
Beberapa waktu terakhir ini aku mulai banyak berpikir, perkataan Chris waktu itu menghantam dadaku. Dia mengatakan aku egois karena tak pernah mendengarkan apa yang ingin di ceritakan oleh Ann. Ya dulu aku memang mengambil kesimpulan sendiri karena aku tak ingin Ann terluka.
Aku ingat dulu, saat aku menemukan keberadaan Ann. Dia bersembunyi dari dunia luar seakan dunia akan mencelakainya. Sekarang kurasa dia memang sangat baik-baik saja, tapi dulu dia juga pernah mengalami trauma dan berusaha keras untuk melawan rasa takutnya.
Awalnya aku tak tahu harus mencarinya kemana saat Ben menemuiku dan mengatakan bahwa Ann menghilang. Aku jelas sangat marah saat itu, bagaimana bisa pria itu tak bisa menjaga istrinya sendiri. Aku secara diam-diam mencari Ann, dan bertekad untuk tidak akan memberitahukan pada Ben jika aku menemukannya.
Aku menelusuri tempat-tempat yang pernah didatangi oleh Ann, aku mencari hingga ke sudut-sudut dunia namun tak juga menemukannya. Hingga akhirnya orang-orangku menemukan kumpulan bocah-bocah berandalan yang pernah terlihat menemui seseorang yang mirip dengan Ann. Benar saja ternyata bocah-bocah itu berteman dengan Ann, entah darimana mereka saling mengenal.
Aku tak langsung bertanya pada mereka karena ku yakin mereka tak akan semudah itu mempercayaiku. Hingga akhirnya aku melihat dua orang diantara bocah-bocah itu disekap dan hampir meregang nyawa di sebuah gudang kosong. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan itu, aku menyelamatkan mereka dengan meminta imbalan.
Dari sanalah aku akhirnya menemukan Ann, sekaligus mendapat seorang bocah yang bisa kuperbudak hingga saat ini. Ya, aku tentu tak menyiksanya seperti dalam cerita-cerita tentang perbudakan, tapi aku hanya meminta bantuan kepadanya dan dia selalu menuruti apa yang ku minta. Will selalu menurut dan dia sangat bisa diandalkan.
Aku menemukan Ann waktu itu, dia terlihat baik-baik saja. Namun aku menemukan kenyataan jika dia tak bisa tidur dengan nyenyak. Hampir setiap malam dia mengingau menangis bahkan berteriak ketakutan. Berbulan-bulan dia mengalaminya hingga akhirnya sedikit demi sedikit mulai pulih setelah aku membawakan psikiater ke kediamannya.
Dulu Ann tak bisa ditinggal sendirian, dia ditemani oleh salah satu pelayan kepercayaan Will. Pelayan itu yang membantu merawat Ann dan menemaninya melewati waktu-waktu sulitnya. Hingga akhirnya aku menemukan Ann dan membantunya agar dapat pulih sepenuhnya.
Ann adalah wanita kuat yang sangat mandiri, sedari remaja dia memang sudah sering memisahkan diri dariku dan ayah, kata ayah sifat Ann sangat mirip dengan mendiang ibu. Ann selalu berusaha mengejar impiannya bagaimanapun caranya. Dulu Ann benar-benar ingin menjadi seorang wartawan, dia berkuliah jauh diluar kota hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan yang benar-benar diimpikannya.
Pekerjaan sebagai wartawan membuatnya semakin jauh dariku dan ayah. Dia berkelana kemanapun dia mau, wanita itu benar-benar tak mengenal takut. Entah kenapa dia selalu senang menjajakan kaki di tempat-tempat baru yang sama sekali tidak pernah di datanginya.
Ayah tak pernah khawatir padanya, dia sangat percaya pada Ann dan kemampuannya. Ayah yakin jika Ann akan selalu baik-baik saja dimanapun dia berada. Ayah bahkan selalu membangga-banggakan Ann hingga akhir hidupnya. Selain ayah, akupun sangat bangga pada wanita itu, saudaraku satu-satunya yang sangat menyayangiku.
Namun aku benar-benar tak menyangka jika Ann akan mengalami peristiwa mengerikan itu. Hal yang membuatnya terluka, bukan hanya fisik namun juga mental. Sangat menyedihkan sewaktu aku melihat keadaannya waktu itu.
