
Malam hari di mansion Felix
"siapa laki-laki tadi?" tanya Eric ketika mereka bertiga berkumpul
"sepupu" jawab Nick singkat
"sepupu?" ucap Mike
"iya, tadi kami bertemu sepupu Nick saat mengejar nona Audrey" jawab Eric
"oh ya, kenapa tidak minta bantuan sepupu mu itu untuk membawa adikmu pergi ke Italia?" tanya Eric
"supaya dia tahu disini juga ada Felix?" seru Nick
"iya, memangnya kenapa?" tanya Eric
"kau gila!" seru Nick kesal
"hei,, menangnya kenapa" seru Eric
"apa kalian tahu kejadian setelah Felix dan Eren berciuman? dan kenapa Felix tidak mengejar ily saat itu?" tanya Nick
"apa?" tanya Eric dan Mike bersamaan
"sebelum aku dan Antonio datang ke cefe, Jonathan terlebih dahulu tiba dan saat kami berdua baru saja sampai wajah Felix sudah babak belur dan saat itu juga Jonathan belum berhenti memukuli nya. orang-orang disana hanya menyaksikan tanpa mau melerai karena takut pada kemarahan Jonathan." Nick tampak menggela nafas berat sejenak terdiam lalu melanjutkan tadi
"jikalau aku datang terlambat maka saat itu juga Felix pasti sudah pergi dari dunia ini. itu alasannya mengapa Jonathan sampai saat ini masih membenci Felix, bahkan setelah kejadian itu Jonathan juga terus saja mengancam ku jikalau aku tak menemukan ily yang hilang saat itu maka aku akan terbang hanya meninggalkan tubuh tampan ini didunia" Nick tertawa masih menunjukkan ke narsisan nya sabagai seorang playboy tentu dia akan merasa dirinya lebih tampan dari siapapun
"huuh, jikalau masalahnya jadi begini, kenapa kau tidak bicara baik-baik saja pada mereka berdua?" tanya Mike yang mulai frustasi akan kejadian yang melibatkan dirinya.
"kau ingin aku mati secepatnya Mike?" tanya Nick tersenyum sinis
"maksud mu?" tanya Mike
"mungkin jikalau salah satu diantaranya kalian yang menasihati nya maka dia akan diam dan pergi tetapi jika aku yang menasihati nya maka bisa saja mansion ini akan hancur berkeping-keping dalam sakajap" jawab Nick yang memang tahu sifat Felix
"kalian tahu apa alasan ku untuk bergabung bersama kalian?" tanya Nick serius
"apa?" tanya Eric
"hanya untuk mengagalkan rencana Felix untuk balas dendam" jawab Nick
"jadi itu tujuan mu yang sebenarnya" ucap Mike mengangguk kepalanya
"kau benar-benar sayang padanya" ucap Eric
hening beberapa saat, ketiga manusia itu masih dalam pemikirannya masing-masing
"oh ya, Eric, apa kau sudah tahu apa hubungannya Eren dan Mey temannya ily?" tanya Nick
"mereka adalah saudara tiri" jawaban Eric membuat Nick tertegun akan itu
"apa kau yakin?" tanya Mike
"iya, menurut informasi yang kudapat kan ibunya nona Mey adalah istri pertama dari tuan Arthur Lovian, pengusaha ternama di Jerman. dan ibunya nona Serena adalah istri kedua dari tuan Arthur. informasi yang kudapat kan juga ibunya nona Mey asli keturunan China dan ibunya nona Serena asli keturunan Rusia" jelas Eric
"pantas saja, wajah mereka berbeda" ucap Mike
"apakah mereka hanya dua bersaudara?" tanya Nick yang penasaran dengan kaluarga Mey.
"tidak, nona Mey punya seorang kakak laki-laki. dia bernama Jakob Manfredo Lovian. dia juga pengusaha sukses dari Jerman. awalnya hubungan mereka baik-baik saja, namun setelah kematian ibu mereka, hubungan mereka tak nampak lagi baik. sikapnya berubah 180 derajat, terbukti dari caranya mengelola perusahaan. para karyawan nya mengaku bahwa dia sudah berubah menjadi orang yang kejam dan dingin pada semua orang" jelas Eric
"apa ini alasannya, kenapa saat ini dia ada di Inggris?" tebak Mike
"iya, setelah kejadian itu, nona Mey tidak pernah lagi muncul dimana-mana dan kehidupan mereka sangat tertutup jadi aku tak bisa menggali informasi lebih jauh" jawab Eric
"jadi bagaimana rencana selanjutnya?" tanya Eric mengalihkan pembicaraan mereka
"kau yakin dia akan setuju?" tanya Mike ragu dengan jawaban nick
"tidak sih" jawab Nick tertawa hambar meratapi nasibnya yang bodoh, tak bisa menjadi kakak yang sempurna
"kau saja tidak yakin, bagaimana dengan kami bodoh!" kesal Eric
"hahha, maaf merepotkan kalian karena aku. oh ya, kau bisa mengantarkan Elena lagi kan Mike?" tanya Nick
"kau saja yang mengantarkan perempuan menyebalkan itu! aku tak mau" jawab Mike kesal ketika mengingat jelas bagaimana dia bertengkar dengan Elena yang tidak ada gunanya
"kenapa?" tanya Eric penasaran
"dia sungguh-sungguh berbeda dengan Felix, ocehannya itu membuat ku ingin marah saja" seru Mike
"jadi siapa yang giliran akan mengantarkan Elena?" tanya Nick
"Eric saja, aku besok akan kekantor mengurus serangga-serangga yang tak becus bekerja" ucap Mike meninggalkan ruangan itu
"baiklah, sekalian melihat Maria" ucap Eric
"jika urusan wanita mu saja kau langsung cepat, dasar bucin" ejek Nick ikut meninggalkan ruangan itu.
"hei, tunggu aku!" teriak Eric
Sementara itu di mansion Mark
"Keapa dengan wajah mu?" tanya Mey ketika melihat wajah Audrey yang dari tadi masam
"rupanya Maria juga terlibat dalam rencana kak Nick" geram Audrey
"benarkah?" tanya Mey
" iya, aku tak menduganya. besok akan kuberi dia sedikit pelajaran untuk tidak ikut campur urusan orang!" seru Audrey merasa kesal
"terserah kau saja" ucap Mey acuh
Audrey terdiam masih mengigat apa yang dikatakan Eric tadi saat mengejar nya. menyadari suatu hal membuat matanya membulat penuh
"mati aku" teriak Audrey
"hei, kenapa kau teriak sialan, kau membuat telingaku tuli" seru Mey yang terkejut
"tadi Eric bilang rumor tentang ku?, bukan kah itu adalah rumor tentang nona AES,, berarti,?" ucap Audrey pelan
"kau kenapa sebenarnya?" tanya Mey
"sialan, Mey mereka sudah tahu identitas ku sebenarnya" kata Audrey heboh
"apa bagaimana bisa" teriak Mey
Audrey pun menceritakan semua nya dari awal hingga akhir nya bertemu dengan Jonathan.
"bagaimana ini?" tanya Audrey yang panik
"kita bicarakan besok di markas bersama Joshua karena kak Mark masih diluar negeri. jadi jangan libatkan dulu." Jawaban Mey membuat Audrey sedikit lega
"maafkan aku Mey,," ucap Audrey pelan. menyadari kesalahannya yang sudah fatal
"nasi sudah menjadi bubur. mau bagaimana lagi. sudahlah tidur sana" titah Mey
"huh, baiklah. selamat malam" ucap Audrey
"malam" ucap Audrey