We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Sahabat Kecilku:)



Sedari tadi Maria tidak berhenti mengomeli Audrey yang menghilang karena diculik, dia juga beberapa kali minta maaf atas keterlibatan Eric dalam penculikan itu. dia benar-benar menyesal karena tidak mengakhiri hubungan nya dengan Eric, Maria juga lebih kesal lagi karena Eric meminta Audrey untuk mewakilinya meminta maaf.


"sudahlah Maria, aku sudah tidak marah lagi padanya. jadi bicaralah pada nya, karena dia sangat rindu padamu. kau mendiami nya juga sudah sangat keterlaluan" tutur Audrey memegang tangan Maria


"aku sangat kecewa padanya, dia tidak mau memberi tahu tentang penculikan mu itu, aku juga tahu dari si playboy tentang itu. inilah kelemahan hubungan kami. dia tidak pernah percaya padaku, padahal setiap masalah ku, pasti ku beritahu padanya. aku sungguh muak menjalani hubungan ini Audrey." lirih Maria melepaskan tangan Audrey dan menatap kosong ke sembarang arah, matanya pun tampak berkaca-kaca mengingat setiap ada masalah di hubungan mereka, Eric tidak pernah membujuk Maria sekalipun Eric lah yang salah. itu lah alasan utama Maria yang ingin mengakhiri hubungan nya dengan Eric.


"aku percaya dia punya alasan sendiri, dia sangat mencintai mu. tapi tidak menunjukkan kasih sayangnya pada mu" bujuk Audrey tidak menyerah


"kau tidak kenal padanya Audrey!" seru Maria yang sudah menangis di pelukan Audrey.


"aku mengenalnya, bahkan sangat mengenal nya" ucap Audrey tegas. mendengar itu kening Maria mengerut, tidak mengerti.


"apa maksud mu?" tanya Maria menghapus air mata nya.


"kau tahu nama asli Eric?" tanya Audrey tersenyum manis


"tentu saja, Eric Clint Federico" jawab Maria


Audrey yang mendengar itu hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya berulang kali. "itu hanya nama samaran nya saja" ucapan Audrey berhasil membuat Maria terkejut.


"kenapa begitu?" tanya Maria penasaran.


"Eric adalah anak konglomerat asal Thailand, dia anak satu-satunya, otomatis dialah yang akan mewarisi harta ayahnya. dia dituntut untuk menjadi pengusaha dan karena tuntutan itulah yang membuatnya tak nyaman. sebab itulah dia pergi untuk mencari kebebasan" jawab Audrey. Maria yang mendengar nya tertegun, jadi yang selama ini menjadi kekasihnya adalah anak orang kaya. itulah yang hati nya pikiran.


"jadi dia ke Inggris hanya untuk mencari kebebasan?" tanya Maria yang masih tak percaya


"iya, dan setibanya di sini. dia bertemu dengan mu dan kalian berpacaran" jawab Audrey tersenyum.


"jadi kenapa dia mengganti namanya?" tanya Maria semakin penasaran


"dia ingin punya teman yang tulus, bukan teman yang hanya mengandalkan kekayaannya" jawab Audrey menepuk pelan bahunya


"dari mana kau mengenalnya, sedangkan saat di cafe itu adalah pertemuan pertama kalian" ucap Maria mengingat pertama kali dia mempertemukan Audrey dan Eric.


"dia adalah teman masa kecil ku" kata Audrey yang lagi-lagi membuat Maria terkejut


"kalian teman kecil?" tanya Maria yang refleks berdiri karena sangking terkejutnya.


"iya-iya, duduklah dulu. kau membuatku malu tau!" ketus Audrey menarik kasar tangan Maria untuk duduk dan Maria pun duduk juga.


"kau tahu kan mami ku berkebangsaan Korea?" tanya Audrey yang membuat Maria langsung mengangguk cepat.


