
Jam kuliah pun sudah selesai, Audrey yang dari tadi cemas akan keadaan Mark pun tak sabar ingin cepat-cepat pergi ke rumah sakit.
awalnya Maria ingin ikut dengan Audrey, tapi Audrey menolak nya karena Audrey takut akan terjadi hal-hal yang tidak diduga.
Audrey masuk kedalam taksi yang awalnya dia pesan tadi dan taksi online itupun melaju meninggalkan kampus menuju ke rumah sakit dengan kecepatan sedang.
selama perjalanan, hanya hening yang tercipta sampai sebuah pesan yang dapat membuat mata Audrey membulat penuh akan apa yang terjadi.
jelas Audrey marah karena pesan itu adalah sebuah foto, yang isi fotonya itu adalah dimana Mark yang saat ini berbaring di lantai tak berdaya dan Mey yang sudah babak belur hingga pingsan. Ting. terdengar suara yang menandakan pesan dari si pengirim misterius.
*bagaimana sayang? kau suka kejutan ketiga yang ku kirimkan padamu?
apa yang kau lakukan pada mereka, sialan!.
hahaha, kau galak sekali sayang. tidaklah kau rindu padaku?
cih, jangan harap brengsek
baiklah-bailah cepatlah datang, aku sudah tidak sabar menunggu mu.
datanglah ke bagian selatan kota London di jalan xxx, disana terdapat sebuah pabrik kertas, aku menunggumu disana sayang*.
Audrey tak membalas, dia ingin mengirimkan lokasi itu ke Joshua tapi seolah sudah tahu apa yang dilakukan oleh Audrey, Felix langsung mengirimkan pesan lagi, kali ini berupa ancaman.
*jangan coba-coba datang membawa serangga-serangga itu. datanglah sendiri. ingat, jika kau melanggar perintah ku, maka kau tidak akan melihat teman-teman mu lagi!
Sialan kau Felix!
hahha, ternyata kau sudah tahu ya. kupikir kau terlalu bodoh.
jangan membuat ku menunggu, datang dalam 30 menit lagi jika tidak kau akan tahu apa yang akan terjadi dimenit selanjutnya.
jangan kau berani-berani menyentuh mereka!
keputusan ada ditangan mu*!
"nona, kita sudah tiba"
"baiklah, terima kasih"
setelah membayar, Audrey mengirimkan pesan pada Joshua aga mengirim kan mobil ke rumah sakit. Joshua bertanya untuk apa tapi Audrey berbohong dengan mengatakan dia hanya ingin membawa Mey jalan-jalan sebentar.
Joshua yang percaya begitu saja, langsung mengirim kan mobil.
Audrey langsung pergi menuju ke lokasi yang dikirim kan oleh Felix.
beberapa menit kemudian, mobil tiba ditempat yang dikirim kan oleh Felix. dia menunggu didalam mobil hingga beberapa menit, namun tidak ada tanda-tanda bahwa ada orang dipabrik itu.
masuklah!
pesan masuk di ponsel Audrey, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak ingin terjadi. Audrey menggunakan topeng nya seperti biasa dan mengambil pistol dan beberapa peluru.
'akan ku bunuh kau hari ini juga pria brengsek' batin Audrey geram dan setelah itu pergi dari mobil dan menuju ke pabrik
Ketika masuk kedalam pabrik, tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya, Audrey mencoba untuk membuka tapi tak bisa dan ketika dia berbalik dia dikejutkan dengan sosok yang tak asing
"Deven" gumam Audrey pelan, bagaimana bisa deven berada disini? itulah yang dipikirkan oleh Audrey.
"halo nona AES" sapa Felix tersenyum menyeringai. Audrey terkejut dengan suara Felix yang dia kenal sebagai Deven.
"suara mu.."
