
Kini ruangan yang tadi nya sepi sakarang ramai, namun tidak ada suara sedikitpun. hanya terdengar suara ketukan meja yang di duduki Felix yang sekarang menatap tajam Eric yang duduk di sofa sebrang nya. Mike pun hanya bungkam melipatkan tangannya di dada sambil bersandar di pintu. Maria baru saja membersihkan diri dan sekarang duduk dipinggir ranjang ditemani Elena. sedangkan Audrey terdiam sambil menatap jendela, menatap sibuknya kota London di siang hari menjelang sore.
"huh" Felix menghembuskan nafasnya kasar, berjalan ke arah Mike dan membisikan sesuatu, Mike pun mengangguk pelan dan keluar kamar, terlihat sedang menelepon seseorang.
Eric tampak memijit pelipisnya, menyesali apa yang telah dia perbuat. terbakar apa cemburu sehingga membuat nya begitu gila bahkan sampai memukul keras wajah sahabatnya sendiri. Eric berdiri dan membuat Audrey was-was karena Eric berjalan mendekati Maria yang menunduk. Elena yang melihat Eric mendekat, refleks berdiri di depan Eric. Eric yang melihat tindakan Elena hanya tersenyum kecut.
"minggir lah, aku ingin bicara dengannya" ucap Eric seraya melirik Maria yang membuang muka.
"tidak, kakak akan memukul nya nanti" seru Elena menatap tajam Eric. sebenarnya Elena juga takut dengan Eric, terlihat dari tangannya yang gemetaran. tapi melihat disini ada Felix jadi dia masih mempunyai sedikit keberanian.
"tenanglah, aku tidak akan memukul nya. aku hanya ingin bicara dengannya" ucap Eric melemah menatap sendu ke arah Maria. Elena masih ragu, namun ketika Felix menganggukkan kepalanya pertanda setuju. Elena pun menyingkir.
Audrey yang mengetahui saat ini mereka butuh ruang sendiri pun, keluar dari kamar itu diikuti oleh Elena dan setelah itu Felix.
"jangan macam-macam Eric" bisik Felix pelan tapi mengandung banyak ancaman, Eropa hanya mengangguk. setelah pintu tertutup, hening pun melanda. Eric mendekati Maria dan berlutut di depannya, mengambil tangan Maria dan menciumnya berulang kali. air mata pun tumpah, Eric sangat menyesal dengan yang telah dia lakukan.
Maria hanya membuang muka nya, begitu enggan bertatap muka dengan Eric yang membuat nya begitu muak. beberapa menit setelah itu pun masih hening, hanya terdengar isakan kecil dari Eric.
"maaf..." lirih Eric yang belum berani menatap Maria. Maria hanya memejamkan matanya, berusaha mengatur nafasnya yang sesak. tidak ada yang dikeluarkan Maria, dia hanya diam seperti patung manekin.
***
Sementara itu mereka bertiga kini ada di bawah, lebih tepatnya di taman hotel. diam juga tidak ada suara sampai Elena berbicara.
"kak aku lapar" ucap Elena manja sambil memegang lengan kakaknya.
"mau makan apa?" tanya Felix yang sama sekali tidak risi dengan perlakuan adiknya.
"sepertinya steak enak" jawab Elena antusias. Elena memang hobi makan, jika kau tanya apa hobinya. maka dia akan menjawab. hobiku adalah makan. tapi itulah kebenarannya.
"Mike akan menemani mu makan, iyakan Mike?" tanya Felix pada Mike. melihat tatapan tajam yang tak ingin dibantah itupun akhirnya dengan terpaksa Mike mengiyakan nya. mereka pun pergi meski ada beberapa pertengkaran kecil. apa yang terjadi setelah itu?, hening jugalah.
sampai seseorang pegawai hotel datang menghampiri," maaf tuan saya terlambat, ini barang nya" ucap orang tersebut menunduk hormat
Felix mengambil kotak P3K itu dari tangan nya, "terimakasih" ucap Felix dingin
"ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya nya sopan
"tidak, kau boleh pergi" jawab Felix, orang itu pun menunduk hormat dan pergi dari sana.
