We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Kedatangan Serena



"bagaimana?" tanya seorang wanita berpakaian seksi yang baru saja turun dari jet pribadi.


"semuanya berjalan lancar" ucap teman perempuannya yang berbeda dengan wanita itu, wanita ini justru memakai pakaian tertutup, seperti nya sedang menyamar.


"aku akan langsung ke mansion Felix, kau pergilah ke Joel" perintah wanita berpakaian seksi itu.


"baik, hati-hatilah. mereka bukan orang biasa" ucap wanita yang menyamar itu memperingati temannya.


"hahha, baiklah. aku pergi" ucap wanita berpakaian seksi itu tertawa remeh.


'kita akan bertemu lagi sayang' batin nya tersenyum menyeringai.


***


'kenapa kepalaku pusing sekali?' batin wanita itu. kepalanya pusing seperti diputar-putar, kaki dan tangannya tak bisa digerakkan. ada apa ini sebenarnya? samar-samar dia mendengar orang berbicara di telepon, langkah kakinya pun terdengar mendekati wanita itu, membuat nya was-was.


"sudah sadar nona penembak?" tanya pria itu yang kini duduk tepat didepan Mey. oh tidak, jangan bilang itu adalah Nick. jadi benar yang dikatakan oleh Felix, berburu wanita dan wanita itu adalah Mey.


seketika mata Mey terbuka lebar-lebar, melihat Nick yang kini menyeringai didepannya. menggerakkan tangan dan kakinya pun nihil, dilihatnya kaki dan tangannya terikat kuat hingga membuat nya


merah.


"lepaskan aku brengsek!" bentak Mey marah, baru kali ini dia dikalahkan dengan mudah oleh orang yang baru beberapa hari ini dia kenal.


Nick tersenyum menyeringai, dia bangkit dan jongkok di depan tempat duduk Mey. Nick menarik kuat rambut hitam Mey dan memainkannya. Mey yang diperlakukan seperti itu, menarik lagi rambutnya, tapi Nick lagi-lagi menarik nya hingga kepala Mey tertunduk.


"rambut mu indah juga" ucap Nick yang masih sibuk memainkan rambutnya, Mey hanya diam untuk menguasai emosi nya dan Nick tahu itu. dia bangkit dan mengangkat dagu Mey tinggi-tinggi, dilihatnya dengan lekat.


'dia tidak ada mirip-mirip nya dengan Eren, mustahil sekali mereka adalah kakak-beradik' batin Nick yang tanpa sadar mengelus pipi Mey, Mey berpaling dan membuat Nick sadar.


Nick kembali duduk lagi di kursi nya.


"apa kau benar kakak tiri dari Serena?" tanya Nick menatap tajam Mey.


"menurut mu?" tanya Mey balik tersenyum miring


"jawab pertanyaan ku, bukan malah tanya balik" seru Nick kesal, dia mengambil rokok dan menghisap nya kuat-kuat.


"bukankah kalian sudah mencari tahu tentang ku, kanapa masih bertanya lagi?" tanya Mey membuat Nick tambah kesal


"tapi kau sama sekali tidak mirip dengan Eren?" seru Nick menunjuk jarinya kearah Mey


"bagaimana menurutmu jika seorang wanita mengaku anaknya adalah anak orang lain sedangkan dia sudah menikah dengan orang lain" jawaban Mey yang ambigu membuat Nick pusing.


"bicara yang jelas, sialan!" maki Nick emosi


"Athena, kau kenal nama itu?" tanya Mey menyandarkan kepalanya


"ibunya Serena" jawab Nick yang ingat nama orang tua Serena


"dia sudah menikah dengan orang lain, tapi karena suaminya tidak berguna sama sekali. akhirnya dia datang ke papa ku dan bilang masih mencintainya, dan tiba-tiba sekali anak perempuan itu lahir dan wanita licik itu datang kepada papa dan bilang bahwa Serena adalah putri nya. apakah itu masuk akal?" tanya Mey dingin, namun raut wajahnya tak bisa membohongi Nick bahwa perempuan didepannya ini sedang sedih. mata Mey pun sudah nampak berkaca-kaca, namun sebisa mungkin dia memutuskan kontak mata dengan Nick. Nick terkesan dengan ketegaran gadis didepannya itu, jika saja itu orang lain sudah dipastikan dia akan bunuh diri mengikut sang ibu.


"jadi papa mu menerima saja anak wanita itu?" tanya Nick membuang rokoknya dan mengambil alkohol dan meminumnya.


"bukan hanya anaknya, tapi juga ibunya" jawab Mey tertawa miris. Nick tertegun dengan tawa Mey.


'dia masih bisa tertawa dengan keadaan nya yang seperti ini' batin Nick melihat tajam Mey.


"jadi apa mau mu?" tanya Mey menyandarkan lamunan Nick. Nick pun bangkit setelah meletakkan gelas yang ia pegang. dia mengambil dokumen dari ranjang hotel itu. ya, saat ini mereka ada di kamar hotel.


"baca setiap poinnya" ucap Nick membuka dokumen itu dan menyodorkan sebuah kertas pada Mey.


Surat Perjanjian.


Pihak pertama : si tampan Nick.


pihak kedua : Mey Arabella.


baru saja membaca kata-kata pertamanya langsung membuat Mey hampir tertawa, bagaimana Nick menyebut dirinya tampan. padahal tidak ada tampan-tampannya juga.


