
Sesampainya mereka di mansion langsung disambut celotehan Nick yang dari tadi menunggu mereka tak sabaran. Felix dan Mike turun dari mobil dan berjalan berjalan mendekati Nick.
"kalian kemana saja? kenapa lama sekali?" tanya Nick penasaran, dia lebih penasaran karena tak menemukan keberadaan Eric disana.
"dimana Eric?" tanya Nick lagi langsung dijawab oleh arahan mata Felix. Nick mengikuti nya dan mendekat ke arah mobil. tampak Eric yang babak belur karena sedari tadi di perjalanan memberontak. akhirnya para bodyguard yang jengkel itu menggunakan kekerasan untuk membuat Eric diam.
"astaga, apakah dia baru saja berkelahi dengan orang?" tanya Nick pada Mike, sedangkan Felix sudah pergi dan masuk kedalam.
"tanya saja pada temanmu itu, kenapa dia tidak membiarkan Eric menghabisi bocah ingusan tadi" jawab Mike menunjuk jarinya ke arah Felix yang sudah masuk. Nick masih tidak mengerti dengan perkataan Mike, Mike pun masuk tanpa mempedulikan lagi pertanyaan Nick.
"dasar aneh, bocah ingusan. siapa itu?" tanya Nick pada salah seorang bodyguard yang menopang tubuh Eric masuk ke dalam mansion.
"maaf tuan, kami kurang tahu" jawab dari mereka sopan.
"cih, kalian semua tak berguna" ketus Nick. Nick pun masuk ke dalam mansion langsung disungguhi pemandangan tak enak.
"Elena!" teriak Felix marah sambil menggedor-gedor pintu kamar Elena kuat.
Ceklek..
Elena membuka pintu kamar nya dan tampaklah Elena yang baru bangun tidur.
"ada apa sih, teriak-teriak. aku mengantuk kak" gerutu Elena yang tidak tahunya menguap tanpa menutup mulutnya. itu membuat Mike yang dibelakang Felix hanya menggelengkan kepalanya, heran dengan wanita satu ini.
"dimana wanita itu?" tanya Felix to the poin yang langsung membuat Elena melebarkan matanya dan disana tampak jelas wajah Felix yang marah.
"eum, Audrey bilang dia ada tugas kelompok dengan temannya. jadi tadi dia dijemput oleh temannya" jawab Elena menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sama sekali.
"dan kau percaya?" tanya Felix memelototi Elena
"iya, soalnya Audrey sudah memperkenalkan temannya tadi" jawab Elena tersenyum aneh.
"dasar bodoh!" umpat Felix pergi ke luar dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Nick yang melihat itu pun pergi mengikuti Felix. Mike pun mendekati Elena dengan tersenyum menyeringai.
"kenapa Anda begitu bodoh nona?" tanya masuk Mike yang bermaksud mengejek Elena.
"kau.." geram Elena mendekati Mike dan menarik kerah baju Mike yang membuat mereka semakin dekat. Mike yang diperlakukan seperti itu pun tersenyum sinis.
tiba-tiba Mike menarik Elena lebih dekat dan meremas pinggang Elena dengan satu tangan. Elena tentu saja terkejut dengan tindakan Mike, pandangan mereka pun bertemu.
Deg..
jantung Elena berpacu dengan cepat, ada ketertarikan tersendiri yang membuat mata Mike nyaman untuk dipandang. matanya yang hitam, hidungnya yang mancung. membuat Elena tanpa sadar memegang wajah Mike.
Mike pun sama, wajah wanita Asia itu menurut nya sangat menarik. sadar akan yang dilakukan Mike, diapun melepaskan tangan nya dari pinggang Elena. tapi tidak dengan Elena, yang masih menempel pada Mike.
"sudah puas memandangi wajah ku nona?" tanya Mike menatap tajam Elena. refleks Elena pun mendorong kasar tubuh Mike hingga membuat Mike mundur beberapa langkah.
"ma..af" ucap Elena membungkukkan badannya, wajah nya pun sudah tampak memerah sangking malunya. sesudah itu Elena pun berlari masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan kuat. dia menyandarkan tubuhnya dengan pintu dan memegang dadanya yang terasa berdebar.
"ada apa dengan mu?" tanya Elena pada dirinya sendiri memukul-mukul kepalanya pelan. mengutuk dirinya sendiri.
Yang diluar pintu hanya tersenyum tipis menyadari Elena yang malu
"gadis bodoh" ucap Mike pelan dan setelah itu pergi dari sana.
***
Beberapa jam yang lalu...
