick, yang tidak lain adalah Felix, dia memang sengaja memancing Nick untuk menunjukkan kampus dan tempat tinggal Audrey selama ini. Nick yang dari tadi panik karena kemarahan Felix, jadi tak sadar sebenarnya dia dimanfaatkan.


"ternyata kau tidak banyak berubah ya selama ini, kau yang telah mengawali permainan ini maka aku yang akan mengakhiri ini wanita ******, tunggu hadiah mu malam ini sayang." ucap Felix tersenyum menyeringai, setelah itu pergi dari tempat itu


Dan benar saja mansion Mark dibuat gempar, karena ditemukan nya sebuah hadiah yang dibungkus dengan rapi, tetapi cover dan isinya terlihat berbeda karena didalam hadiah tersebut terdapat sebuah kepala wanita yang berlumuran darah dan berbau amis. didalam kotak itu juga terdapat sebuah kertas yang diperuntukkan Audrey.


"nona AES" ucap Joshua menyerahkan sebuah surat


"apa ini?" tanya Audrey mengambil surat dari tangan Joshua


"seperti nya ini untuk anda, karena itu tertulis untuk Emily" Jawab Joshua yang memang tahu nama asli Audrey. Audrey membuka surat itu dan membacanya dengan teliti.


Dear Emily


apa kabar sayang?, apa kau baik-baik saja, kuharap kau tidak baik-baik saja.


kau tahu ini apa, ya, ini adalah kepala wanita suruhan mu yang memata-matai kelompok mafia ku. aku sudah bosan dengan serangga kecil ini, sebab itulah aku memulangkannya. maaf, aku hanya memulangkannya hanya tinggal kepala karena badannya sudah aku berikan pada buaya peliharaan nya adikku.


tak lama lagi, kita akan bertemu kuharap kau tidak akan menjadi wanita lugu lagi ya, karena topeng mu sudah terbuka jadi tidak usah pura-pura lagi didepan ku. cihh, menjijikkan.


begitu lah isi surat nya, Audrey langsung meremas dan merobek kertas itu.


'pria brengsek, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri' batin Audrey geram.


"dimana Mey?" tanya Audrey pada Joshua


"nona Mey sedang memeriksa kepala wanita itu nona" jawab Joshua


"setelah selesai memeriksa nya, kuburkan kepalanya dengan hormat" perintah Audrey


"baik"