
Malam hari nya di mansion Felix
"pelayan" panggil Nick
"ada yang bisa saya bantu tuan?"
"panggilkan Elena untuk makan malam" perintah Nick
"baik tuan"
"Nick" panggil Eric
"apa?"
"aku punya informasi tentang adikmu itu" kata Eric
"benarkah?" tanya Nick
"iya, bahkan informasi yang sangat mengagetkan. aku sampai terkaget-kaget" jawab Eric melebih-lebihkan
"oke nanti kita bahas"
"selamat malam" sapa Elena
"malam" jawab Eric
"oh ya, kak Nick besok antar aku ya" pinta Elena
"kemana?" tanya Nick
"ke kampus" jawab Elena
"baiklah"
makan malam berlangsung tanpa ada suara hanya ada dentingan sendok
"ayo" kata Nick
"kalian mau kemana?" tanya Elena
"bukan urusan anda" jawab Mike
"ikut" pinta Elena
"gak, besok kan kau kuliah jadi belajar sana" ketus Nick yang membuat mata Elena berkaca-kaca
"adik kecil, besok kan ada mata kuliah, jadi harus belajar. kalau gak belajar nanti kak Felix marah loh" bujuk Eric yang memang paling baik diantara yang jahat
"yaudah deh" jawab Elena mengalah dan langsung pergi ke kamar nya.
"ayo" ajak Eric
Di ruangan khusus
"ada apa?" tanya Mike
"kemari, akan ku tunjukan sesuatu" ajak Eric
Eric mengeluarkan pistol dan peluru didalam kotak di lacinya
"kenapa dengan pistol nya?" tanya Nick
"bukan kah itu.." ucap Mike
"ya kau benar Mike, ini perluru yang kau temukan di dalam tas nona Audrey" ucap Eric
"tunggu-tunggu maksud kalian apa?" tanya Nick
"apa!!" Nick terkejut
"iya, dan waktu ku tanya dia ketakutan seperti pencuri yang tertangkap basah" kata Mike
"dan aku juga baru ingat bahwa dia adalah teman Maria" kata Eric
"jadi?" tanya Nick
"peluru ini hanya dibuat khusus dan harga nya pun fantastis, hanya ada lima di dunia. jadi aku yakin adik mu itu bukan orang sembarangan" jelas Eric
"kalian tahu salah satu mata-mata ku mencari tahu bahwa yang membuat ini adalah petinggi mafia PRR." kata Eric
pernyataan Eric membuat Nick menegang
'apa yang selama ini aku lewatkan' batin Nick
"ini berkas yang mata-mata ku curi tentang siapa saja yang memiliki peluru ini" kata Eric menyerahkan sebuah berkas yang masih disegel
Mike membukanya dan membacanya dalam hati
"bacakan Mike" ucap Eric
"satu peluru dihargai 100 juta, wah sepertinya adikmu salah satu anggota mafia Nick" ucap Mike
"pembelinya pertama salah seorang mafia dari daerah timur dunia, yang kedua mafia dari Rusia, yang ketiga orang-orang kita, yang keempat mafia dari Jepang dan yang kelima ketua PRR sendiri" baca Mike
"siapa inisial ketua PRR?" tanya Eric
"nona AES" jawab Nick
"itu berarti A untuk Audrey, E untuk Emily, dan S untuk Smith. bukan kah begitu?" tanya Eric
"kau benar" kata Mike
Nick yang mendengar kan itu mematung, mulut nya bungkam tak dapat berkata-kata
'ily, apa semua ini benar?' batin Nick
hening, itulah yang terjadi diantara mereka
"jadi apa rencana kita selanjutnya?" tanya Eric pembuka bicara
"bisa aku minta tolong?" tanya Nick
"apa?" tanya Eric
"kita jauhkan ily bertemu dengan Felix" Jawab Nick
"kenapa?" tanya mike
"jika sampai Felix mengetahui semua ini maka perang akan terjadi. apalagi jika dia tahu ily adalah seorang mafia maka akan ada ajang pembalasan dendam diantara mereka" jelas Nick
"aku akan bantu" jawab Eric
"tapi aku tak akan janji" jawab Mike
"kenapa?"
"kalian tahu sendiri kan Felix itu bukan orang bodoh yang dapat dikelabui dengan mudah" pernyataan Mike benar
"kau benar jadi kita harus berusaha" ucap Nick
kedua nya mengangguk pertanda setuju