
Semakin hari semakin dingin sikap Mey, hal itu membuat Nick beranggapan Mey tidak menyukainya dan mengganggap dirinya hanya musuh yang harus dibunuh. itu sebabnya akhirnya Nick bersikap semena-mena pada Mey.
"potong kuku ku!" perintah Nick mengulurkan sebelah tangannya pada Mey yang saat ini memijat punggung Nick. tak banyak kata, Mey langsung mengambil pemotong kuku dan memotong kuku Nick sesuai keinginan nya.
Melihat kepatuhan Mey membuat Nick tersenyum sinis. 'terserah ingin menganggap ku apa. aku sudah pernah kehilangan orang yang aku cintai dulu, jadi tidak akan kubiarkan kau pergi dari hidupku' batin Nick memperhatikan dengan seksama wajah cantik Mey yang selalu ada di benaknya.
"kau tidak lelah?" tanya Nick karena dia tahu dari tadi pagi Mey belum lah makan karena dia sendiri belum memberi wanita itu untuk makan, Nick asyik dengan tingkah nya yang menyerupai Felix untuk membuat Audrey repot.
"tidak" jawab Mey singkat dengan raut wajah datar.
"terserah" acuh Nick yang sebenarnya khawatir dengan sikap Mey. karena sudah selesai memotong kukunya, Nick berdiri berjalan kearah dapur apartemen nya. Ya, kini Nick menempatkan Mey diapartemen yang sengaja dia beli untuk Mey. namun tak membiarkan wanita itu lolos dari cengkraman nya. suka atau tidak, Mey harus menjadi wanita nya. sungguh egois! namun itulah yang Nick lakukan.
Di potongnya berbagai bahan masakan yang sebelumnya dia cuci bersih. lalu dihidupkan nya kompor dan memasak beraneka macam masakan. terbiasa hidup sendiri sejak kecil dapat membuat Nick mandiri dan terbiasa dengan hal dapur.
Dua puluh lima menit kemudian beraneka macam masakan telah tertata rapi di meja makan minimalis itu. Nick tersenyum puas melihat tangannya yang ajaib. dari seumur-umur dia tidak pernah memasakkan makanan pada perempuan lain kecuali Audrey.
Mey menghampiri nya dan menatap sedikit kaget pada meja makan itu. bahkan jika jujur dia tidak terlalu pandai memasak. dia hanya tau membuat kue-kue biasa yang mudah. tapi jika mencampur bahan-bahan? rasanya akan
hancur.
"apa yang kau lihat?" tanya Nick menepuk pundak Mey sehingga kesadaran wanita itu muncul. Mey menoleh Nick disampingnya menunjukkan wajah datar yang selama ini sudah pemandangan biasa baginya. "duduk dan makan. jangan menyusahkan ku jika nanti kau akan sakit!" ketus Nick duduk di sisi meja. karena Mey hanya mematung. "kau tuli!" seru Nick mengisyaratkan untuk Mey duduk
"aku akan makan nanti, setelah dirimu" ucap Mey lembut namun penuh penekanan. Nick yang mendengar nya kesal. Nick berdiri dan mendudukkan Mey paksa hingga membuat perempuan itu tak berkutik
"jangan membuat ku marah nona Lovian!" seru Nick mengambil kan banyak makanan ke piring Mey hingga penuh. "awas jika tidak kau habiskan!" ancam Nick. Mey yang melihat makanan yang banyak itupun menelan ludah nya kasar. apa bisa dia menghabiskan begitu banyak makanan ini. bisa-bisa perutnya akan meledak.
tanpa diduga Nick duduk disampingnya. "suapi aku" perintah Nick hingga membuat Mey membulatkan matanya sangking terkejut nya dengan perintah Nick.
