We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Masa lalu Audrey 2



"jadi Felix yang sebenarnya salah paham disini?" tanya Eric pada Nick, terlihat sudah kini laki-laki Asia itu sudah tahu kebenaran dari hubungan sahabatnya itu.


"iya, tapi bukan Felix saja yang salah paham ily pun juga salah paham terhadap Felix. jadi ya,,, beginilah. sekarang mereka ingin balas dendam satu sama lain"


ucap Nick


"benarkah?" tanya Eric menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat bagaimana sikap dingin nya Felix pada wanita.


"hem,, waktu itu kejadian yang tidak terduga terjadi, didepan kepala matanya sendiri" Nick


menggela nafas berat karena kenyataannya Nick sampai sekarang masih menyukai Serena.


"sungguh rumit" keluh Eric mengetuk-ngetuk kepalanya.


setelah itu hening dia antara mereka hingga sampai suara teriakan di lantai bawah membuat mereka kaget dan berlari kebawah


"kak Felix...." teriak gadis itu ketika ada pengawal yang menghalanginya


"nona keluarlah sekarang juga sebelum anda kami seret dari sini" perintah pengawal itu yang merasa jengkel dengan tingkah gadis didepannya itu


"gak mau, aku mau ketemu sama kakak" rengek gadis itu


"Elena!!" seru Nick


"kak Nick mereka jahat padaku" ucap gadis itu yang langsung memeluk Nick


"tuan tad.." ucapan pengawal itu terhenti kala perintah Nick


"pergilah" perintah Nick mengibaskan tangannya


"baik tuan" ucap pengawal itu membungkukkan sedikit badanya, ketika ingin pergi dari sana dia menatap tajam Elena yang kini menjulurkan lidahnya mengejek pengawal itu. huh, sungguh jengkel!


'untunglah bocah ingusan ini mengenal tuan Nick, jika tidak sudah aku patahkan semua tulang nya!' batin pengawal itu merendam amarah nya.


ketika pengawal itu pergi, Nick pun menatap tajam gadis Asia yang ada didepannya itu."kenapa kau kesini El?" tanya Nick yang melepaskan pelukan Elena


"memang siapa yang berani menghalangi ku untuk datang ke sini?" tanya nya angkuh. mendengar jawaban yang sangat angkuh itu membuat Mike menatapnya penasaran. siapakah gadis itu?


dengan penasaran nya Eric pun bertanya. "dia siapa Nick. apa salah satu wanita mu?" tanya Eric yang membuat Nick memukul kepalanya.


"aduh, kenapa kau memukul kepalaku bodoh?" kesal Eric mengelus-elus bagian kepalanya yang terkena pukulan sang sahabat


"kalau bicara itu pakai dipikir-pikir dulu. gak lucu kalau aku bawa wanita sembarang kesini. bisa-bisa digantung aku sama Felix" kata Nick yang tak kalah kesal mendengar ucapan Eric


"jadi dia siapa?" tanya Mike dingin yang malas mendengar perdebatan mereka berdua


"dia adik Felix" jawab Nick santai


"apaa, jadi kau adik Felix?" tanya Eric terkejut memperhatikan wajah Elena.


'pantas saja dia angkuh' batin Mike melihat datar ke arah Elena yang tersenyum menyeringai


"iya kak, kenalkan namaku Elena Alexa Devian"ucap Elena mengulurkan tangannya ke Eric, Eric pun menerima nya sambil tersenyum. tapi ketika Elena mengulurkan tangannya ke arah Mike, Mike hanya diam sambil menatap tangan Elena yang menggantung di udara. Eric yang melihat nya pun langsung mengambil tangan Mike dan mengulurkannya. Elena yang melihat itu pun kesal, sedangkan Mike sangatttt cuek.


