We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Bertemu Lagi!



Pagi itu di mansion Mark tampak Audrey baru turun dari lantai atas dan menuju ruang makan


"pagi" sapa Audrey yang mendudukan dirinya disalah satu kursi


"hmm" sahut Mey


"ehm, Mey" panggil Audrey


"ada apa?" tanya mey


"apa kau masih marah padaku,, aku memang tak tahu apa-apa. maaf kan aku" pinta Audrey memelas


"sudahlah tak apa" jawab Mey


"ehm, apa aku boleh ikut ke toko kue hari ini?" tanya Audrey


"memang kau tidak kuliah?" tanya Mey


"tidak, boleh ya?" mohon Audrey


"terserah" ucap mey


Di mansion Felix


di meja makan sudah berkumpul empat manusia yang sedang sarapan pagi, rencananya Nick akan kembali bertemu dengan Audrey, dia sudah mengirimkan beberapa mata-mata untuk mengawasi toko kue milik Mey


"ehm, nanti Eric yang mengantarkan mu ke kampus" ucap Nick di sela makan nya


"kenapa tidak kakak saja" kata Elena


"aku mempunyai urusan" saut Eric


"aku juga harus menemui adik ku nanti" seru Nick


seketika tatapan Nick dan Eric mengarah pada Mike, Mike yang mengerti arti tatapan itu hanya acuh.


"Mike bisa kau antarkan Elena" pinta Nick.


"aku sibuk" seru Mike


"ayolah Mike, cuma mengantarkan Elena saja" pinta Eric


"dia mempunyai kaki dan tangan, kenapa tidak pergi sendiri?" ketus Mike yang masih fokus pada makanannya sendiri


"saat dia kemari aku langsung memberi tahu Felix, dia mengizinkan Elena disini tetapi jikalau kemanapun dia harus diantar dan dijemput" jelas Eric


Mike masih diam dan tak mengindahkan perkataan Eric dan Nick


"memohon lah" perintah Mike tersenyum sinis


"apa" seru Nick dan Eric


"tidak mau?, yasudah" ucap Mike dingin


"Mike, sobatku yang paling baik. bisakah kau mengatakan nona Elena ke kampus. aku mohon" pinta Eric memelas


'cih, mau muntah aku!!' batin Eric


"iya Mike, kami mohon" ucap Mike


'sialan kau Mike, lihat saja jikalau kau ada masalah akan kusuruh kau mencium kaki ku' batin mike.


Mike tersenyum menang karena melihat Nick dan Eric memohon


"drama yang menjijikan, tapi aku senang. sering-seringlah memohon begini" ucap Mike


"cepatlah aku tak ada waktu buat orang yang malas" seru Mike menatap Elena tajam setelah itu dia pergi untuk mengambil mobilnya.


"hei, siapa yang malas" teriak Elena tak terima


"sudahlah Elena, dia memang seperti itu orangnya" ucap Nick


"benar, sebaiknya cepat susul dia atau kau akan ditinggalkan" tutur Eric


"baiklah" ucap Elena beranjak keluar


"cepatlah masuk kau menyusahkan saja" ketus Mike membuka kaca mobilnya tanpa memandang Elena


"kenapa kau kasar sekali pada wanita, tidak bisa sedikit sopan" seru elena yang duduk dibelakang


"hei, aku bukan supir mu bocah" umpat Mike


"siapa yang bilang kau supir ku?" tanya Elena polos


"duduk didepan" titah Mike


"tidak mau" tolak Elena mentah-mentah


"turun" seru Mike


"gak mau" ketus Elena, Mike menatap Elena tajam seperti ingin menelan orang hidup-hidup


"iya-iya, aku pindah" kata Elena langsung cepat-cepat pindah ke depan


"kenapa kau kasar sekali pada wanita, siapa yang akan mau menikah dengan pria kasar seperti mu?" ketus Elena


"banyak bicara sekali kau" seru Mike


"ya iyalah, kau pria kasar seharusnya di nasihat tin biar lembut sedikit jadi orang" ketus Elena


"tutup mulutmu"ucap Mike dingin dan menambah kecepatan mobilnya karena sudah tak tahan dengan celotehan gadis disampingnya


sementara itu di meja makan


"aku sudah dapat kabar, nona Audrey dan temannya itu akan ke toko kue" kata Eric


"baiklah aku akan pergi" ucap Nick


"aku ikut" saut Eric


"katanya kau ada urusan" kata Nick bingung


"iya, urusanku menemani mu" ucap Eric tersenyum tanpa dosa


"sialan kau ini, gara-gara mu aku harus memohon pada Monster itu" umpat Nick


"hehe, maaf kan aku sobat" ucap Eric


"yasudah ayo"


"let's go"


Di toko kue


"pagi nona Mey, nona Audrey" sapa salah satu karyawan Mey yang bernama Sarah


"pagi juga Sarah" sapa balik Audrey


"pagi" jawab Mey


mereka masuk keruangan Mey


"oh ya Mey, apa kau sudah tahu kabar kak Mark?" tanya Audrey


"masalah yang dihadapinya belum selesai, karena beberapa mata-mata kita ditangkap musuh, jadi aku sudah mengirimkan beberapa orang untuk menyusul kak Mark ke Belanda" jelas Mey


"apa kita tidak seharusnya menyusul ke Belanda?" tanya Audrey


"tidak perlu, kak Mark melarang" jawab Mey


"ya mana aku tahu" jawab Mey


'pasti kak Mark mempunyai rencana' batin Mey


tok


tok


tok


"masuk" kata Mey


"permisi nona Mey, didepan ada orang yang mencari nona Audrey" tutur sarah


"siapa?" tanya Audrey


"maaf nona, saya tidak tahu"jawab Sarah


"mungkin salah satu teman kuliah mu, temuilah" ucap Mey


"baiklah"