Audrey mengirimkan pesan singkat pada Elena untuk menyuruh nya menemui nya di gerbang. Elena pun langsung datang.
"hai" sapa Elena pada Audrey.
"hmm, aku tidak bisa pulang dengan mu nanti" ucap Audrey to the poin
"kenapa?" tanya Elena yang kini tatapannya beralih pada pria berperawakan tinggi yang berdiri di samping Audrey. pria itu tak lain adalah Joshua, Joshua tersenyum menyeringai menatap tajam Elena.
"aku ada tugas lagi bersama temannya ku" jawab Audrey melirik ke arah Joshua.
"oh, yasudah. tapi setelah tugasmu selesai, pulanglah ke mansion kalau tidak kak Felix akan marah loh" ucap Elena memberikan sedikit peringatan bagaimana watak kakaknya itu.
"aku mengerti" ucap Audrey dingin
"yasudah aku masuk lagi, hati-hatilah" pamit Elena sopan
"hmm" setelah itu Elena pun pergi
"kenapa Anda tidak menculiknya saja nona?" tanya Joshua
"jangan libatkan anak-anak Josh" jawab Audrey dingin.
"tapi jika kita menculiknya, bukankah tuan Mark akan bebas?" tanya Joshua lagi
"aku tidak ingin melibatkan masalah ku pada bayak orang" jawab Audrey. "nanti siang jemput aku, aku masih ada kelas tambahan" ucap Audrey meninggalkan Joshua.
"baik nona" jawab Joshua membungkukkan kepalanya
Jam kuliah pun sudah selesai, Audrey keluar gerbang setelah berbicara panjang lebar dengan Maria tentang Eric. diapun menemukan mobil Joshua tapi sebelum masuk Joshua menelepon Audrey
*Audrey:"halo?"
Joshua:"nona, sebaiknya anda tidak masuk ke dalam mobil saya. karena ada beberapa mata- dalamyang mengawasi anda"
Tut..*
Audrey pun mengawasi mereka, dan ternyata benar ada lima orang pengawal yang sedang mengawasi nya. mereka semua berpakaian santai, tapi tentu saja mata jeli Audrey dapat menangkap siapa saja yang melihat nya dengan sorot mata mengintimidasi. Audrey hanya tersenyum dan memanggil taksi yang kebetulan lewat.
"mau kemana nona?" tanya sang supir taksi ramah
"ke pusat pembelanjaan terdekat" jawab Audrey tersenyum pada pria yang sudah berumur itu. inilah sifat Audrey, dia sangat ramah pada orang yang lebih tua darinya.
"baik" ucap si sopir taksi itu. mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. benar saja, kelima orang itu mengikuti taksi yang di tumpangi Audrey. ada yang menggunakan motor, ada juga yang menggunakan sepeda motor.
Beberapa menit berlalu, kini Audrey sudah turun dari taksi dan diapun masuk kepusat pembelanjaan. Audrey berkeliling mencari toko yang ramai pengunjung nya. setelah melewati beberapa toko, akhirnya dia menemukan toko yang sangat ramai pengunjungnya terutama pengunjung perempuan. karena toko itu adalah toko pakaian wanita.
Audrey masuk dan memang dengan sengaja mencari keramaian. dia tersenyum sinis melihat para pria yang memata-matai nya bingung mencari nya. kini Audrey sudah bersembunyi di ruang ganti, dia menunggu sampai mereka keluar. dan itu benar-benar terjadi, karena tak mendapati Audrey disana. mereka mengira Audrey sudah keluar, mereka pun keluar dengan wajah pucat. jikalau menjaga satu wanita saja kalian tidak bisa, lebih baik mati saja. itulah yang dikatakan oleh Felix sebelum pergi.
Audrey telah keluar dari pusat pembelanjaan, sialnya mereka tak sengaja melihat Audrey. aksi kejar-kejaran pun berlangsung, hingga masuk ke jalan-jalan kecil yang sudah lama tidak dilewati. banyak genangan air di sepanjang jalan, sebab itu Audrey harus hati-hati. mereka tak berhenti berlari mengejar Audrey, hingga di satu titik mereka pun kehilangan Audrey. karena gadis itu sudah berada di mobilnya Joshua. mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke markas tersembunyi mereka, tidak sembarang orang pun yang bisa kesana. jalan ke sana pun harus melewati hutan kecil di pinggir kota.
Sesudah mereka sampai, Audrey pun turun dari mobil dan berjalan cepat. sesudah masuk dia melihat Mey yang sedang latihan menembak. kelihatannya Mey sedang marah, itu sebabnya dia menembak tanpa henti.
