
Pagi harinya, lagi-lagi membuat mansion Mark gempar. terdengar sebuah kabar yang mengejutkan bahwa seluruh anggota mafia the prickly red rose yang ikut dengan Mark ke Belanda ditemukan tewas.
Audrey dan Mey yang mendengar kan kabar tersebut langsung panik dan pusing karena belum diketahui nya kabar dimana keberadaan Mark, bukan itu saja kabar tentang Global Grup yang merupakan perusahaan besar milik Mark pun kacau karena sebuah masalah. Audrey yang mendengar kan kabar itu langsung meminta Joshua ke kantor untuk menggantikan Mark. Mey dan Audrey juga disibukan dengan pencarian Mark, tetapi dari tadi mereka tidak dapat menemukan apapun.
Audrey pun tak masuk kuliah padahal Mey sudah menyuruhnya tetapi Audrey bersih keras untuk mencari Mey. hingga suatu kabar terdengar bahwa anak buah mereka menemukan Mark, hal itu membuat mereka sedikit lega, tetapi Mark ditemukan tak berdaya dan sekarang sudah berada di rumah sakit. hal itu membuat mereka langsung menuju ke rumah sakit dimana Mark dirawat.
sepanjang perjalanan Audrey tak tenang, dia selalu marah-marah pada si supir untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Hingga beberapa waktu kemudian akhirnya mereka sampai, tak tunggu lama Audrey langsung memasuki rumah sakit dan bertanya dimana ruangan Mark, setelah mengetahui ruangannya, Audrey berlari sangat kencang hingga Mey pun tak sanggup mengejar nya.
hingga tiba disebuah pintu, Audrey membuka pelan-pelan dan mulai masuk. alangkah terkejutnya dia menemukan Mark yang tak berdaya, badan nya penuh dengan alat-alat kesehatan.
"maaf, apa Anda keluarga pasien?" tanya salah seorang dokter wanita yang baru saja selesai mengecek keadaan Mark
"saya adiknya dok, apa yang terjadi pada kakak saya?" tanya balik Audrey yang masih menatap sendu ke arah Mark.
"keadaan pasien saat ini kritis, kecil kemungkinan pasien bisa sembuh karena luka-luka yang ada ditubuh pasien sangatlah parah dan semakin lama denyut nadi pasien pun semakin lemah." tutur dokter cantik itu pada Audrey, Audrey yang mendengarkan perkataan dokter itu pun tertegun dengan apa yang dia dengar.
"untuk langkah yang memungkinkan kita lakukan adalah dengan cara mengoperasi pasien, tetapi melihat keadaannya yang sangat lemah itupun akan menjadi masalah dan resikonya sangat besar" ucapnya lagi
"lakukan apa yang terbaik padanya dok" saut Mey yang baru saja muncul, karena Audrey hanya diam saja.
"kami pasti akan melakukan yang terbaik, kalau begitu saya permisi" pamit dokter itu yang diiyakan oleh Mey.
"sudah kubilang kan, perasaan ku tak rela jika kak Mark pergi sendiri kesana" seru Audrey menunjuk kearah Mey, Mey menghela nafas panjang dan menarik Audrey menuju ke sofa yang ada di dekat brangkar.
"tenanglah dulu" tutur Mey
"bagaimana aku bisa tenang melihat kak Mark begini. apa kau tahu mey disaat semua orang tahu aku putri keluarga Smith, semua orang pasti bersikap baik dan hormat padaku hanya karena keluarga ku. saat aku pertama kali diusir oleh papi semua orang juga tak peduli pada ku, mereka hanya menginginkan hartaku saja. namun saat aku tak membawa nama keluarga Smith dan datang ke negara ini, hanya dua orang asing yang tulus menyayangi ku. mereka adalah kau dan kak Mark. jadi aku tak bisa melihat kalian seperti ini" tanpa sadar Audrey meneteskan air matanya.
Mey tertegun akan apa yang diucapkan oleh Audrey karena nasib Mey dan audrey tak jauh beda.
"aku tahu" ucap Mey yang melihat sendu ke arah Mark.
"bagaimana ini bisa terjadi, apa yang sebenarnya kak Mark lakukan disana?" tanya Audrey pada Mey
"aku juga tidak tahu, dia selalu menutupi semua masalah nya pada kita. apa kita tidak seberguna itu?" tanya Mey tersenyum miris
"jangan bicara seperti itu Mey, kak Mark pasti punya alasan tertentu" seru Audrey kesal
"kau mulai lebih pintar sekarang" puji Mey yang sebenarnya mengejek
"kau meragukan kemampuan ku nona?" tanya Audrey. seketika mereka berdua pun tertawa, melepaskan beban masing-masing.
"apa kau sudah urus administrasi nya?" tanya Audrey
"sudah dan sebentar lagi kak Mark akan dioperasi, berdoa saja untuk kesembuhan nya" jawab Mey
Setelah itu hening diantara mereka, sampai ketika suara ketukan dari luar pintu
"masuk" ucap Mey
"maaf, pasien sudah harus di operasi sekarang dan kami akan membawa pasien ke ruang operasi" tutur salah seorang suster
"silahkan" ucap Audrey tersenyum, suster itupun membalas senyuman manis Audrey.
Baru saja beberapa menit Mark masuk ke ruangan operasi, tiba-tiba sebuah dering ponsel mengejutkan Audrey yang sedang melamun
"siapa?" tanya Mey penasaran
"Joshua" jawab Audrey
"angkatlah" ucap Mey, Audrey pun mengiyakan.
*Audrey:"halo?"
Joshua:"maaf nona mengganggu Anda, ada sebuah kabar yang penting"
Audrey:"apa Josh?"
Joshua:"Calista dan Clarissa melarikan diri dari penjara bawah tanah nona"
Audrey:"apa,, bagaimana bisa?"
Joshua:"seperti nya, ada yang memang sengaja melakukan itu nona"
Audrey:"kumpulan seluruh anggota di markas termasuk 10 unsur, sebentar lagi aku akan sampai"
Joshua:"baik"
tuut*
"ada apa?, kenapa kau marah begitu?" tanya Mey
"si kembar menjengkelkan itu melarikan diri" jawab Audrey mengepalkan tangannya
"apa!" seru Mey
"aku akan pergi" ucap Audrey
"baiklah, aku akan menjaga kak Mark" kata Mey, Audrey mengiyakan dan pergi dari sana
'sepertinya aku sudah terlalu baik pada penghianat-penghianat itu, baiklah akan ku hancurkan kalian hingga berkeping-keping' batin Audrey yang saat ini sangat marah