We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Tertarik 2



"Maria" panggil Audrey


"iya, kau sudah kembali. oh ya perkenalkan dia Eric, kekasih ku" ucap Maria memperkenalkan Eric


"Eric" ucapnya memperkenalkan diri


"Audrey" ucap Audrey


"hem, maaf mar aku harus kembali seperti nya kakakku mencari ku" ucap Audrey berbohong pada Maria


"oh, kalau begitu tak apa pergilah" kata Maria tersenyum


"kau tak marah kan?" tanya Audrey


"tidak nona Smith, mana mungkin aku marah padamu" jawab Maria tersenyum


"aku pergi dulu, mari" pamit Audrey


"hati-hati" Jawab Maria


'smith seperti nya aku pernah dengar' batin Eric


tak berselang lama Mike pun datang


"maaf Eric ada pekerjaan yang harus dilakukan, jadi aku harus pergi" ucap Mike


"CK, kau ini selalu saja sibuk, baiklah tak apa. oh ya kenalkan ini Maria" kata Eric memperkenalkan Maria pada Mike


"hmm, baiklah aku pergi" pamitnya Dingin dengan melirik sebentar kearah Maria


"hati-hati" teriak Eric ketika Mike sudah menjauh


"kau benar honey, dia pendiam" kata Maria


"hmm, seperti itulah Mike terhadap orang asing" ucap Eric membenarkan ucapan Maria


Sebenarnya Mike tidak ada pekerjaan tetapi dia mengikuti Audrey karena mencurigakan


'kenapa dia was-was hanya untuk ketoko kue?' batin Mike yang melihat Audrey yang seperti nya waspada. setelah itu terdengar suara dering ponsel yang berasal dari saku Mike


playboy calling


Mike: "katakan"


Nick: "kita ada rapat di markas x setengah jam lagi"


Mike: "hanya itu?"


Nick: " iya"


tutt..


ponsel diputuskan secara Sepihak oleh mike


diapun langsung pergi kemarkas x


sementara itu Nick yang tak hentinya menggerutu tak jelas seraya mengupati Mike


"kenapa kau bicara tak jelas" tanya Felix yang heran


"tanya saja pada temanmu yang pendiam itu" jawab Nick yang masih kesal, Felix hanya bisa menggelengkan kepalanya heran terhadap perilaku Nick yang masih kekanak-kanakan


Audrey datang dengan wajah pucat dan nafas tersengal-sengal


"kenapa kau seperti dikejar-kejar setan" tanya Mey heran


"ta tadi ak aku tertangkap" jawab Audrey yang masih ngos-ngosan


"tertangkap?" ucap Mey yang masih tak mengerti apa yang Audrey katakan dan Audrey pun langsung menceritakan apa yang dia alami di toilet


"bodoh" umpat Mey yang masih merasa kesal pada Audrey


"aku tadi tak sengaja" ucap Audrey memelas


"bagaimana jika dia bukan sembarang orang? bisa bahaya nanti. ckk, kenapa kau begitu bodoh?" tanya Mey frustasi


"pulanglah dulu nanti kita bicarakan pada kak Mark" pintanya pada Audrey


"baiklah, aku pergi dulu" pamitnya


"hmm"


Di markas x


"kenapa kalian lama sekali?" tanya Nick


"yang penting kan sudah sampai" jawab Eric


"sudah, jangan bertengkar" ucap Felix dingin


"ada apa?" tanya Mike


"besok aku akan ke Belanda" ucap Felix


"untuk apa?" tanya Eric


"aku harus mengurus cabang perusahaan" jawab Felix


"masalah?" tanya Mike


"hemm. oh ya Nick kau pergi ke Austria" perintah Felix


"untuk apa?" tanya Nick malas


"markas besar di Austria diserang musuh" jawab Felix dingin


"baiklah" ucap Nick malas


"lusa aku akan melakukan penyerangan di Belanda, ada mata-mata kelompok mafia yang ingin cari mati" ucap Felix


"waah, mereka cari mati seperti nya" celetuk Nick


"kau benar" ucap Eric membenarkan Nick


"apa kau masih ingin disini Mike?" tanya Felix


"iya, ada yang ingin ku cari tahu" jawab Mike


"baiklah, jika tak ada lagi. ayo pulang" ajak Eric. merekapun pergi dari markas tersebut.