"mami ku mempunyai dua saudara perempuan, mami ku adalah anak kedua. anak pertama bernama Eun Kyung, bibi kyung menikah dengan orang Korea juga dan mempunyai satu anak. bibiku yang terakhir bernama bibi Eun Ae. dia menikah dengan orang Thailand.." belum sempat Audrey meneruskan katanya, Maria langsung memotong nya.


"dan anak bibi terakhir mu itu adalah Eric" sambar Maria membulatkan matanya.


"bukan!, dengarkan dulu aku berbicara bodoh!" umpat Audrey kesal.


"bibi Eun Ae tidak memiliki anak" ucap Audrey pelan


"kalau bibi mu itu tidak memiliki anak, jadi apa hubungannya dengan Eric?" tanya Maria.


"suaminya bibi Eun Ae memiliki seorang kakak dan kakaknya itu adalah ayahnya Eric. karena tidak memiliki anak, jadi bibi Eun Ae menganggap Eric sebagai anak nya." jawab Audrey.


"jadi dia anak angkatnya bibi mu itu?" tanya Maria


"iya dan karena setiap bibi Eun Ae datang ke Italia, dia selalu membawa Eric bersama nya. kau tahu Eric orang nya sangat cerdas, jadi aku selalu meminta nya untuk mengajari ku. dari sanalah kami menjadi sahabat. tapi setelah aku pergi dari Italia, kami tidak pernah berhubungan lagi." jelas Audrey tersenyum mengingat bagaimana sabarnya Eric mengajarinya tentang ilmu teknologi.


"jadi namanya...?" tanya Maria lagi


"nama aslinya Tor Fredrick Tanapon" jawab Audrey yang lagi dan lagi membuat Maria menganga lebar.


"Tanapon?, keluarga terpandang itu. bagaimana bisa.. Tanapon Gold? perusahaan terbesar di Asia tenggara?" tanya Maria heboh


"ya iyalah" jawab Audrey tertawa kecil menatap respon Maria yang menurutnya kampungan. Maria lagi-lagi tak percaya, dia sampai menepuk-nepuk pipi nya berulang kali hingga membuat pipi nya merah.


"jadi kenapa kau tidak mengenali Eric pada saat itu?" tanya Maria kesal


"kami sudah berpisah bertahun-tahun, sebab itulah kami tidak saling mengenal." jawab Audrey, Maria hanya ber-oh ria.


"jadi apa kau yakin ingin memutuskan hubungan mu?. dia anak konglomerat loh" tanya Audrey menggoda Maria.


"tentu saja, kau pikir aku perempuan murahan yang hanya membutuhkan uang!. aku juga butuh cinta yang tulus" ketus Maria membuang muka nya. mendengar itu Audrey hanya tersenyum, dia sangat tahu sekali sifat temannya itu.


"jadi, apa yang akan ku katakan pada Eric. jika dia bertanya apakah kau memaafkan nya atau tidak?" tanya Audrey serius..


"bilang padanya untuk merenungkan kesalahan nya. sekalipun dia laki-laki yang terakhir di dunia ini. kalau dia masih memiliki sifat seperti itu. maaf, seorang Maria Brianna Caroline tidak akan menerima nya." jawab Maria yang berdiri hendak pergi.


"baiklah, aku duluan ya Audrey. dah..." pamit Maria pulang menggunakan taksi. memang, saat ini mereka berdua ada di taman dan masih banyak mahasiswa disana..


"kau tidak salah memilih wanita, Tor" ucap Audrey pelan sambil tersenyum melihat punggung Maria yang menjauh.


Dimasa kecil, Audrey memiliki sahabat yang sangat dekat dengannya. yaitu Eric dan Amber, yang kini sudah menjadi kakak iparnya. hubungan persahabatan mereka bertiga pun diwarnai dengan kebahagiaan, walaupun Eric yang jauh di Thailand itu tak membuat Audrey dan Amber melupakan nya.


'kuharap kedepannya akan baik-baik saja' batin Audrey


***


Haloo semua🖐️


jangan lupa like, komen, and vote sebanyak-banyaknya ya kak. maaf, kalo banyak kesalahan dalam penulisan kata-kata nya.


mohon dukungannya:)