We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Jonathan Smith dan Gordon Smith



Di sebuah cafe duduklah dua manusia yang saling mengenal satu sama lain. ya, mereka adalah Audrey dan Jonathan


"jadi disini keberadaan mu" ucap Jonathan


"hem, aku sudah lama disini" kata Audrey


"kenapa tadi kau menangis?" tanya Jonathan


"hmm,,, ak,,u tidak menangis, tadi mataku hanya masuk debu" jawab Audrey gugup


"benarkah?" tanya Jonathan curiga


"i,,ya" jawab Audrey gugup


"dimana si playboy?"Jonathan bertanya tentang keberadaan Nick.


"hm,," belum sempat Audrey menjawab Nick sudah datang dari belakang Audrey


"aku disini" saut Nick tersenyum menyeringai


"kemana saja kau, kenapa tidak menjaga ily" kesal Jonathan


"maaf, tadi ada seseorang yang menyusahkan ku" jawab Nick duduk sambil melirik tajam kearah Audrey, Audrey langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang orang.


"jangan sampai lengah kau menjaga ily, jika kau sampai lengah,,," belum menyelesaikan perkataannya Nick memotong


"aku orang pertama yang akan membunuhmu,, bukankah itu yang selalu kau katakan padaku" seru Nick tersenyum sinis melihat Jonathan


"baguslah kalau kau masih ingat" ucap Jonathan dingin


"ada apa kau kemari?" tanya Nick


"urusan pekerjaan" Jawab Jonathan


"hahha, kau hanya seorang mafia berkedok dokter, kira-kira bagaimana reaksi pasien mu, ketika mengetahui, yang mengobati mereka akan juga membunuh mereka" ejek Nick


"tutup mulutmu sialan" seru Jonathan menatap tajam kearah Nick


"well yang aku katakan adalah realita" ucap Nick


"aku mengobati mereka sekaligus memata-matai mereka, jika mereka musuh ku, aku tak punya alasan lain untuk membiarkan mereka semua hidup" kesal Jonathan


'jika saja kita tak punya hubungan darah, pastinya aku sudah menjahit mulutmu yang banyak omong itu, sialan' maki Jonathan dalam hati menatap tajam ke arah nick


"sayangnya kita masih mempunyai hubungan darah, tuan Smith" ucap Nick yang seolah-olah tahu arti tatapan tajam Jonathan kearahnya


"sudahlah, aku pasti kalah jika melawan mu" pasrah Jonathan yang membuat Nick tersenyum puas


"itu pasti" tawa Nick


"tutup mulutmu, ada yang ingin ku beritahu pada kalian berdua" ucap Jonathan serius seketika membuat dua manusia didepannya menatap serius kearah Jonathan


"kak Gordon dijodohkan" ucapan Jonathan berhasil membuat Nick tersedak saat minum air putih didepan nya sedangkan Audrey menganga kaget dengan ucapan Jonathan barusan


"uhuk-uhuk" batuk Nick


"apa" teriak Audrey kaget yang berhasil mengundang perhatian pengunjung cafe tersebut menatap mereka bertiga


"shut, kenapa kau teriak-teriak, lihat lah semua orang menatap kita" kata Jonathan


Audrey yang sadar langsung menutup mulutnya dan menundukkan kepalanya karena malu.


seketika itulah Nick tertawa terpingkal-pingkal dan Audrey masih menatap Jonathan.


"kau bercanda?" tanya Nick disela-sela tawanya.


"tidak" jawab Jonathan dingin menatap tajam Nick yang membuat Nick langsung terdiam


"bagaimana mungkin?" tanya Nick seolah tak percaya akan berita terbaru yang dibawa oleh Jonathan.


"grandma?" ucap Audrey


"grandma?, apa grandma yang menjodohkan nya" tanya Nick


"iya, grandma mengancam jika sampai seminggu ini kak Gordon masih tidak membawa kekasih nya kerumah besar, maka Gordon otomatis akan menerima perjodohan ini, dan waktu nya hanya tinggal tiga hari lagi" jelas Jonathan


"jadi ini alasan lain kenapa kakak pergi tiba-tiba dari Prancis?" tanya Audrey yang memang dari awal ada hal yang aneh dengan Jonathan, Jonathan yang dia tahu adalah Jonathan yang tidak hobi keluar negeri kecuali dipaksa, itupun Jonathan hanya pernah kedua negara saja, yaitu Italia dan Amerika. dan kini ada apa dia ke Inggris?.


