We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Tertarik 1



Hanya sebatas hiburan:)


Tanpa mereka sadari bahwa ada empat orang yang dari tadi mengawasi mereka dari kejauhan tapi cukup mengetahui apa saja yang diperbuat kelompok mafia tersebut. ya, mereka adalah Felix, Nick, Eric, dan tak lupa dipendiam Mike.


"wow, gadis itu benar-benar keren" takjub Nick


"apakah dia pemimpin mereka?" tanya Eric


"seperti nya" jawab Felix


'siapakah wanita itu' batin Mike


'sepertinya dia bukan wanita biasa' batin Felix


'pasti wanita itu cantik' batin Nick


'aku harus cari tahu siapa wanita itu' batin Eric


"yasudah mereka sudah pergi, ayo pulang" ucap Mike dingin


"oke" saut Nick


merekapun pulang menggunakan kendaraan masing-masing


Keesokan harinya


"Mike" panggil Eric lembut selembut sutra


'ahh, perasaan ku tak enak' batin Mike


"hmmm" jawab Mike yang masih konsentrasi dengan laptopnya


"apakah aku bisa meminta bantuan mu sobat?" tanyanya


'sudah kuduga' batin Mike lagi


"apa?" tanyanya dingin


"bisa kau temani aku bertemu Maria hari ini?" jawab Eric lembut


"kenapa tidak Nick saja?" tanyanya


"CK, aku tak ingin membawa playboy itu karena dia hanya bisa mengacau" jawab Eric


"Felix saja" ucap Mike enteng


"apa kau ingin besok diberitakan 'Eric Clint Federico tewas mengenaskan'" tanya Eric memelas


"jikalau boleh" jawab Mike enteng


"ckk, aku serius tuan Michael Stive Timothy. tolong lah aku sebentar saja" pintanya dengan wajah memelas


"huuh, baiklah tapi jika lama akan ku pecahkan kepalamu itu didepan kekasih mu" ucap Mike dengan tatapan tajam


"oke, terimakasih kau memang sahabatku" kata Eric seraya memeluk Mike


"lapas kan tanganmu bodoh, aku masih waras" perintah Mike yang langsung keluar dari ruangannya


Di universitas Inggris


Audrey yang sedang melihat ponselnya yang berisi tentang video penyiksaan Clarissa dan Calista tersenyum puas tetapi tak lama setelah itu


"ada apa?" tanya Audrey yang menyembunyikan kegugupan nya


"temani aku yaa, mohon" pinta Maria dengan wajah memelas


"kemana?" tanya Audrey


"bertemu kekasih ku" pintanya


"huuh, baiklah" jawab Audrey


"hore, baiklah let's go" kata Maria dengan semangat. selang beberapa waktu mereka pun tiba di cafe yang sudah dijanjikan


Di cafe


"dimana orang nya?" tanya Audrey


"tunggu lah sebentar lagi, ayo kesana" kata Maria seraya menunjuk kan meja yang kosong


"aku ke toilet dulu ya" ucap Audrey


"oke" kata Maria


"hei honey, apakah lama menunggu" tanya pria itu yang tak lain adalah Eric


"hem, tidak kami baru saja tiba. apakah kau datang sendiri?" tanya Maria


"tidak, temanku ketoilet sebentar dan kau apa datang sendirian honey?" tanya Eric


"temanku juga ke toilet, anyway kau tidak bawa temanmu yang playboy itu kan?" tanya Maria penuh selidik


"tidak, kali ini temanku orang yang pendiam" kata Eric terkekeh geli


"oh" jawab Maria


Sementara itu di toilet.


buukkk..


"maaf, aku tak sengaja" ucap Audrey sambil mengambil tas nya yang jatuh


"Anda tidak apa nona?" tanya pria itu yang tak lain adalah Mike, tanpa sengaja mata Mike menangkap benda yang membuat nya terkejut dan langsung mengambil benda tersebut


"apa ini milik anda nona?" tanya Mike penuh selidik saat itu juga Audrey membulat kan matanya


"iya ini milikku" ucap Audrey langsung mengambil benda tersebut dari tangan Mike dan memasukkan nya kedalam tas tersebut


"maaf, aku permisi" ucap Audrey yang saat itu mulai panik.


"tunggu!" kata Mike menghentikan langkah Audrey yang nyaris pergi


"a-ada apa?" tanya Audrey gugup.


"bukankah itu peluru khusus untuk pistol keluaran terbaru" tanya Mike tersenyum smirk


'mati aku' batin Audrey


"hem, tidak kok" jawab Audrey langsung pergi tanpa mempedulikan Mike yang menatap nya penuh selidik


'sepertinya dia bukan wanita biasa' batin Mike menatap tajam Audrey. setelah itu pergi dari toilet dengan perasaan yang sama.