"maaf anda si..." perkataan Audrey terpotong karena melihat sosok laki-laki yang tak asing didepan nya


"halo ily" sapa Nick


"kenapa kau disini?" tanya Audrey dingin


"kau tidak rindu pada kakakmu ini?" tanya Nick


"pergilah" pinta Audrey


"pulanglah" ujar Nick


"huh, sudah berapa kali ku bilang 'aku tak mau pulang', apa kau tak mengerti" seru Audrey


"kenapa semakin kesini, kau selalu membantah perkataan ku" nada suara Nick sakarang terdengar tak bersahabat lagi karena sudah mulai terpancing Amarah


"kenapa semua orang hanya bisa memerintah ku saja" tanya Audrey


"karena kau hanya memikirkan ego mu saja" teriak Nick yang sudah marah


semua orang disana menatap heran pada Audrey dan Nick


"ayo ikut" kata Nick menarik tangan Audrey keluar dari toko itu


"gak mau, kau selalu memerintah ku" teriak Audrey


"kau.." geram Nick


"ada apa ini?" tanya Mey yang baru saja keluar dari ruangannya, tatapannya langsung menuju Nick yang mencekam tangan Audrey


"apa yang Anda lakukan, lepaskan dia untuk" seru Mey


'bukankah ini wanita yang kemarin?, oh.. dia teman ily' batin Nick


"bukan urusanmu, ayo pulang" kata nick


"jelas urusanku, dia sahabat ku!" kata Mey


"oh ya, baiklah. jika kau sahabatnya, maka aku adalah kakaknya. jadi menurut mu siapa diantara kita yang lebih berhak?!" tanya Nick


Mey seketika itu bungkam, karena tak ada jawaban dari Mey. Nick langsung menarik paksa Audrey keluar dari toko itu. karena tak ada jalan lain, terpaksa Audrey menginjak kuat kaki Nick dan lari dari sana


"akh,, sialan" umpat Nick


"ily" teriak Nick memanggil-manggil Audrey tetapi Audrey tetap lari. Eric yang melihat kejadian itu dari kejauhan langsung lari mengejar Audrey.


"nona Audrey.." teriak Eric sambil mengejar Audrey


'shit,, kenapa larinya cepat sekali' batin Eric


karena tak sanggup mengejar Audrey, Eric memotong jalan lewat gang sempit


Audrey yang berlari sambil terus menangis, karena memang Nick adalah salah satu orang yang mampu membuat Audrey menangis karena dia memang manyayangi Audrey. namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik nya dan hampir jatuh


saat melihat siapa yang melihat nya, Audrey terkejut, dia kira yang menarik nya adalah Nick namun salah ternyata dia adalah Eric


"kau..?" kata Audrey sambil menunjuk Eric


"aku Eric" kata Eric


"maksud mu apa menarik ku" seru Audrey seraya menghapus air matanya kasar


"nona Audrey, aku mohon ikuti lah permintaan Nick, karena dia sangat menyayangi mu" pinta Eric


"oh, jadi selama ini kau yang memberi tahu kak Nick aku disini" kata Audrey murka


"iya, jadi aku mohonlah pulang" pinta Eric memelas


'jadi selama ini Maria?, sial!' umpat Audrey dalam hati


"kau tak punya hak untuk memerintah ku" bentak Audrey meninggal kan Eric


"jadi memang benar apa rumor yang berkembang saat ini tentang mu bahwa kau egois" teriak Eric


"ya, aku memang egois. kau puas?" seru Audrey


seketika Eric bungkam karena melihat mata Audrey berkaca-kaca, Audrey langsung pergi dari sana.


Eric yang melihat Audrey pergi ingin mengejar nya namun sebuah tangan menghalanginya, ya dia adalah Nick


"Nick" ucap Erik


"jangan ikuti dia" kata Nick


"kenapa?" tanya Eric


"lihat lah itu" tunjuk jari Nick mengarah pada sosok pria yang menghampiri Audrey


"siapa dia?" tanya Eric


"Jonathan" jawab Nick tersenyum tipis


sebuah tangan menghentikan langkah Audrey


"apa lagi!!" seru Audrey, saat membalikkan badannya Audrey tersikap dengan sosok yang tak asing baginya


'jonathan' batin Audrey


"hai gadis tengil" sapa Jonathan tersenyum hangat saraya memeluk Audrey, Audrey membalas pelukan Jonathan hingga membuat orang disekitar mereka iri.


"kau sedang apa disini?" tanya Audrey melepaskan pelukan nya


"kakak sedang ada pasien khusus di Inggris, jadi kesini. kau sedang apa disini?" tanya Jonathan


"kakak?" ucap Audrey langsung tertawa lepas


"kenapa kau tertawa gadis tengil" tanya Jonathan


"kita hanya berbeda delapan bulan kenapa aku harus memanggil mu kakak" kata Audrey disela-sela tawanya


"sialan kau ini!" umpat Jonathan itu tertawa


Kara, yaitu papi nya Audrey yang mempunyai seorang kakak yang tinggal di Prancis namanya Edward Afro Smith. Gordon Albert Smith dan Ray Jonathan Smith. Jonathan adalah anak kedua dari Edward dan Clara yaitu ibu Jonathan.


sesuai umur Jonathan lebih muda dibandingkan Nick.