
Malam hari pun tiba juga. Felix baru saja tiba di mansion miliknya karena tadi dia baru saja menyelesaikan penghianat-penghianat yang ada di kantor nya. waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi.
sepanjang jalan, dia bersiul ria, tetapi ketika melewati sebuah kamar. tiba-tiba langkahnya terhenti karena mendengar suara tangisan samar. dia pun berbalik dan sadar bahwa itu adalah kamar yang di tempati oleh Audrey.
Dia penasaran dan berjalan kecil mendekati pintu kamar, membukanya perlahan dan langsung di sungguhi dengan pemandangan, dimana Audrey tengah menangis tersedu-sedu dalam tidurnya.
Felix ingin mendekat, tapi lagi-lagi ego-nya mengatakan dia tidak ada urusan nya dengan wanita itu. tapi itu semua patah karena melihat tangan Audrey gemetaran menandakan dia sedang ketakutan.
Akhirnya Felix memutuskan untuk mendekat, dan menatap Audrey, dia hanya berdiri di samping Audrey tanpa melakukan apapun.
dia ingin memeluk Audrey, tapi seolah ada yang mengatakan untuk tidak melakukan nya.
Seketika Audrey bangun dengan nafas tersengal-sengal, sadar atau tidak dia langsung menarik tangan Felix dan memeluk nya erat sambil menangis. Felix yang diperlakukan begitu hanya diam. tidak membalas atau menolak.
Dia bisa merasakan detak jantung Audrey yang berpacu dengan cepat, tangannya yang gemetaran, dan berkeringat dingin
"aku takut" gumam Audrey pelan. dia masih tidak menyadari siapa yang sedang dia peluk. Felix diam, dia membuang muka ke sembarang arah.
"maafkan aku mami, aku tidak mendengarkan mu. aku takut, mereka ingin membunuh ku. tolong aku.." itulah perkataan Audrey, dia menangis sejadi-jadinya.
"tenanglah" akhirnya Felix berbicara tapi dengan nada yang tak bersahabat. dia kesal pada dirinya kenapa malah membiarkan wanita ini memeluk nya.
Setelah mendengar suara itu, tangisannya pun mulai reda tapi tidak membuatnya melepaskan pelukan nya.
Nick, Mike, dan Eric masuk ke dalam kamar karena mendengar suara tangisan. mereka bertiga tertegun dengan apa yang mereka lihat.
'padahal baru rencananya saja, lihat ini sudah terjadi diluar perkiraan' batin Nick tersenyum menyeringai.
'kau langsung bereaksi' batin Mike tersenyum tipis
'wow, pemandangan yang indah' batin Eric tersenyum penuh arti.
"lihat apa kalian! cepat singkirkan wanita ini" seru Felix tanpa menatap mereka berdua.
"apa dia tidur?" tanya Eric mendekat
"seperti nya" jawab Nick yang mengambil alih tubuh Audrey dan membaringkan nya. Felix langsung berdiri dan menatap tajam Nick.
"dia sudah membuat kekacauan di mansion ku, jangan biarkan dia tidur di sini. bawa dia ke ruang tahanan bawah tanah seperti teman-temannya." ucap Felix pergi dari tempat itu.
"besok pagi, panggil dia ke ruang kerja ku. ada yang mau ku bicara kan dengan nya. dia tahanan disini jadi jangan membuat nya seperti tamu." ucap Felix lagi sebelum pergi.
Nick yang geram pun hanya bisa pasrah dengan setiap perkataan Felix. Nick langsung berdiri sebelum menyelimuti tubuh Audrey.
"kalian kembali lah ke kamar, sebentar lagi pagi jadi aku yang akan membawanya ke ruang bawah tanah." ucap Nick yang masih menatap Audrey.
"kau tidur di sini?" tanya Eric
"iya, aku akan tidur di sofa. sejam lagi akan ku bangunkan dia" jawab Nick yang kini menatap Eric.
"baiklah kami pergi" ucap Mike, yang keluar duluan setelah itu disusul oleh Eric yang sebelumnya berpamitan pada Nick.
Nick menutup pintu kamar dan duduk di pinggir ranjang masih menatap Audrey, dia diam dan masih sibuk dengan pikirannya sendiri. sampai dia pun merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mulai memejamkan mata tapi sama sekali tidak tidur.
***
Halo semua 🖐️
Jangan lupa like, komen, and vote yang sebanyak-banyaknya nya
maaf, kalau kata-katanya masih acak-acakan
mohon dukungannya:)