
Sesaat setelah Mike meninggalkan ruangan itu, Audrey merasakan keheningan malam yang membuat bulu kuduk nya merinding.
seperti tidak ada kehidupan disana, dan dia merasakan perut dan punggung nya masih sedikit nyeri. lagi-lagi usaha nya gagal ketika ingin melepaskan ikatan itu.
Tek
sesaat setelah itu lampu ruangan itu padam, gelap gulita diseluruh ruangan, itu membuat Audrey ketakutan dan refleks berteriak.
"mami..." teriak Audrey sambil menutupi matanya. dia gemetaran membayangkan kejadian saat dia masih kecil terulang lagi.
mendengar teriakan Audrey, refleks membuat orang-orang yang di luar ruangan kaget, apalagi Nick, dia langsung berlari kedalam. tidak peduli peringatan Felix yang melarangnya untuk masuk sebelum di perintah.
brakk..
bunyi terbukanya pintu dengan kuat. Nick langsung menghampiri Audrey dan memeluk nya. dia tahu sejak lama ketakutan Audrey pada kegelapan. Audrey selalu mencoba untuk melawan ketakutan nya, bukannya hilang, ketakutan nya itu bertambah, sebab itulah selama ini sebelum tidur dia selalu ditemani Mey. karena Mey juga tahu ketakutan Audrey.
"tenanglah aku ada disini" ucap Nick setengah berbisik, menepuk pelan kepalanya untuk menenangkan nya.
"aku takut" lirih Audrey yang hampir menangis, tapi coba untuk dia tahan.
"jangan takut, lampu nya sebentar lagi akan hidup" ucapan Nick membuat Audrey sedikit tenang tapi tak dipungkiri bahwa dia masih saja takut.
tak berselang lama, Eric pun juga datang membawa lilin diikuti oleh Mike, mereka berdua sedari tadi melihat apa yang Nick lakukan.
"seperti nya, malam ini lampu tidak akan hidup" ucap Eric yang meletakkan lilin tersebut disebuah meja didekat kursi Audrey
"kenapa?" tanya Nick
"ntah lah, seperti nya ada masalah" jawab Eric yang setelah itu duduk memperhatikan Nick yang masih memeluk Audrey.
Mike diam saja, dia masih berkecamuk dalam pikirannya sendiri
'sebenarnya dari mana dia tahu, aku Michael Wilson?' itulah yang dari tadi dipikirkan Mike
'ada apa sebenarnya dengan nya, kenapa dia takut sekali pada kegelapan. sementara dia adalah ketua mafia?. wanita aneh!' batin Eric bertanya-tanya.
sadar tidak sadar, dari tadi Felix melihat mereka dari ruang lainnya. rupanya ada CCTV tersembunyi di sana, dan lebih parahnya lagi, rupanya Felix lah yang sengaja mematikan lampu di ruangan itu. dia ingin melihat apa benar yang dikatakan oleh Nick bahwa sebenarnya Audrey takut dengan kegelapan atau tidak.
'apa benar yang dikatakan Nick, dia hanya dijebak?' lagi-lagi Felix menyangkalnya.
"ily" panggil Nick menggoyangkan bahu Audrey, tapi tak ada pergerakan sedikit pun. itu membuat Nick panik.
"biar aku periksa" ucap Mike yang setelah itu memeriksa Audrey.
"dia ketakutan jadi sampai pingsan" kata Mike setelah memeriksa memeriksa Audrey.
"kelihatannya dia sangat ketakutan" ucap Eric beranjak dari tempat duduknya dan melihat Audrey.
"bawa saja ke kamar tamu" ucap Mike. memang saat ini mereka berada di mansion Felix.
"tapi Felix.." kata-kata Nick dipotong langsung oleh Eric
"biar aku yang bicara dengannya" ucap Eric yang ingin meninggalkan ruangan itu, tapi Felix duluan tiba didepan pintu
"ada apa menyebut namaku?" tanyanya yang dari tadi melihat Audrey yang masih dalam pelukan Nick. dia ingin datang dan memeluk erat Audrey, tapi lagi-lagi ego-nya lah yang menang. Nick yang menyadari itu hanya ingin tersenyum menyeringai.
"ingin menggendongnya, bung.?" goda Nick. Felix yang mengerti apa yang dikatakan Nick, langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. malu?, jelas karena dia sudah tertangkap basah.
