
Di Belanda
terdengar jelas jeritan seorang wanita dari ruangan bawah tanah, wanita itu terus menangis dan meminta ampunan dari Felix agar tidak membunuh nya.
"hahahaha" tawa Felix menggema di seluruh ruangan
"sudah kubilang kan, siapa saja yang mengkhianati ku akan mati di tangan ku" bentak Felix. darahnya begitu mendidih karena satu lagi orang kepercayaan nya mengkhianati nya.
"selama ini aku diam, karena aku masih mau memberikan mu kesempatan kedua. tapi semakin ku biarkan semakin saja kau menganggap diam ku itu adalah sebuah kebodohan." seru Felix yang mendekat kearah wanita itu dan menendang keras perutnya alhasil wanita tersebut memuntahkan darah.
"am,,pun tu,,an kasihanilah sa,,ya" mohon wanita itu terbata-bata karena sudah tidak sanggup berbicara lagi
"hahha, kau bilang mengampuni mu. apa kau becanda nona?" bentak Felix yang lagi-lagi menendang keras perut wanita itu
"Daniel!!" teriak Felix dari dalam ruangan bawah tanah tersebut. orang yang dipanggil saat itu sedang makan, ketika mendengar suara teriakan Felix yang membuat siapa saja takut dia pun langsung berlari menuju ruangan eksekusi tersebut.
"ehm, ada apa kak? aku sedang makan, kenapa tidak bisa kau biarkan aku makan dengan tenang" protes Daniel membuat Felix menatap nya tajam, seketika nyali Daniel menciut.
"penggal kepala nya setelah itu bungkus kepalanya kirim kepada siapa dia bekerja selama ini" perintah Felix mutlak
"badannya?" tanya Daniel santai
"berikan kepada buaya peliharaan mu" jawab Felix yang meninggal kan ruangan itu.
"oke, laksanakan komandan" kata Daniel semangat, seketika pandangan nya beralih ke wanita yang kesakitan itu dan Daniel pun mendekati nya.
"jangan,, tolong lepaskan aku tu,,an" ucap wanita itu ketakutan setengah mati
"apa,, melepaskan mu. kau gila jika aku melepaskan mu. maka aku yang akan menjadi santapan buaya-buaya itu. lagipula gara-gara kau lah aku tak bisa makan dengan tenang" seru Daniel yang makin lama makin dekat. sementara tubuh wanita itu semakin gemetaran karena ketakutan.
"Dany!" panggil Daniel
"ya tuan" saut Dany
"astaga kau mengagetkan ku saja" ucap Daniel mengelusi dadanya
"maaf tuan" kata Dany
"sejak kapan kau berada dibelakang ku. kenapa setiap kau datang selalu tiba-tiba tanpa menimbulkan suara sedikitpun" kata Daniel
"ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Dany yang tak mengindahkan celotehan Daniel karena menurutnya itu tak berguna.
"ck, percuma berkata panjang lebar padamu kau pasti selalu diam. lakukan tugasmu padanya. kau kan sudah pasti tahu apa yang diperintahkan kakak pada penghianat ini. aku ingin melanjutkan makanku yang tertunda tadi gara-gara wanita ini" jawab Daniel melirik tajam ke arah wanita tersebut
"baik tuan" ucap Dany singkat.
Saat Daniel keluar dari ruangan itu terdengar teriakan seorang wanita yang memecahkan gendang telinga bagi siapa saja yang mendengar nya.
baru beberapa suap saja Daniel melanjutkan makannya tiba-tiba Dany datang dan mengagetkan Daniel, yang membuat Daniel terbatuk-batuk dibuat nya
"kenapa kau muncul seperti hantu, sialan" umpat Daniel yang kesal
"maafkan saya tuan" ucap Dany menundukkan kepalanya
"yasudah tak apa, ada apa kau kesini?" tanya Daniel
"tuan Felix..." belum sempat menjawab
"benar tuan" jawab Dany
"huuh,,, menyusahkan saja. kenapa disini aku selalu tak bisa tenang" umpat Daniel kesal yang langsung pergi menemui sang kakak.
Tanpa mengetuk Daniel langsung masuk kedalam ruangan Felix karena dia sudah kesal
"tidak sopan!" umpat Felix
"bukan aku yang tidak sopan, kakak yang selalu menggangguku makan!" seru Daniel
"hei, jaga ucapan mu aku ini kakak mu" kesal Felix
"baiklah, aku kalah" kata Daniel sedikit takut
"ada apa kak?" tanya Daniel ramah
"nanti malam aku akan pulang" jawab Felix
"syukurlah" gumam Daniel pelan
"apa kau bilang?" tanya felix
"ehm, gak bilang apa-apa" jawab nya gelagapan
"oh ya, satu lagi. ketika kau menerima anggota mafia baru terutama seorang wanita. jangan bodoh!." seru Felix
"hei,," seru Daniel menunjuk jarinya kearah Felix
"apa!" kata Felix memelototi Daniel
"ehm, tak ada" nyali Daniel menciut
"yasudah aku masih ada urusan aku pergi dulu" pamit Felix menepuk pelan pundak Daniel
"hmm,,"
Di Inggris
Bucin calling
Nick:"apa"
Eric:"kau dimana?"
Nick:"aku masih mengawasi toko kue temannya ily, kau dimana sekarang?"
Eric:"aku ke kantor menemui Mike, dia sepertinya sangat kesal saat ini"
Nick:"kenapa?"
Eric:"entahlah mungkin gara-gara Elena, yasudah aku tutup dulu. jika ada apa-apa beritahu aku"
Nick:"oke"
"huh, sampai kapan aku terus mengawasi begini" ucap Nick yang masih mengawasi toko kue Mey.