We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Bertemu



Sesuai rencana hari ini Nick akan datang menemui Audrey di kampus nya, ditemani Eric yang memang sekalian ingin bertemu dengan Maria. saat itu kampus lagi-lagi dibuat heboh oleh Nick yang mengantarkan Elena, disaat itu juga Audrey baru tiba di kampus.


"kenapa semua orang heboh ya?" tanya Audrey bingung


"kita lihat saja nanti, siapa yang membuat heboh wanita-wanita itu" jawab Maria berpura-pura tak tahu, padahal dia sudah diberi informasi tentang kedatangan Nick.


Disaat mereka jalan menuju kelas tiba-tiba ada sebuah tangan menarik dari arah belakang, saat Audrey membalik tubuh nya mata nya belebar sempurna.ya dia adalah Nick yang membuat semua orang lebih terkejut lagi saat Nick menarik Audrey ke pelukan nya, dipeluknya Audrey seolah-olah tak ingin lagi berpisah setelah bertahun-tahun lamanya.


seketika tubuh Audrey melemah seperti ingin jatuh, mencoba sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak tumpah. dia memejamkan matanya tapi tidak membalas pelukan Nick. orang-orang yang belum mengetahui apa hubungan Audrey dan Nick, berbisik-bisik, ada yang beranggapan bahwa mereka adalah sepasang kekasih dan ada juga yang iri dengan Audrey.


Saat Audrey membuka matanya, tangan Audrey mendorong kasar tubuh Nick hingga membuat nya hampir jatuh, Nick yang terkejut menatap Audrey tak percaya, seketika Nick mengepalkan tangannya menahan amarah karena ucapan Audrey


"apakah anda tak mempunyai sopan santun pada orang asing tuan?" ketus Audrey


"kau bukan orang asing bagiku ily" kata Nick


"maaf, tapi saya sama sekali tidak mengenal anda dan satu lagi nama saya Audrey bukan ily" ucap Audrey dingin


"bukankah namamu Audrey Emily Smith" kata Nick, dia menekankan kata Smith pada kata-kata yang sontak membuat semua orang-orang yang di kampus itu terkejut, karena yang mereka tahu bahwa keluarga Smith adalah orang terpandang.


"maaf, tapi saya tidak mengerti apa yang Anda bicarakan" ucap Audrey yang berhasil membuat Nick murka. Audrey yang ingin pergi dari sana karena semua orang menatap nya kini harus terhenti karena tangan Nick yang yang mencekam nya kuat. tanpa aba-aba Nick menyeret Audrey untuk ikut ke mobil nya, Maria yang melihat itu ingin menolong Audrey, namun sayang Eric menghalanginya nya


"jangan ikut campur urusan mereka honey" perintah Eric


"tapi si playboy itu menyeret Audrey, tidak kau lihat itu sangat sakit" cemas Maria


"biarkan saja, lagi pula kau tidak berhak atas nona Audrey" kata Eric dingin


"tapi aku temannya" kata Maria


"tapi dia kakaknya kan?" kata Eric yang berhasil membungkam mulut Maria.


'benar juga' batin Maria.


Elena yang melihat semua kejadian itu diam mematung


'apa itu salah satu korban kak Nick?, yasudah biarkan saja, bukan urusan ku juga' batin Elena.


Audrey terus memberontak, karena itu membuat Nick tambah jengkel. lama-kelamaan kesabaran nya habis, Nick langsung menggendong Audrey di bahunya bak karung beras.


"lepaskan aku Nick" teriak Audrey tapi sama sekali tak diindahkan oleh Nick.


sesampainya di pintu mobil


"masuklah" pinta Nick setelah menurunkan Audrey dari gendongan nya.


"gak mau" ketus Audrey


"masuk!!" bentak Nick yang sudah emosi


Audrey terkejut dengan bentakan Nick soalnya selama dia hidup belum pernah Nick sekali pun membentak nya dan kali ini berhasil membuat mata Audrey berkaca-kaca ingin menangis. Audrey ingin membentak balik tapi dia takut karena mata tajam Nick seolah mengatakan 'jangan membantah'.


pasrah, itulah yang dipikirkan Audrey saat ini. diapun masuk dengan berat hati. melihat Audrey masuk Nick menutup pintu mobilnya kuat, membuat Audrey kaget. Nick masuk dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa peduli Audrey yang sudah takut.