"dia pingsan, bolehkah sementara dia tidur di kamar tamu?" tanya Eric tersenyum manis.
"terserah asal tidak mengacau" kata Felix dingin setelah itu beranjak dari sana meninggalkan mereka berempat.
Saat ini mereka semua sudah ada di kamar tamu, dokter sudah pulang dan mengatakan Audrey hanya kelelahan sebab itulah dia pingsan. dokter juga memberikan beberapa obat.
"jadi, kenapa dia bisa ketakutan seperti tadi?" tanya Mike
"kalian pasti tahu, siapa itu keluarga Smith kan?" tanya Nick yang masih menatap Audrey.
"tahu, mereka adalah orang terpandang di Italia. kekayaannya tidak tertandingi. anak perusahaan mereka menyebar di seluruh penjuru dunia. masuk perusahaan paling besar dan kaya ketiga di dunia" jawab Eric antusias.
"kau benar, sebab itulah banyak orang-orang juga yang tak suka pada mereka dan ingin mengambil kekayaannya itu." ucap Nick
"jadi apa hubungan dengan ketakutan nona Audrey?" tanya Eric
"ada seorang penghianat perusahaan keluarga ily, dia koruptor yang sangat hebat. dia bahkan menyelundupkan narkoba dan memakai nama papi kara untuk memperkaya diri sendiri. saat itu Grandpa berhasil menangkap orang itu dan langsung dimasukkan kedalam penjara. karena sakit hati orang itu ingin balas dendam. pada akhirnya ily di culik saat itu. mungkin dia disiksa disana. beberapa hari disana, akhirnya ily ditemukan, tapi sikap ily bukanlah ily yang kukenal dulu. dia jadi sering melamun dan lebih pendiam. dari sanalah juga dia ketakutan saat gelap" jelas Nick yang menceritakan tentang yang dialami Audrey semasa kecilnya.
"jadi dia trauma?" tanya Mike yang mengerti permasalahannya
"bisa dibilang begitu" jawab Nick
"kelihatannya kalian sangat dekat" ucap Eric
"bahkan dia lebih akrab dengan ku dibandingkan dengan kakak kandungnya sendiri" ucap Nick membenarkan perkataan Eric.
"kau suka padanya?" tanya Mike, yang tak sengaja melihat dari arah pintu Felix yang sedari tadi melihat dan mendengar. Mike sengaja memancing Felix agar keluar dari tempat persembunyiannya.
"kau gila, dia adikku!" seru Nick menatap tajam Mike. Mike pun melirik ke arah pintu, dia sengaja memberikan sebuah kode pada Nick. Nick mengikuti nya dan setelah itu tersenyum menyeringai.
"tapi aku sayang padanya. apa kau ingin menjadi pengganti seorang Felix Mike?, Felix sudah tidak mencintai ily, tapi aku yakin kau bisa mendapatkan hati ily, secara kan kau pria yang tampan dan pria yang berkepala dingin. tidak seperti Felix yang hanya bisa... ya, begitu lah" ucap Nick tersenyum manis, dia menyindir Felix dengan kata-katanya
"kalau boleh kenapa tidak" ucap Mike meladeni kejahilan temannya itu.
Eric yang dari tadi bingung, kenapa Mike meladeni kegilaan Nick, batinnya.
seketika kebingungan nya berganti dengan tawa kecil yang melihat Felix dengan wajah merah menahan seperti menahan amarah.
'apa dia cemburu?' batin Eric
"aku setuju, biar Mike tidak sendiri lagi" saut Eric menambah api kecemburuan didalam hati Felix.
Felix langsung pergi dari sana dengan kesal, sepanjang jalan dia hanya memikirkan apa yang diucapkan oleh Mike tadi
'apa benar Mike menyukai nya, tapi apa peduliku. ahk aku sudah gila!' batin Felix yang keluar dari mansion nya.
melihat Felix pergi, Eric dan Nick tertawa terpingkal-pingkal melihat reaksi Felix, sementara Mike hanya tersenyum tipis.
"dia masih mencintainya, tapi ego-nya terlalu dominan dibandingkan dengan rasa cinta nya" ucap Mike
"kau benar, kita harus bisa mendekatkan mereka berdua kalau begitu" kata Nick menatap Audrey.
"aku setuju" saut Eric tak mau kalah.