"kau kenapa?" tanya Nick heran, bukannya marah malah seperti ingin tertawa. apa-apaan gadis bodoh ini. Mey hanya menggelengkan kepalanya, baru saja ingin tertawa. dia langsung melempar tatapan mematikannya.


dikarenakan...


**1. pihak kedua harus mau menuruti perintah


apa pun itu, termasuk menyangkut hal-hal


pribadi.


nya tidak boleh dilanggar apapun itu.


tidak ada bantahan ataupun pelanggaran.


jika terjadi, maka pihak kedua harus


menerima sanksi apapun itu**.


"apa-apaan ini" bentak Mey tak terima


"apa kau buta, tentu saja ini surat perjanjian" ucap Nick enteng.


"aku keberatan" ketus Mey


"banyak omong sekali kau ya!" seru Nick membuka ikatan tangan tapi tidak dengan ikatan kaki. "tanda tangani" titah Nick memberikan sebuah bolpoin.


Mey hanya diam tak bergerak sama sekali dan itu membuat Nick kesal lagi.


"tanda tangani atau aku akan bilang kepada kakakmu, kau ada di London" ancaman Nick berhasil membuat mey mengambil kasar bolpoin dari tangan Nick. dengan berat hati, mau tak mau diapun akhirnya menandatangani perjanjian itu.


"good girl" puji Nick mengelus rambut Mey, Mey hanya membuang wajah nya.


"baiklah aku pergi dulu, kau jadi lah gadis yang diam hari ini. jangan mengacau, kau mengerti!. aku pergi" pamit Nick sebelum mengikat tangan Mey lagi.


"kemari kau brengsek" teriak Mey yang kesalnya minta ampun. Nick hanya tersenyum tipis mendengar makian Mey disepanjang jalan.


***


Siang yang tenang tak ada yang berani mengusik ketenangan mansion milik Felix. tampak tiga orang gadis kini membaca buku di ruang baca, ada Elena, Audrey dan Maria.


Felix dan Mike ada di ruangan khusus sedang berbincang tentang penyerangan yang terjadi di markas mereka yang ada di Jepang, sebab itulah besok Mike akan pergi ke Jepang. Eric, dia sedang mengatur pemerintahan baru di kelompok mafia The prickly red rose. menempatkan beberapa anggota hebat the bloodthirsty untuk mengatur kelompok mafia itu.


Selama beberapa hari ini, memang The prickly red rose di pimpin sementara oleh Eric karena dialah yang diandalkan. Nick?, hanya memakai kekuatan saja tidak otak. sebab itulah Eric yang dipilih.


tiba-tiba ada sebuah keributan yang membuat mereka berlima keluar.


"ada apa?" tanya Felix dingin pada salah satu penjaga mansion


"maaf tuan, ada seorang wanita yang mengaku kekasih anda ingin bertemu sekarang juga" ucap penjaga itu menundukkan kepalanya karena takut dengan reaksi Felix.


Deg..


jantung Audrey berpacu dengan cepat, dia menatap sendu Felix, sedangkan Felix mukanya datar seperti jalan raya!


"kau punya kekasih kak?" tanya Elena yang selama ini dia tahu kakaknya itu belum menjalin hubungan dengan siapapun setelah dengan Serena. bukannya menjawab, Felix malah keluar melihat siapa yang menyebutkan bahwa dia adalah kekasih dari seorang Felix. mereka berempat pun mengikutinya dari belakang.


"hai sayang" sapa seorang wanita berpakaian seksi dengan make up yang tipis namun aura kecantikan nya terpancar bak model papan atas. dia berjalan pelan-pelan dan menghampiri Felix yang menatapnya dingin.


"aku rindu" ucap nya memeluk manja Felix, Felix hanya diam tak membalas ataupun risi pada perlakuan gadis itu.


Audrey membelalakkan matanya melihat siapa yang datang dengan pakaian yang biasa dipakai oleh seorang wanita murahan.


Setelah melepaskan pelukan nya, wanita itu pun mengecup bibir Felix sekilas, itu membuat Audrey seperti di tembak beribu-ribu peluru, nafasnya tercekat di tenggorokan. tangannya mengepal kuat hingga membuat tangan itu gemetar.


wanita itu berjalan ke arah Audrey sambil tersenyum puas melihat wajah Audrey yang merah padam, menahan emosi.


"hai Audrey" sapa gadis itu mengibaskan rambutnya seolah menunjukkan siapa yang paling cantik di sini.


"hai se,, re,na" sapa Audrey sebisa mungkin tersenyum ramah namun beda dengan hatinya yang kini ingin mencabik-cabik wajah gadis yang didepannya itu.


"kenapa kau ada di sini Serena!" bentak Elena mendorong kasar tubuh Serena hampir ingin jatuh, tapi lagi-lagi hati Audrey dibuat remuk karena Felix menangkap Serena dalam pelukannya.


"tidak sopan" ketus Felix menatap tajam ke arah adik perempuan nya itu...


Bagaimana kisah selanjutnya dari percintaan Audrey dan Felix?. apakah harus berakhir dengan kedatangan Serena?.


***


Halo semuanya 🖐️


gimana ceritanya?


jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya 🤣


thanks 😘