Will menceritakan saat mereka menemukan Ann, keadaan Ann waktu itu baik-baik saja walaupun tubuhnya penuh dengan luka, Ann bahkan masih sempat bercanda dengan mereka waktu itu. Traumanya berawal saat Will dan teman-temannya membawa Ann ke salah satu rumah milik Edo. Waktu itu mereka semua menginap dirumah Edo, saat itulah trauma Ann mulai muncul. Dia mengaku melihat beberapa wanita ingin membunuhnya. Ann bahkan tak bisa tidur semalaman karena terus berhalusinasi, hal itu membuat Will cs kelabakan.
Aku mengepalkan tanganku saat mendengar cerita Will, betapa kebencian langsung menyeruak dalam dadaku, kebencian pada Ben. Saat itu aku baru mengetahui tentang siapa Ben, dia adalah seorang pimpinan mafia. Aku tak menyangka jika Ann terikat dengan seseorang yang sangat berbahaya. Waktu itu aku terus berpikir jika Ben penyebab semuanya.
Hingga akhirnya perlahan perasaan Ann mulai membaik. Will cs membantu mencarikan tempat tinggal yang aman untuk Ann, Edo memberikan salah satu ruko yang lumayan besar. Agar tidak dicurigai mereka menjadikan lantai bawah sebagai minimarket. Aku tak habis pikir dengan pikiran kreatif mereka waktu itu, bagaimana bisa mereka mendapatkan ide untuk menyembunyikan seseorang di lantai atas dan membuat minimarket sebagai kamuflase.
Para pegawai di minimarket itu adalah orang-orang kepercayaan mereka. Mereka yang kuanggap bocah nyatanya memiliki segudang ide luar biasa dan mereka dibalik masalah hidup yang mereka alami ternyata memiliki sifat yang sangat baik. Anak-anak yang jauh dari kasih sayang orang tua nyatanya memiliki rasa empati yang kuat terhadap orang lain.
Di bangunan ruko itu Ann terlihat sangat senang, dia berangsur membaik dan akhirnya benar-benar pulih. Dia tidak pernah bermimpi buruk atau berhalusinasi kembali. Ann bahkan terlihat kembali seperti Ann yang ku kenal dulu. Ceria dan selalu bersemangat, namun entah kenapa waktu itu dia tak ingin berbaur dan tak ingin keluar dari tempat itu. Dia melalui hari-harinya dengan senang di tempat itu, tak pernah terlihat sedih namun seperti menutup diri dari dunia luar.
Aku memang memintanya untuk tidak menemui Ben kembali, namun aku tak memintanya untuk menutup diri. Aku ingin dia kembali hidup seperti semula tanpa bertemu Ben dan orang-orang yang menyakitinya. Aku bahkan bersedia membawanya pergi kemanapun dia mau asalkan dia tak lagi terluka. Bagaimanapun Ann adalah saudara kandungku satu-satunya, aku tak pernah ingin dia terluka.
Namun Ann menolak semua hal yang ku utarakan, dia tidak ingin pergi dari sana. Akhirnya aku mengalah dan membiarkan dia melakukan apa yang diinginkannya. Saat itu aku selalu mengamati Ann dengan hati-hati, bagaimanapun aku tahu bahwa anak buah Ben juga terus mencarinya. Hingga akhirnya Ann mau keluar dari ruko dan untuk pertama kalinya dia menginjakkan kaki keluar ruko dengan menggunakan pakaian tukang bersih-bersih.
"Ann, apa yang kau lakukan?" Aku tak bisa menahan tawaku waktu itu saat melihatnya menyapu halaman minimarket dan mengepak sampah-sampah.
"Apa?"
"Berpakaian seperti itu?"
"Aku tak ingin terlihat seperti Ann biasa, kau tahu bukan bahwa orang-orang Ben terus mencariku."
"Ya, baiklah, sesukamu saja."
Walaupun sedikit konyol, namun aku senang melihatnya. Melihat Ann kembali seperti biasa, melihatnya bahagia juga membuatku bahagia. Hal itu membuktikan bahwa ikatan persaudaraan kami sangat kuat walaupun selama ini kami selalu terpisah jarak dan hidup berjauhan.
Beberapa waktu berlalu, aku tak lagi bisa menemuinya sebanyak biasanya. Orang-orang yang menurutku adalah anak buah Ben mulai mengikutiku, sepertinya mereka mulai mencurigaiku. Akhirnya aku kembali ke kotaku dan beberapa kali pindah tempat tinggal hanya karena menghindari mereka walaupun akhirnya mereka terus menemukanku. Aku tak ingin mencari masalah dengan mereka karena aku tahu siapa Ben dan orang-orangnya. Aku hanya mengatakan bahwa aku tak tahu menahu tentang Ann, hanya itulah yang bisa kulakukan untuk menghindari mereka.
...****************...