We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Gertakan



Mobil mewah itu melaju kencang membelah jalanan kota London yang padat, hingga di lampu merah mobil pun terhenti. meskipun tampangnya datar seperti biasanya, namun tidak dengan hatinya. berulang kali Dany melirik ke spion mobil memperlihatkan Felix yang berulang kali menghela nafas berat.


"jika kau melihat kebelakang lagi, akan ku congkel matamu!" seru Felix yang menyenderkan tubuhnya seraya menutup matanya. mendengar seruan sang tuan, langsung membuat Dany mengalihkan pandangannya.


"apa ada yang salah tuan?" tanya Dany menetralkan air mukanya menjadi sedatar mungkin.


Felix hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Dany. Dany yang melihatnya lagi pun menggelengkan kepalanya. cukup sulit mengenali watak sang tuan!


"anda ingin kesuatu tempat dulu, sebelum pulang?" tanya Dany mencoba mengorek isi hati sang tuan.


Felix membuka matanya dan duduk tegak, mengedarkan pandangannya ke luar jendela dan setelah itu menatap tajam Dany lagi.


"kenapa kau membawaku ke mari, bodoh!" maki Felix kesal yang memperhatikan keluar.


Dany hanya tersenyum tipis dan turun dari mobil. Dany melangkahkan kakinya ke arah pintu mobil belakang dan membukanya.


"silakan tuan" ucap Dany tersenyum menyeringai. Felix yang sedari tadi menatap nya membunuh pun dihiraukan. mau tak mau dia turun sambil menghela nafas panjang.


sekarang mereka ada di sebuah danau buatan yang terletak jauh dari kota, rupanya sedari tadi Felix belum juga sadar kalau Dany memutar arah tujuan mereka.


"kau tunggu disini!" perintah Felix yang langsung diiyakan oleh Dany. Felix melangkah kan kakinya ke dekat danau itu dan duduk dibawah pohon. beginilah cara nya jika menenangkan diri, dia akan pergi jauh dari keramaian.


hening


hening


Sampai....


Bukkk


seseorang yang diatas pohon pun turun tiba-tiba. bukannya kaget, Felix malahan tersenyum sinis melihat orang itu menatapnya penuh dendam.


"akhirnya kau keluar juga" ucap Felix santai. Felix berdiri tegap disampingnya tetapi fokusnya hanya pada danau itu.


"kenapa kau tidak menghindar?" tanyanya dingin seraya melirik sinis Felix. Felix tak langsung menjawab, dia menunggu apa yang akan dikatakan orang itu. "apa kau sudah rela ke akhirat?" tanyanya tersenyum mengejek.


Oh, tidak. ternyata pria itu menembak lengan kanan Felix dengan pistol yang dirancang khusus untuk tidak mengeluarkan suara sedikitpun.


"aku tidak punya waktu untuk meladeni tikus kecil seperti mu" seru Felix sambil membuang air liur nya jijik. melihat itu membuat darah Jonathan mendidih.


Bukkk.


satu pukulan mendarat mulus di rahang Felix hingga disudut bibir nya mengeluarkan darah segar.


lagi-lagi Felix hanya tersenyum menjengkelkan, dia melihat tajam kearah Jonathan yang terlihat emosi.


"dasar dokter gadungan!" ejek Felix yang sengaja memancing amarah Jonathan. dia tahu pria didepannya ini adalah pria yang sulit mengendalikan emosi jika menyangkut adik perempuan kesayangan nya.


Ketika baru saja ingin memukul kembali Felix, tiba-tiba sebuah tangan kekar menahan tangan tangan Jonathan. Jonathan menoleh dan mendapati Dany yang kini menatap nya tajam.


"jaga perilaku anda tuan Smith!" peringatan Dany tak membuat Jonathan bergeming. Jonathan menarik tangannya dan mundur dua langkah.


"oh, kau, anjing peliharaan kesayangan Felix. sudah lama kita tidak bertemu" ucap Jonathan mengejek Dany. Dany yang ingin menghabisi Jonathan pun harus terhenti karena seruan sang tuan.


"maaf tuan, saya hanya ing--"


"pergilah" usir Felix tanpa memandang Dany. Dany pasrah dan pergi dari sana tanpa sepatah katapun keluar dari mulut nya.


melihat kepatuhan Dany membuat Jonathan tersenyum sinis, kini pandangan mereka berdua bertemu.


"ingin adikmu kembali?" tanya Felix melipat kedua tangannya di dada. "patuhi perintah ku dan jadilah budakku, maka akan ku lepaskan adikmu" ucap Felix santai. tak diduga bukannya amarah lagi, Jonathan malah tertawa terbahak-bahak. Felix yang melihat nya pun heran?


"kau sangat lucu, apa kau pikir aku mau menjadi budak dari seorang brengsek seperti mu, sialan?" tanya Jonathan memberhentikan tawanya, kini beralih ketatapan angkuh andalan Jonathan yang mampu memikat hati para gadis jika melihat nya. untunglah Felix bukan wanita, jika tidak.. ck ck ck, maka ntah bagaimana akhirnya.


"oh ya, jadi kau ingin membunuh ku, begitu?" tanya balik Felix dengan nada meremehkan.


Jonathan hanya tersenyum tipis dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya yang mampu membuat Felix tersikap.


Sebuah foto seorang gadis cantik berwajah datar tampak anggun menggunakan pakaian serba hitam seperti sedang menyamar.


foto kedua memperlihatkan gadis itu sedang tersenyum dikamera sambil bergandengan tangan dengan seorang pria tampan disampingnya, bisa dipastikan pria itu adalah Jonathan. mereka seperti sepasang kekasih. terlihat dari gadis itu yang menggandeng mesra tangan Jonathan.


jantung Felix berpacu dengan cepat, dia emosi, namun berusaha menahan emosi nya.


Jonathan yang melihat nya pun tersenyum puas.


"seorang agen intelijen negara Jepang yang menyamar menjadi seorang gadis lugu. apa kau tahu Felix?" ucap Jonathan menjeda ucapannya. Jonathan maju dua langkah dan mengatakan "dia mencintaiku, Felix" bisik Jonathan yang langsung dihadiahkan tendangan keras dari Felix hingga membuat Jonathan jatuh tersungkur.


Jonathan bangkit dan tertawa keras, "Ayara Darissa Devian, menurut ku dia gadis yang manis. bukankah begitu?" tanya Jonathan memiringkan kepalanya.


"jangan berani-berani nya kau menyentuh nya, keparat!" seru Felix mengepalkan tangannya


"well, semua tergantung perbuatan bukan?" ucap Jonathan mengangkat kedua bahunya acuh. "kau yang bertindak, kau juga yang akan. bertanggung jawab" ucap Jonathan pergi dari sana dengan senang hati.


'sialan! bagaimana mungkin dia bisa bertemu dengan Ayara?' tanya Felix dalam hati.


setelah mengunjungi tempat ini, bukannya tenang, hati Felix semakin was-was pada si mafia berkedok dokter itu.


***


Didalam mobil Jonathan tampak senang dengan rencananya yang berjalan mulus.


"lihat saja Felix, kau yang memulai mengganggu keluarga ku. cih, jangan harap kau akan lepas dengan mudah nya" ucap Jonathan melajukan mobilnya dari sana


***


Ayara Darissa Devian?


kira-kira siapa lagi itu yah?


ingin tahu?


lihat aja kelanjutan nya....