
Felix menggenggam erat tangan Serena sambil menatap dingin Audrey yang kini mematung melihat peristiwa itu, tak ada yang bisa diperbuat Audrey karena kini dia sadar bahwa dia bukan siapa-siapa lagi bagi Felix.
'kau lihat kan, bagaimana rasa sakit nya jika kau dihianaati. akan kuunjukan seberapa sakit nya aku ketika melihat mu berdua di hotel bersama pria itu' batin Felix. wajar dia masih sakit hati dengan kejadian beberapa tahun silam, kejadian itu selalu membekas di hati Felix, dia selalu tersiksa dengan ingatan itu.
'baiklah, jika ini yang kau inginkan Felix. ayo kita mulai permainan nya' batin Audrey samar-samar tersenyum miring, Mike yang melihat senyum Audrey heran. dia masih mengamati reaksi Audrey.
'sepertinya dia merencanakan sesuatu' batin Mike bertanya-tanya.
'hahha, akan ku tunjukan, dimana sebenarnya posisimu' batin Serena tertawa melihat nasib Audrey. Maria yang sudah tahu tentang cerita mereka hanya diam tak berniat untuk ikut campur, dia melirik Audrey dan menangkap senyum samar-samar itu menyeringai. dia tahu Audrey punya rencana.
Elena yang sedari tadi menatap membunuh ke arah Serena, tangannya mengepal kuat-kuat, nampak guratan-guratan didahi nya menandakan bahwa gadis Asia itu kini emosi tingkat tinggi.
"aku merindukan mu, sayang" ucap Serena manja memegang pipi Felix, dia sengaja memancing amarah Audrey. tapi Audrey yang sudah terlatih untuk menguasai raut wajah, kini wajah nya biasa-biasa saja, itu membuat Felix dan Serena kesal. sedangkan Mike ingin sekali bertepuk tangan, memuji kepandaian Audrey dalam berakting.
"persetanan dengan rindu mu itu!" bentak Elena marah, dia maju dan menepis kasar tangan Serena yang memegang pipi Felix, dia pun menarik Serena agar menjauhi Felix.
"Auh, Felix.. lihat lah adik ipar. dia menarik ku kasar" Serena membuat nada semanja mungkin agar Felix membela nya.
"jaga sikapmu Elena" ucap Felix dingin. Elena yang mendengarnya tambah emosi.
Elena yang ingin menarik tangan Audrey dan Maria masuk, tapi niatnya diurungkan dengan perintah Felix.
"kau, siapkan kamar untuk Serena" perintah Felix pada Audrey, membuat semua orang membelalakkan matanya. Elena yang ingin menantang perintah kakaknya itu langsung dipotong oleh Audrey sendiri.
"baiklah tuan Devian" ucap Audrey tersenyum manis sampai Mike menggeleng-gelengkan kepalanya. ajaib, gadis di depannya itu adalah aktris paling hebat di dunia. gumam Mike.
Maria mematung menatap sendu Audrey, kini dia tahu rasa sakit Audrey. jika Maria diposisi nya, bisa dipastikan Maria memilih lari dari tempat terkutuk ini. batin Maria menggenggam erat tangan Audrey.
Elena yang sudah marah, masuk tanpa mementingkan apa-apa lagi. dia masuk ke kamar nya dan membanting pintu kamar dengan kuat hingga membuat beberapa penjaga dan maid terkejut.
Audrey masuk diikuti Maria dibelakang nya, setelah melihat semuanya masuk. tiba-tiba Felix melepaskan genggaman tangannya dengan Serena, dan menatap tajam ke arah Serena.
"jaga sikapmu disini, aku tidak mau adikku marah karena kedatangan mu. jadilah tamu yang sopan!" seru Felix berjalan masuk diikuti Mike tanpa melirik Serena yang kini kesal.
Audrey pun masuk ke salah satu kamar tamu dan membersihkan seluruh sisi kamar, kamar itu pun selalu bersih karena setiap kamar yang kosong selalu di bersihkan oleh para maid.
Saat dia berbalik setelah merapikan ranjang, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik nya kasar hingga membuat Audrey terkejut. disana Serena tengah tersenyum menyeringai sambil mendorong kasar tubuh Audrey.
"lama juga kita tidak bertemu nona muda Smith, aku tidak tahu di London kau menjadi seorang pelayan. padahal, jika di Italia kau menjadi putri bak dunia dongeng" ejek Serena melipat kedua tangannya di atas dadanya. dia memandang Audrey dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan jijik.
"kau juga nona muda Lovian. ops, maaf. maksud ku nona Weiss. kau sekarang berubah dari ujung rambut hingga ujung kaki. dulunya Eren yang pernah kutemui sangat lugu dan berpakaian sopan dan kini,,, ck, ck, ck,, tidak pantas!" ejek balik Audrey yang mengatasnamakan Weiss. itu membuat Serena marah. Weiss adalah nama belakang dari mantan suaminya ibu Serena.