Nick yang melihat perubahan dari raut wajah Mey tersenyum penuh arti. "kau pikir apa aku sudah gila membiarkan perutmu akan terlihat seperti orang yang berbadan dua setelah makan begitu banyak" ucap Nick datar. "cepat suapi aku!" perintah Nick yang sudah menaikan nada bicaranya.
Mey yang ingin mengambil sendok tapi berhenti karena perkataan Nick. "pakai tangan" ucap Nick menarik sebelah sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang nyaris tak terlihat. tubuh Mey membeku. apa tangannya? apa dia tidak salah dengar?
"cepat cuci tanganmu!" seru Nick penuh perintah. mau tak mau Mey pun pergi ke wastafel dan mencuci tangannya.
dengan penuh keraguan Mey menyuapkan makanan kedalam mulut Nick. ini kali pertama Nya dia menyuapi orang, bahkan orang itu adalah laki-laki yang selama ini mengurung nya.
Nick tampak menikmati nya sambil terus memandang wajah Mey yang pucat. "jangan suapi aku saja, tapi dirimu juga" ucap Nick.
dan kini mereka makan dari piring dan tangan yang sama, membuat Nick bahagia.
***
ditengah perjalanan Serena mengangkat telepon dari orang-orang bawahannya.
"halo"
"semuanya sudah selesai bos, kami mendapat kabar nanti malam adalah waktu yang terbaik untuk kita melakukan rencana yang sudah dibicarakan oleh nona Clarissa"
"bagus, bekerja lah dengan baik. aku tidak ingin namaku akan terseret nantinya"
"kami mengerti bos!"
TUT....
"kita lihat sejauh mana rasa cinta mu pada Audrey, Felix?" tanya Serena pada dirinya sendiri dan kemudian wanita itu terkekeh sinis.
****
"h-hai a-audrey" sapa seorang pria culun memnyapa Audrey hingga membuat perhatian Audrey pada buku yang dibacanya pun teralihkan. Audrey menoleh kesamping sebelum menampilkan senyum manisnya.
Mahasiswa pindahan dari Amerika yang membuat Audrey penasaran sekaligus kasihan padanya. banyak orang yang membuli nya membuat Audrey iba.
"hai Joe, apa kabar?. duduklah" tanya Audrey ramah mengisyaratkan pria culun yang bernama Joe itu untuk duduk disebelahnya.
"te-terima kasih, aku baik" jawab Joe menundukkan kepalanya sebentar sebelum duduk disebelah Audrey.
Audrey yang melihatnya pun tertawa tak percaya. "kenapa kau selalu menundukkan kepala mu seperti itu padaku?" tanya Audrey penasaran.
"a-aku tau o-orang Jepang suka melakukan hal i-itu u-untuk mengucapkan terimakasih" jawab Joe tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. dialah laki-laki yang pernah menyatakan cintanya pada Audrey hingga membuat rasa penasaran Audrey terbentuk karena keberanian nya itu.
"aku orang Italia Jo, bukan orang Jepang. yang orang Jepang itu adalah Maria. dan jika kau bertanya kenapa wajah ku seperti ini, ibuku adalah warna negara asli negara gingseng, Korea Selatan" tutur Audrey lembut. Joe hanya mengangguk pertanda mengerti.
oh ya, apa yang membuat mu kemari? apa ada yang ingin kau katakan padaku?" tanya Audrey menutup buku bacaan nya.
"a-aku hanya ingin k-kau mengajariku tentang h-hal ini" jawab Joe memberikan buku tugas nya pada Audrey. Audrey melihat mengambil buku bacaan itu dan memperhatikan nya dengan seksama. lalu dia menjelaskan apa yang dia ketahui.
Tampa diduga seseorang diam-diam memotret momen kebersamaan mereka sambil tersenyum menyeringai. "kita lihat apa kau masih bisa bertahan wanita Sialan" ucap orang itu sebelum pergi dari sana buru-buru karena tak sengaja melihat bodyguard Felix yang bertugas memata-matai Audrey.
****
IKUTI TERUS YAKK...