
Setelah melewati ujian nasional yang cukup menguras tenaga dan pikiran, sekaligus menegangkan, akhirnya semua siswa dan siswi bisa bernafas lega saat melihat pengumuman dan dinyatakan mereka semua lulus seratus persen. Ada yang lompat kegirangan, joget-joget dan berbagai selebrasi lainnya yang mereka lakukan untuk melampiaskan kebahagiaan mereka.
"Akhirnya yah, kita semua lulus seratus persen, aku senang banget bisa lulus dan semua kerja kerasku selama ini terbayarkan sudah" Gena tersenyum semringah.
"Sama, Gen, aku juga senang banget, bisa lulus dari sekolah ini" kata Gita.
"Marni, Haikal, Gery, kalian lulus juga kan?" Tanya Gita pada ketiga orang dihadapannya.
"Iya, Git, kita semua lulus dan bahkan Haikal nilainya yang paling tinggi" jawab Marni. Haikal hanya tersenyum mendengarnya.
"Guys, gimana kalau kita rayakan kelulusan kita ini dirumahku, kita bikin acara party gitu, aku juga udah bilang kok ke ayah sama ibu aku dan mereka setuju, pada mau kan!" Gita memberikan usul. Teman-temannya mengangguk dan tampak semuanya setuju dengan usul Gita tersebut.
" Oke, kalau gitu, nanti aku share alamat rumah aku di grup WA" kata Gita. Ditengah asiknya Gita ngobrol dengan teman-temannya, seseorang datang dan menghampiri Gita. Dia adalah Andini.
"Gita!" Panggilnya.
"Eh... Tante Andini, kok disini? Ngapain?" Tanya Gita, saat menghampiri Andini.
"Tante sengaja datang kesini untuk temui kamu, Tante tadi telpon ibu kamu katanya hari ini pengumuman kelulusan kamu, makanya Tante langsung kesini dan bawa hadiah juga buat kamu" Andini menunjukkan sebuah kantongan yang dibawanya dan memberikannya pada Gita.
"Tante, ini isinya apa?" Tanya Gita.
"Kamu buka aja sendiri isinya, nanti juga tahu sendiri" kata Andini. Gita segera membuka hadiah yang diberikan Andini tersebut. Gita kaget saat melihat isi hadiahnya tersebut dan tidak menyangka kalau isi hadiahnya diluar dari ekspektasinya.
"Ini beneran buat aku, tan, gak salah nih, tante ngasi aku hadiah handphone Android keluaran terbaru! Ini sih hadiah yang aku pengenin beberapa bulan yang lalu" Gita terlihat sangat senang.
"Untung semalam aku dapat pelanggan dan dapat bayaran yang tinggi dari dia, makanya itu aku bisa belikan handphone Android ini untuk anak aku" batin Andini.
"Kamu suka gak, sayang?" Tanya Andini.
"Senang banget, makasih banyak yah, Tante" Gita tersenyum semringah dan langsung memeluk Andini. Andini memejamkan matanya sejenak dan menikmati pelukan anaknya itu untuk beberapa saat. Haikal memperhatikan Andini. Dia merasa heran, karena menurut yang dia lihat, itu seperti pelukan seorang ibu.
"Kok Tante itu Melik Gita segitunya sih, kayak pelukan seorang ibu pada anaknya, apa jangan-jangan Tante ini adalah ibu kandungnya Gita, seperti yang pernah dikatakan Tante Hanun bahwa Gita itu bukan anak kandung om Yanto dan Tante Tina, melainkan anak Tante yang dipeluk Gita ini? Aku harus cari tahu kebenarannya ini, aku penasaran juga" pikir Haikal.
"Ya udah yah, sayang, Tante gak bisa lama-lama, masih ada urusan yang harus Tante selesaikan" Andini berpamitan.
"Iya, Tante, nanti kita kabar-kabaran lagi dan hangout bareng lagi, oke" kata Gita. Andini mengangguk dan beranjak pergi dari hadapan Gita, sambil melambaikan tangannya. Saat melihat Andini beranjak keluar dari gerbang sekolah, Haikal buru-buru untuk menyusulnya dan ingin mencari tahu tentang Gita.