Felix berdiri dan berjalan ke arah Audrey yang duduk agak jauh dari nya. Audrey yang mengetahui Felix mendekati nya, segera berdiri dan pergi, namun secepat kilat Felix menarik nya untuk duduk.
"kau mau apa?" tanya Audrey melihat Felix membuka kotak P3K itu.
"apa mata mu buta? tidakkah kau lihat aku sedang apa?" tanya Felix balik yang kini merasa jengkel dengan pertanyaan Audrey
"iya, aku tahu. tapi,,," ucap Audrey terpotong oleh tatapan dingin Felix yang membuat nya membeku.
Felix dengan hati-hati nya, menuangkan alkohol di kapas dan mengarahkan nya ke pipi kiri Audrey. Audrey meringis kecil, Felix dengan telaten mengobati Audrey. jarak diantara mereka berdua pun semakin dekat, karena Audrey terus mundur karena tak ingin dekat dengannya. akhirnya Felix menarik pinggang nya, hingga membuat wajah mereka sangat dekat. bahkan Audrey bisa merasakan deru nafas Felix.
Deg.
beberapa detik kemudian, tampak Mike dan Elena sudah kembali dengan membawa beberapa plastik belanjaan yang isinya adalah cemilan milik Elena. Mike yang melihat adegan itu langsung menarik Elena menjauh dari sana. Elena yang ingin protes langsung ditutup mulutnya dengan tangan Mike.
"ish, apa-apaan kau ini. kenapa menarik ku sih" protes Elena ketika mereka sudah agak jauh.
"lihat itu" tunjuk Mike dengan tangannya. Elena mengikuti kemana arah tangan Mike. dia langsung membelalakkan matanya, sedetik setelah itu dia langsung tersenyum menyeringai.
"wah-wah, ternyata ada adegan romantis dadakan ya" ucap Elena sambil mengangkat tangan Mike dan memeluk nya. Mike yang diperlakukan seperti itu, risi dan diapun menarik tangan nya kasar.
"tidak bisakah kau melihat orang senang sedikit saja" seru Elena kesal
"dasar anak-anak" ejek Mike tersenyum samar-samar. Elena yang mendengar itu cemberut dan meninggal kan Mike mencari tempat duduk lain.
kembali pada yang asik mesra-mesraan, Felix yang akhirnya sadar. ingin menyadarkan Audrey, tapi tiba-tiba ide jail terlintas dipikirannya. Felix dengan tidak ada hatinya, menekan kuat luka bekas pukulan Eric dengan kuat. itu membuat Audrey menjerit kesakitan.
Plak. "Felix sialan!. apa yang kau lakukan brengsek!" teriak Audrey setelah menampar pipi Felix yang membuat sebelah pipi nya merah.
"tidak sopan, apa kau mau berkelahi disini dengan ku" seru Felix menatap tajam Audrey sambil mengelus-elus pipi nya yang masih panas.
"salah siapa menekan luka ku dengan kuat" seru Audrey berkacak pinggang sambil melotot
"dasar lemah" ejek Felix menarik salah satu sudut bibirnya sambil memeluk tangannya di dada.
***
setelah sekian lama diam, akhirnya Maria bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu.
"ayo pulang" ucap Maria pelan
"huh, baiklah ayo" ucap Eric menggenggam tangan Maria tapi langsung di tepis Maria.
tak ingin merah lagi, akhirnya Eric mengikuti Maria untuk turun ke bawah menemui yang lainnya.
Setelah sampai dibawah Maria langsung mendekati Audrey untuk menjauhi Eric. Eric yang menyadari itu hanya menghela nafasnya, setidaknya dengan begini. Maria lebih tenang kejadian yang baru saja dia alami.
Audrey masih cemberut ingin memasuki mobilnya Mike, tapi langsung di tarik oleh Felix. mau tidak mau diapun ikut juga.
Maria ikut ke mansion Felix karena perintah yang mulia Felix, karena ada hal yang ingin diluruskan tentang kejadian ini.
***
Halo semuanya 🖐️🖐️
jangan lupa like, komen, dan vote ya kakak-kakak semua.
maaf kalau tulisannya masih acak-acakan.
semoga suka dengan cerita nya
thanks 😘