Perlahan mobil itu melambat, selama didalam mobil tak ada percakapan. Nick sibuk dengan menyetir mobil nya dan Audrey sibuk dengan pemikirannya. mobil berhenti di sebuah taman ditengah kota.


"ily" panggil Nick tapi tak ada sahutan, Audrey memalingkan wajahnya.


"Emily" panggil Nick yang nadanya sudah naik


merasa tak ada sahutan itu membuat Nick tambah emosi


"Audrey!!" bentak Nick. mendengar itu Audrey menangis tersedu-sedu tapi masih enggan menatap Nick, Nick menghela nafas dan melajukan mobilnya ke sebuah minimarket terdekat, setelah sampai Nick turun.


Audrey masih saja menangis sampai Nick masuk kembali kedalam mobil, melihat itu Nick memeluk nya mencoba memenangkan nya.


"maafkan aku" ucap Nick melemah, mendengar itu Audrey tambah menangis. beberapa saat kemudian Audrey tenang didalam pelukan Nick.


"sudah tenang?" tanya Nick


"nih, aku belikan es krim coklat" ucap nick menyerahkan plastik warna putih


Audrey membuka dan memakannya lahap. jikalau Audrey marah atau menangis, Nick pasti akan membelikan nya es krim.


"enak?" tanya Nick, Audrey mengangguk pertanda setuju.


"kakak mau?" tawar Audrey menyodorkan es krim tersebut pada Nick


"makanlah, aku sudah kenyang melihat kau makan" kata Nick. Nick malajukan kembali mobilnya ke taman ditengah kota.


"pulanglah ke Italia" pinta Nick. tampak tangan Nick menggenggam erat tangan Audrey. Audrey terdiam tak mengindahkan Nick.


"ily" panggil Nick


"iya" jawab Audrey menoleh mendapati Nick menatapnya serius


"pulanglah ke Italia" kata Nick


"kakak lupa dengan perjanjian kita?, jikalau kau pulang ke Italia maka aku akan pulang tetapi jika kau tidak pulang maka aku pun tidak pulang" kata Audrey menolak keras.


"tapi aku masih banyak urusan disini" kata Nick menajamkan matanya.


"dan aku juga kuliah disini' kata Audrey yang tak mau kalah


"aku mohon pulang lah, aku akan mengantarmu" pinta Nick menghela nafasnya


"tidak mau" ketus Audrey melepaskan kasar kaitan tangan Nick, itu membuat pria itu kesal.


"ily" peringatan Nick yang sama sekali tidak membuat Audrey mengubah keputusan nya.


"tidak" ucap Audrey


"Emily" peringatan Nick kedua, kini gaya bicaranya sudah naik beberapa oktaf


"turunkan aku" pinta Audrey


"aku masih ingin bicara" seru Nick mencekam kuat stir kemudi


"jika kakak hanya ingin membicarakan hal yang tak penting lebih baik turun kan aku" perintah Audrey


"ily" kata Nick melemah. sudah lelah rasanya.


"turun" teriak Audrey, tatapan matanya sudah menyiratkan banyak luka yang terpendam. hal tersebut membuat Nick tak tega dan akhirnya mengalah


"huh, baiklah" pasrah Nick menepikan mobilnya.


Audrey turun, dan menutup pintu mobil Nick dengan kasar hingga membuat suara yang keras. dia berlalu dengan perasaan campur aduk. antara kesal, sedih dan marah, semuanya keluar dari tangisan yang begitu pilu.


'bagaimana bisa dia meminta ku untuk pulang sedangkan dia tidak pulang' batin Audrey


Sementara itu Nick menelepon Mike.


playboy calling


*Mike: "bagaimana?"


Nick: "pelacak nya sudah ku pasang, tapi dia enggan untuk pulang"


Mike: "tak apa, terus bujuk dia"


Nick: "baiklah"


tutt*...


***


IKUTI TERUS YAKKK