"ternyata anda belum sadar juga ya nona, baiklah jika anda penasaran maka saya akan membuka penyamaran saya" ucap Felix
'penyamaran?' batin Audrey bertanya-tanya.
sosok pria yang pernah dulu mengisi hari-harinya dengan tawa dan cinta, suka ataupun duka pernah mereka lewati bersama. namun, itu hanyalah sebuah masa lalu yang kelam bagi Audrey. Audrey tak dapat berkata-kata, dia hanya diam mematung menatap Felix yang saat ini tersenyum devil kearah nya
"terkejut sayang?" tanya Felix pada Audrey
"kau.." seketika Audrey sadar yang didepan nya bukan lagi orang yang dia cintai melainkan orang yang dia benci
"iya, ini aku. Felix Alexander Devian." ucap Felix dingin menatap tajam ke arah Audrey.
"brengsek!" umpat Audrey yang mengeluarkan pistol nya dan mengarahkan nya ke kepala Felix, Felix yang dapat perlakuan itu hanya tertawa seperti orang gila.
"brengsek?,, baiklah akan kuunjukan seberapa brengsek nya aku!" seru Felix dan memberikan sebuah kode.
Audrey kembali mematung melihat Mey yang di seret oleh Nick dan melemparkannya ke depan Felix
'kak nick' batin Audrey tak percaya
"kau terkejut?" tanya felix dingin
"kak Nick" panggil Audrey yang hanya mendapatkan tatapan dingin dari Nick, dia seolah tak mengenal siapa orang yang di depannya.
karena tidak tahan, Nick langsung meninggalkan tempat itu tapi langsung dihentikan oleh Felix
"kau ingin kemana?" tanya Felix menatap dingin Nick
"aku muak melihat semua ini" ucapan Nick berhasil membuat Audrey lemas, kakak yang dulu peduli padanya kini sudah tidak ingin lagi melihat nya
"kau dengar itu?, dia saja muak padamu. apalagi aku" ucap Felix dingin
Audrey menatap benci pada orang yang didepannya itu.
"aku membenci mu Felix" seru Audrey
"siapa peduli"
"lihatlah temanmu itu, dia sudah dihabisi oleh Nick tapi belum mati. seharusnya aku menghabisi mereka karena kau terlambat, kau terlambat 11 detik dari waktu telah yang ku tetap kan" ucap Felix menatap jam tangannya
"apa mau mu?" tanya Audrey
"aku? tentu saja menyiksa mu, ******" ucap Felix yang menekankan kata ****** pada Audrey
Audrey yang marah langsung menembak Felix, namun secepat kilat Felix menghindar dan menendang tangan Audrey guna menjatuhkan pistolnya.
Perkelahian antara Audrey dan Felix pun tak terelakkan, Audrey yang dipenuhi amarah itu tak sadar sebenarnya Felix memainkan amarah nya. sementara Felix, dia selalu mengelak serangan dari Audrey hingga membuat Audrey lelah. saat itulah waktu yang tepat, Felix langsung memukul keras perut Audrey hingga Audrey jatuh tersungkur.
"ahk.." Audrey kesakitan memegangi perutnya
"hahha, kau sangat lemah. bagaimana orang-orang menyebut mu sang penguasa Eropa." ejek Felix yang tertawa senang.
Nick yang sedari tadi menatap mereka, ingin menghajar balik Felix namun dihalangi oleh Mike.
"kenapa, aku tidak bisa membiarkan adikku kesakitan" seru Nick pada Mike
"jangan membuat hal yang bodoh jika kau tidak ingin membuat nyawa adikmu melayang. jika kau menghajar Felix sekarang maka akan panjang urusannya. lagipula di dalam dunia mafia sudah biasa seperti ini, jadi jangan khawatir" jelas Mike menenangkan Nick
"benar apa yang dikatakan Mike, jangan membuat hal yang lebih dari ini" saut Eric
"huh, sialan" umpat Nick
Audrey yang masih emosi akhirnya bangkit dan kembali menyerang Felix, perkelahian pun terjadi lagi tapi kini lebih sengit. tampak Felix mulai menyerang dan serangan terakhir adalah pukulan yang paling kuat dan kini terkena punggung belakang Audrey hingga membuat Audrey pingsan tak sadarkan diri.
"bawa mereka ke markas" perintah Felix pada Mike, Nick dan Eric
"baik" hanya Eric lah yang menjawab.