"jadi kenapa kau kesini?" tanya Nick mencairkan suasana dingin antara Mike dan Elena


"aku ingin kuliah disini" kata Elena mengalihkan pandangannya ke arah Nick sambil tersenyum manis


"kenapa?" tanya Eric


"apanya kenapa?" tanya Elena bingung


"kenapa kau ingin kuliah disini?" tanya Nick


"karena aku udah bosan di Singapura" jawab nya melihat-lihat ke sekelilingnya seperti mencari seseorang


"kenapa gak ke Belanda aja?" tanya Nick melipat kedua tangannya di dada


"pasti ada alasan lain" ucap Nick memicingkan matanya mencari sebuah kebohongan dari wanita itu


"gak ada" bantah Elena mengalihkan pandangan ke sembarang arah


"bohong" ketus Nick yang sudah tahu Elena berbohong


"aku gak bohong loh, kak Nick sayang" kata Elena mengedipkan matanya genit. Mike yang melihat kegenitan Elena pun merasa jijik dengan nya


"mengaku gak, kalau enggak ku seret kau dari sini!!" ancam Nick menunjuk jarinya kearah pintu utama mansion itu


Elena pun menghela nafasnya panjang, dia menatap Nick sebentar lalu berbicara"issh, iya-iya. sebenarnya aku disini mau ngelindungi kak Felix dari nenek lampir tau gak!!" ketus Elena


"melindungi?? nenek lampir??" tanya Mike yang tak mengerti apa yang dikatakan gadis didepannya itu. gadis aneh!


"siapa nenek lampir?" tanya Eric pemasaran


"itu, si Serena. kan dia baru putus sama kak Felix jadi aku takut nenek lampir itu godain kak Felix. makanya aku kesini buat usir tu nenek lampir dengan sihir ku" jawab Elena menepuk-nepuk dadanya bangga


"boleh ya aku tinggal disini?" pinta Elena mengatupkan kedua tangannya


"terserah, tapi kalau Felix marah bukan urusan ku" jawab Nick berbalik ingin pergi dari sana


"tunggu!" seru Elena menahan tangan Nick, Nick pun berbalik " kak Felix dimana?" tanya Elena


"kakakmu pergi ke Belanda" jawab Nick..


Di markas the prickly red rose


"jadi kau benar-benar akan pergi kak?" tanya Audrey


"hmm" Mark mengangguk sambil sibuk mengecek beberapa berkas kantor nya


"kapan kau akan kembali?" tanya Audrey penasaran


"entahlah" jawab Mark mengangkat kedua bahunya acuh. Mark memberikan beberapa berkas itu ke Joshua dan setelah itu membisikan sesuatu ke Joshua.


"jika ada apa-apa bilang jangan diam aja ya kak" pinta Audrey yang memang khawatir dengan Mark


"iya Audrey" jawab Mark tersenyum tipis sambil mengacak-acak rambut wanita yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri


"hmm, kak..." perkataan Audrey langsung terpotong


"sudahlah Audrey kau terlalu berlebihan" ucap Mey memutar bola matanya malas menghadapi tingkah Audrey yang menurutnya seperti anak-anak


"tapi kan..."


"benar kata Mey, aku tak apa disana jadi tenanglah" pinta Mark


"huuh, baiklah. jaga kesehatan mu" ucap Audrey lesu


"oke"


"apa perlu kami antar ke bandara?" tanya Mey mereka sudah sampai di pintu utama mansion Mark


"tak perlu, aku bisa sendiri" jawab Mark memandang sebentar ke Joshua yang sudah membukakan pintu mobil untuk nya. "jaga diri kalian berdua. aku pergi" pamit mark memasuki mobilnya. Joshua pun menutup nya dan membungkukkan badan nya ke arah Mey dan audrey


"saya permisi mengantarkan tuan Mark" ucap Joshua sopan. Mey hanya mengangguk tanpa memandang Joshua


"hati-hati" ucap Audrey memandang kepergian mereka dengan perasaan campur aduk


Mark pergi mengunakan pesawat terbang karena jika menggunakan helikopter banyak orang yang akan curiga


"sudah, ayo masuk" kata Mey menepuk pelan pundak Audrey. Audrey pun mengangguk saja.