"Kal, mau kemana?" Tanya Gita.
"Aku ada urusan mendadak ini, oke, see you semuanya" Haikal berpamitan pada Gita dan teman-temannya.
"Tante, maaf kalau aku ganggu" kata Haikal, saat berhenti di depan Andini.
"Iya, ada apa yah?" Tanya Andini.
"Sebelumnya, kenalin, aku Haikal dan ini Marni" Haikal memperkenalkan dirinya dan juga Marni.
"Aku Andini" Andini menyalami Haikal.
"Tante, ada waktu bentar gak, ada yang pengen aku omongin sama Tante" kata Haikal.
"Oh... Boleh, kita ngobrolnya, di cafe ujung jalan sana aja" Andini menunjuk sebuah cafe yang tidak jauh dari sekolah keduanya. Haikal mengangguk dan menyetujuinya. Mereka bertiga pun segera bergegas ke tempat tersebut.
"Oke, sekarang kamu mau ngomong apa nih?" Tanya Andini, saat mereka duduk saling berhadapan.
"Sebelumnya aku minta maaf, Tante, bukan bermaksud mau ikut campur atau apa, cuma aku mau tahu aja, apa benar kalau Tante ini, ibu kandungnya Gita?" Tanya Haikal. Marni hanya menyimak pembicaraan Haikal dan Andini.
"Kamu tahu darimana? Apa dari om Yanto atau Tante Tina?" Andini berbalik bertanya.
"Bukan, tapi, aku tahunya dari tantenya Gita, Tante Hanun" jawab Haikal. Andini terdiam dan menundukkan kepala, karena merasa malu kalau mengingat kejadian tersebut. Andini pun meneteskan air matanya, saat mengingat kejadian kelam itu.
"Tante kenapa? Apa ada perkataan aku yang menyakiti hati Tante?" Tanya Haikal. Andini hanya menggeleng dan segera menghapus air matanya dengan tissue.
"Soal yang kamu bilang tadi itu, emang benar kalau aku adalah ibu kandung Gita, tapi, Tante minta sama kamu jangan bilang ini ke Gita, aku gak mau dia tahu kenyataan ini" pinta Andini. Haikal menganggukkan kepala. Andini pun menceritakan masa lalunya yang kelam itu. Haikal dan Marni menyimak dengan baik dan merasa kasihan pada Andini saat mendengarkan ceritanya itu.
"Aku gak nyangka kalau itu bisa terjadi pada Tante" kata Haikal yang seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
"Tapi, maaf nih, Tante, kalau memang Tante itu ibu kandungnya Gita, kenapa bukan Tante yang rawat dan besarin Gita, kenapa harus orang lain?" Tanya Marni.
"Situasinya saat itu gak memungkinkan, karena saat itu Tante baru mengalami kebangkrutan, terus semua harta benda yang Tante punya terpaksa dijual, demi membayar sewa tempat dan bayar gaji karyawan Tante" jelas Andini.
"Aku sengaja taruh dia di dekat mobil om Yanto, biar dia aja yang rawat dan Tante yakin hidupnya akan lebih terjamin dan tercukupi semua kebutuhannya" lanjut Andini. Haikal merasa iba, dengan apa yang dialami Andini sekarang. Andini harus menahan rasa rindunya yang besar pada Gita. Entah sampai kapan Andini, Tina dan Yanto merahasiakan ini dari Gita. Namun, cepat atau lambat semuanya itu akan terkuak dengan sendirinya.
"Tapi, Tante, gak mungkin kan rahasia ini disembunyikan terus menerus dari Gita, pasti akan ketahuan juga pada akhirnya" kata Marni.
"iya, Tante, apa gak sebaiknya Tante menceritakan semua, apa adanya pada Gita" Haikal menimpali.
"iya, pasti akan aku ceritakan semuanya pada dia, tapi, tidak sekarang, aku nunggu momen yang tepat untuk menceritakan hal itu" jawab Andini.
"Untuk saat ini, biarlah dia menganggap kalau Tante Tina dan om Yanto itu orang tua kandungnya" lanjut Andini.