We See Who Will Win Dear

We See Who Will Win Dear
Bodoh!!!



Audrey tiba di toko kue milik Mey


saat datang banyak pegawai toko ataupun pengunjung yang bertegur sapa dengan nya karena mereka tahu Audrey adalah sahabat Mey yang hampir setiap hari nya singgah di toko.


saat masuk Mey heran kenapa Audrey bisa tiba ketoko kue tak biasanya, dan kenapa mata Audrey bengkak.


"kau kenapa?, habis menangis?" tanya Mey bangkit dari tempat duduknya untuk menghampiri Audrey. Audrey mendekat dan memeluk erat Mey sambil menangis


"hei, ada apa" seru Mey, namun tak ada jawaban.


beberapa menit kemudian Audrey tenang, mey mengajak nya duduk dan memberikan air mineral padanya


"minumlah" ucap Mey.


sesudah itu Audrey menceritakan semua yang dialami nya, dari kedatangan Nick tiba-tiba hingga Nick menyuruh nya pergi ke Italia.


"kau menolak ajakan nya?" tanya Mey


"iya" jawab Audrey


"kenapa?" tanya Mey lagi


"maksud mu apa!?, apa kau juga ingin menyuruh ku untuk pulang?" tanya Audrey kesal


"tidak, tapi mungkin kakakmu punya alasan khusus untuk itu. dari cerita mu tadi seperti nya kakakmu punya rencana agar kau baik-baik saja, dia sangat sayang pada mu" tutur Mey.


"apa maksud mu, aku tak mengerti?" tanya Audrey bingung


"ck ck ck, coba kau pikir, kakak yang tak pernah membentak mu, kini membentak mu begitu saja dan bersih keras untuk menyuruhmu pulang. apa kau tak merasa aneh?" tanya Mey


Audrey terdiam sejenak, memang benar apa yang dikatakan Mey tetapi jika dia meninggalkan Inggris, maka pupus sudah ambisinya untuk menghabisi orang yang ada di masa lalu nya.


"pokoknya aku mau tetap disini" tegas Audrey


"terserah, kemarin juga kak Mark bilang bahwa kakakmu Leon menyuruhmu untuk pulang kan?, dan sekarang kakak sepupu mu juga datang dan menyuruh mu pulang" jelas Mey.


Audrey menghela nafas panjang, saat ini dia sangat gundah, harus memilih pulang atau ambisi.


"pulanglah, istirahat" titah Mey


"baiklah aku pulang" pamit Audrey tetapi belum sempat berdiri Mey sudah menarik nya lagi untuk duduk


"ada apa, aku ingin pulang" ucap Audrey


"dasar bodoh" umpat Mey yang menarik sebuah benda kecil yang ada di punggung Audrey


"apa itu?" tanya Audrey penasaran


"sial, siapa yang menempel kan pelacak di bajumu?" tanya Mey marah


"apa pelacak!!" teriak Audrey kaget


"pelan kan suaramu sialan" umpat Mey


"oh my God, sorry" ucap Audrey


"kunci pintu nya" tita Mey


"baiklah" Audrey mengunci pintu dan menutup semua gorden ruangan itu


"Dengan siapa saja kau bersentuhan?" tanya Mey mulai marah


"Dan siapa,, jawab aku bodoh!!" seru Mey


"dan kak Nick" ucap Audrey pelan


"sepupu mu itu?" tanya Mey dan Audrey mengangguk pertanda iya.


"sial" umpat Mey dan dia langsung menghancurkan pelacak itu dan membuangnya di closet toilet.


'tidak mungkin kak Nick' batin Audrey


"dasar bodoh, ini sudah dua kali kau kecolongan begini Audrey. apa yang membuat mu begini" tanya Mey geram


"maafkan aku, aku benar-benar tak sadar" ucap Audrey


"huhh,, yasudah pulang lah. kau pasti lelah" titah Mey


"baiklah, aku permisi" pamit Audrey


"hmm"


Di mansion Felix


Di kamar Eric.


"sial, kita ketahuan" umpat Eric


"apa, ketahuan. bagaimana bisa?" tanya Nick


"rupanya adikmu lebih pintar dari mu nick" ejek Mike


"tutup mulutmu manusia Monster!!, jadi dimana jejak terakhir nya?" tanya Nick


"di salah satu toko kue di pusat kota" Jawab Eric


"The sweet cake?!, benar kah itu" tanya Mike


"benar, bagaimana kau tahu?" tanya Eric


"itu toko kue teman perempuan nya, seperti nya wanita itu juga mafia. dari gaya nya menatap seseorang dan berbicara pada orang asing, sudah jelas" jawab Mike


"kau tahu namanya?" tanya Nick


"sesuai informasi yang aku dapat, namanya Mey Arabella Lovian" jawab Mike


"Lovian" teriak Nick dan Eric bersamaan, kaget?, tentu saja


"bukankah itu nama belakang Serena?" tanya Nick


"iya, kemungkinan mereka punya hubungan darah" jawab Mike


"tapi mereka sangat berbeda. Mey lebih mirip orang Asia sedangkan Serena dia sangat jelas orang Eropa?" tanya Eric


"kau benar, sebab itu aku juga bingung" jawab Mike.


"Eric??" ucap Mike dan Nick bersamaan


"iya iya, akan ku cari tahu" kata Eric.