"kau sudah datang?" tanya Mey tanpa memandang Audrey.
"hmm, bisa kau hentikan itu. kau membuat kebisingan" ucap Audrey dingin dan setelah itu dia duduk bersandar. Mey pun berhenti, meletakkan pistol nya dimeja dan mengambil air dingin. setelah meneguknya, Mey juga ikut duduk di depan Audrey dengan wajah datar.
"bagaimana lukamu?" tanya Audrey yang tak sengaja melihat lengan Mey seperti bekas sayatan.
"sudah membaik" jawab Mey singkat
"dimana kak Mark disekap?" tanya Audrey berdiri dan menggambil minuman dan setelah itu duduk lagi.
"aku di bius saat itu, jadi aku tidak tahu" jawab Mey mengingat bagaimana kejadian di rumah sakit yang membuat Mey kesal.
***
Saat itu..
ada sekelompok orang berpakaian hitam lengkap dengan masker agar tidak ada yang mengetahui wajah asli mereka. waktu masih menunjukkan pukul lima pagi, saat itu Mey pun belum bangun karena seharian menjaga Mark. semua CCTV dimatikan, orang-orang yang ada di sana pun ketakutan.
"kami tidak akan menyakiti kalian, kalau kalian diam dan patuh" ucap salah seorang dari mereka pada kepala rumah sakit yang kini berlutut ketakutan sambil meminta ampunan karena tadi habis dipukuli hingga babak belur.
"apa mau kalian?" tanya kepala rumah sakit itu memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap orang itu.
"kami hanya mau membawa dua orang yang kini berada di ruang VVIP nomor 2 lantai paling atas" jawab orang itu sambil tersenyum devil.
Dari situlah sekitar sepuluh orang masuk bersamaan dan mereka mendapati Mey dan Mark. Mey membuka matanya, seketika terkejut melihat begitu banyak orang berpakaian hitam didepan. refleks menyerang, tapi sudah terlambat. mulutnya duluan dibekap dengan menggunakan kain yang sudah diberi obat bius. Mey pun tak sadarkan diri.
***
setelah berbincang lama tentang strategi menyelamatkan Mark, tiba-tiba ponsel Audrey berbunyi dan terlihat pesan masuk dari Elena
*Audrey cepatlah, kemana saja kau. kak Felix sudah seperti orang kesetanan, ku mohon cepatlah pulang. bukan kau saja yang akan dihukum, tapi aku juga akan menanggung akibatnya.
baiklah aku segera pulang*.
sesudah mengirimkan pesan diapun pamit dengan Mey, dan kembali ke mansion Felix.
saat tiba disana, Audrey tak mendapati para penjaga yang berjaga di tempat biasa lalu dia tersenyum sinis
"dasar bodoh, apa kalian kira aku akan pergi dan membiarkan kalian membunuh kak Mark. dasar aneh!" ucap Audrey, dia masuk dan mendapati Elena yang mondar-mandir cemas. setelah melihat kedatangan Audrey, Elena pun lega.
"kau dari mana saja. kenapa lama sekali?" tanya Elena kesal
"maaf" hanya itu yang diucapkan oleh Audrey
"yasudah, ayo masuk" Elena menarik tangan Audrey dan mengajak nya masuk.
***
pyaar..
benda pecah dan berserakan kembali di markas karena lagi-lagi kemarahan Felix.
"dasar tidak becus, bagaimana seorang wanita lolos dari pandangannya kalian" bentak Felix pada kelima mata-mata yang mengawasi Audrey tadi.
mereka semua diam, tak berani menjawab. semua sudah berlutut gemetaran, berharap sang malaikat datang dan menolong mereka. malaikat yang mereka maksud adalah Eric, dialah yang selalu meredakan amarahnya Felix.
"kalian pikir dia akan datang?. bahkan jika dia datang, dia akan lebih kejam dari pada aku" ucap Felix sambil tertawa sinis melihat mereka yang sedari tadi melihat ke arah pintu.
tiba-tiba ponsel Felix berbunyi dan memperlihatkan nama Mike didalamnya.
pulanglah, wanita itu tidak kabur. benar kata adikmu, dia hanya pergi ke rumah temannya untuk belajar.
pesan dari Mike langsung membuat Felix pergi dari sana dan menuju ke mansion nya sendiri.
***
Holaa semuanya 🖐️
Jangan lupa like, komen and vote nya ya kakak-kakak semua. mohon dimaklumi kata-kata nya masih pada acak-acakan.
tolong dukungannya 😘