Audrey menghela nafas karena memang dia tahu Gordon yang memang tidaklah tertarik kepada wanita bukan karena dia adalah pria normal/tidak, dia adalah pria normal tetapi karena perasaan nya dulu pernah disakiti maka Dari kejadian masa lalu nya itu.


dia tumbuh menjadi seorang pria yang membenci wanita, bukanlah hal yang sulit untuk mencari seorang wanita karena diantara seluruh cucu dari grandma (neneknya Audrey) Gordon lah yang paling tampan. banyak wanita yang menyukai nya bahkan ada yang secara terang-terangan menggoda Gordon tetapi Gordon tak peduli.


maka dari itu dia merubah penampilan nya menjadi culun agar tidak merasa terganggu, dari itulah dia disebut dokter idiot. ya, dia juga seorang dokter sama seperti Jonathan tetapi Gordon bukanlah seorang mafia seperti Jonathan.


grandma sering sekali memaksa Gordon untuk menikah mengigat Gordon lah cucu pertama keluarga Smith. tetapi takdir berkata lain malah Leon lah yang menikah duluan dan sekarang sudah memiliki dua anak kembar.


"kenapa kakak tidak menolong nya?" tanya Audrey


"aku sudah diancam, jika aku kali ini menolong kak Gordon maka bukan kak Gordon yang dijodohkan tapi aku yang akan dijodohkan" ucap Jonathan memelas


"hahha, grandma memang is the best" ucap Nick bangga terhadap neneknya itu.


"kau suka sekali jika orang menderita, tapi tenang sebentar lagi aku yang akan melihat mu menangis tersedu-sedu dikaki grandma" ucap Jonathan tersenyum menyeringai


"apa maksudnya?" tanya Audrey


"sesuai urutan yang pertama kali menikah adalah kak Gordon tetapi karena kak Leon menikah duluan maka kak Gordon yang akan menikah yang kedua" ucap Jonathan


"jadi, apa hubungannya dengan ku?" tanya Nick


"yang jadi urutan selanjutnya siapa?" tanya Jonathan menaik turunkan alisnya sambil tersenyum puas


mendengar ucapan Jonathan, Nick langsung menegang


"maksud mu aku gitu?" tanya Nick


"ya iyalah" seru Jonathan kesal


Glek


Nick menelan ludah nya dengan susah payah


'habis lah aku, pasti sekarang grandma mencari keberadaan ku' batin Nick was-was


Jonathan yang melihat Nick menelan ludah nya seketika tersenyum penuh arti


'****** kau sialan, makan itu. pasti setelah ini kau akan meminta bantuan ku' batin Jonathan


sedangkan Audrey hanya dapat menahan tawanya melihat wajah Nick mulai pucat karena perkataan dari Jonathan.


"ehm, wahai adikku Jonathan yang tampan ma,," ucapan Nick terpotong


"maaf aku tak bisa lama-lama karena masih banyak urusan, anyway rencana pernikahan nya Lima bulan lagi. oh ya, ily apa kau mau kakak antar?" tanya Jonathan pada Audrey


"tentu" Jawab Audrey


mereka langsung berlari pergi dari sana meninggalkan nick, Nick yang ingin mengejar mereka tapi tak bisa karena pesanan Audrey belum dibayar, Nick mendengus kesal


'kenapa hariku begitu sial' batin Nick yang sedang membayar tagihan tadi


sementara didalam mobil Jonathan dan Audrey tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Nick.


'rasakan itu badebah' batin Jonathan menyetir mobil nya


"kemana?" tanya Jonathan


"ketoko kue didepan" jawab Audrey


selama didalam mobil mereka berdua berbincang-bincang tentang masa lalu mereka, terbesit di pikiran Audrey tentang masa lalu nya yang indah ketika papi nya mendongeng untuk Audrey ketika ingin tidur tapi bayang-bayang itu ditepis karena dia mengingat bagaimana dulu papi nya marah ketika nilainya disekolah tidak sebanding dengan nilai Leon, sang kakak.


mobil berhenti, Audrey mengucapkan terimakasih pada Jonathan dan ingin turun tapi ditarik kembali


"ada apa?" tanya Audrey


"jika bisa datang lah lima bulan lagi ke Italia, jikalau bukan untuk mami maka datanglah untuk kedua keponakan mu. bahkan kau saja tak pernah melihat mereka kan?" lirih Jonathan menatap sendu Audrey


"aku tak janji" ucap Audrey dingin dan langsung turun.


'andai kau tahu bagaimana rasa sedihnya mami dan rasa bersalah nya kak Leon ketika tidak melihat kehadiran mu saat pertama kalinya sikembar lahir' batin Jonathan menatap sendu punggung Audrey yang mulai menjauh dari tatapan nya.


Jonathan menancap kan gas dan pergi dari tempat itu menuju ke bandara karena dia cuma tiga hari disana dan hari ini adalah hari terakhir nya.