"kau.." geram Serena mencekam pergelangan tangan Audrey dengan kuat tapi tiba-tiba ada seseorang yang menepis nya kuat. Serena menoleh ke arah pria yang kini melepaskan kaca matanya. itu adalah Nick yang tersenyum sinis melihat penampilan Serena yang membuat nya muak.
'aku menyesal telah pernah menyukai wanita murahan ini!' batin Nick menatap jijik
"kakak, kenapa kau ada disini?" tanya Audrey tersenyum manis sambil bergelayutan di lengan Nick. Nick hanya tersenyum tipis melihat Audrey. Nick mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan menunjukan nya pada Audrey. Serena yang melihat benda itu terbelalak, sedangkan Audrey tersenyum sinis ke arah Serena.
"ini apa kak?" tanya Audrey memegang kalung berlian itu, terlihat sederhana namun sangat mewah. Nick tak membalas nya, dia langsung pada tindakan nya, dia memasangkan kalung itu pada Audrey. Serena yang melihat itu geram.
"kalung berlian, ini limited edition. hanya ada lima di dunia, aku membelikannya untuk adikku yang tersayang" ucap Nick membuat Serena menelan ludah nya dengan susah payah. Nick sangat loyal, kenapa dulu Serena menolaknya?, itulah isi hati Serena.
"terimakasih" ucap Audrey memeluk Nick setelah melihat ada seseorang yang memata-matai mereka di depan pintu. oh God, jangan bilang itu adalah Felix!. Audrey tersenyum devil melihat Felix pergi dari sana.
'aku akan membalas mu Audrey!' batin Serena mengepalkan tangannya.
***
"tunggu kak!" seru Audrey setelah mereka ada di taman belakang, Nick tak mempedulikan nya, dia terus berjalan dan duduk di kursi yang ada di sana. Audrey yang tak bisa menyamai langkah panjang Nick ngos-ngosan, karena mansion ini sangatlah lebar.
Audrey duduk dan menatap sendu Nick.
"apa?" tanya Nick menatap lurus sambil menyilang kan kakinya, karena tak ada jawaban Nick pun menoleh ke arah Audrey.
"kau kenapa?" tanya Nick memainkan rambutnya Audrey, Audrey melepaskan kasar tangan Nick dari rambutnya.
"rambut ku berantakan kak!" seru Audrey kesal sambil merapikan rambutnya, Nick hanya tertawa kecil melihat ekspresi wajah Audrey yang menurutnya lucu.
"kau tidak apa-apa kak?" tanya Audrey yang berhasil membuat Nick memberhentikan tawanya.
"memangnya aku sakit apa?" tanya balik Nick polos sambil memegang keningnya yang tidak panas sama sekali.
Bugh," kau menyebalkan kak!" seru Audrey kesal
"hahha, baiklah-bailah. jangan marah girl" bujuk Nick menghentikan tangan Audrey yang memukuli nya, Audrey berhenti dan menatap sebal Nick.
"bukan dia saja wanita di dunia ini ily" ucap Nick pelan sambil tersenyum tipis mengigat peristiwa tadi pagi dengan Mey.
"kau jatuh cinta kak?" tanya Audrey jijik, "pasti kau hanya bermain-main dengan wanita polos yang tidak tahu siapa kau sebenarnya" ucap Audrey mengingat bagaimana cara Nick merayu wanita.
"kali ini serius" ucap Nick tersenyum lebar, itu berhasil membuat Audrey penasaran setengah mati. Audrey memegang kedua bahu Nick dan mengguncangkan nya.
"katakan kak, siapa wanita yang tidak beruntung itu?" tanya Audrey yang diselingi ejekan. Nick menatap datar Audrey.
"rahasia" ucap Nick setengah berbisik sambil bangkit dan meninggalkan Audrey di tempat itu.
"hei kak, apakah Gabriel tahu?" tanya Audrey berteriak
"tidak!" jawab Nick sambil melambaikan tangannya tanpa menatap Audrey. Audrey hanya menggelengkan kepalanya heran, kira-kira siapa wanita yang telah membuat si-playboy Nick jatuh cinta?. hem menarik!.
***
***Ikuti terus yak cerita nya, gimana nanti ekspresi wajah Audrey melihat kemesraan Felix dan Serena dan nanti aku juga hadirkan sosok Antonio yang membuat hubungan Felix dan Audrey retak. tapi nanti!.
kita tampilkan dulu sosok Ray Jonathan Smith, gimana ya pertemuan dua orang musuh. Ray Jonathan Smith vs Felix Alexander Devian.
penasaran yak🤣
jangan lupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya
ditunggu loh🤣
thanks***