Trapped In Love My Hot Uncle

Trapped In Love My Hot Uncle
KESEPAKATAN CHRIS DENGAN DAVIN



"Chris, apa yang kau lakukan? Apa tidak cukup kau menyekap El kemarin?" Davin berbicara dengan geram.


"Aku tidak melakukan apapun pada gadis kecilmu itu." Chris berkata santai.


"Kau tahu bahwa El tidak terlibat sedikitpun dengan masalah ini jadi jangan pernah kau memanfaatkan El seperti ini."


"Aku hanya mengajaknya makan disini, aku tak memanfaatkannya."


"Kau memanfaatkannya agar aku menemuimu."


"Vin, aku sebenarnya tidak ingin membuat rumit semuanya, hanya saja kau sangat sulit untuk di ajak bicara dan bekerja sama."


"Aku tidak akan pernah mau bekerja sama denganmu."


"Vin dengarkan aku sedikit saja, kumohon turunkan ego mu sedikit saja."


"Siapa yang egonya lebih tinggi? Kau atau aku?"


"Vin, jangan keras kepala, kumohon dengarkan aku ini demi kebaikan kalian semua. Ann, Ben, kau dan juga gadis kecilmu."


"Sudah kukatakan jangan pernah melibatkan El."


"El berhubungan denganmu, sedikit banyak pastilah dia akan terlibat."


"Aku tidak ingin melibatkannya."


"Karena itulah dengarkan aku sekarang."


"Katakanlah, aku akan mendengarkannya." Davin sedikit melunak.


"Tentang Ann, dengarkan perkataanku."


"Ya."


"Ben bukanlah orang yang menyakitinya."


"Lalu?"


"Vin, Ben sangat mencintai Ann dan kau seharusnya tahu bahwa Ann juga mencintainya."


"Aku tak tahu."


"Vin, bukankah kau sangat menyukai El?"


"Hmmm." Davin hanya berdehem.


"Bagaimana jika El berada di posisi Ann dan kau berada diposisi Ben. Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku dan Ben berbeda, dan aku tidak akan berada diposisi pria itu."


"Aku hanya mengandaikan. Kau pasti akan melakukan apapun untuk orang yang kau cintai bukan?"


Davin hanya terdiam tidak menjawab, dia menatap lurus pada Chris. Dalam hatinya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Chris. Dia akan melakukan apapun untuk El, bahkan menukar nyawanya sekalipun.


"Vin, aku tidak berniat jahat sama sekali kepadamu ataupun El. Aku hanya ingin meluruskan semua yang terjadi, permasalahan yang tidak pernah selesai bertahun lamanya."


"Kenapa kau yang menemuiku? Bukan Ben?"


"Sudah kukatakan bahwa Ben tidak tahu masalah ini, dia tidak tahu jika Ann benar-benar masih hidup. Aku bahkan belum memberikan foto Ann dipesta waktu itu kepadanya. Saat ini emosi Ben sedang tidak stabil, ku yakin kekacauan akan terjadi jika dia mengetahui bahwa kau menyembunyikan tentang Ann kepadanya sedangkan dia benar-benar mempercayaimu sebagai adik iparnya."


Davin kembali berpikir, dia menatap tangannya sendiri yang berada di atas meja. Sejenak Davin teringat akan Ben yang beberapa kali menemuinya dulu saat Ann baru menghilang. Pria itu terus menanyakan keberadaannya pada Davin namun saat itu Davin juga belum tahu dimana Ann berada. Davin mengira jika Ben lah yang menyebabkan menghilangnya Ann.


"Vin, jangan melamun." Chris mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.


"Chris, apa kau berkata sungguh-sungguh?"


"Tentu saja, untuk apa aku berbohong. Aku bahkan mengatakan hal ini berulang-ulang kepadamu."


"Aku belum bisa memberitahukan keberadaan Ann kepadamu sebelum aku benar-benar percaya padamu. Aku juga ingin mendengar langsung dari mulut Ann apakah yang kau katakan memang benar."


"Apa kau punya tujuan lain hingga kau melakukan ini demi orang lain."


"Tak ada, aku tak punya tujuan apapun selain untuk membantu Ben. Hal ini sama sekali tidak menguntungkanku dalam segi apapun, hanya saja aku juga terluka jika melihat sahabatku terluka."


"Kau bersahabat dengan Ben?"


"Ya, seperti saudara. Aku merasakan kesakitannya selama bertahun-tahun tapi aku tidak ingin mencampuri urusannya selama dia masih bisa mengatasinya."


"Lalu, kenapa saat ini kau ikut campur dengan masalahnya?"


"Akhir-akhir ini dia benar-benar terluka dan sepertinya sudah saatnya aku membantunya."


"Chris, semoga apa yang kau katakan benar adanya."


"Ya, silahkan kau buktikan saja ucapanku ini."


"Baiklah, aku tak ingin memberitahukan keberadaan Ann karena aku belum sepenuhnya mempercayaimu. Tapi jika kau ingin menemukan Ann dengan caramu sendiri silahkan namun tidak dengan kekerasan atau cara licik seperti kemarin dan hari ini."


"Hmmm baiklah, aku akan melakukannya sebelum kau mempercayaiku."


"Ya, aku sudah memberikan lampu hijau tanda aku sedikit mempercayaimu namun tidak sepenuhnya."


"Baiklah, jika aku menemukan Ann maka kau jangan menghalanginya Vin."


"Ya." Davin mengangguk.


"Sepakat?" Chris mengulurkan tangannya.


"Ya." Davin menjabat tangan Chris."


"Kau tahu, aku berkendara jauh sendirian kesini hanya untuk bertemu denganmu." Chris terkekeh.


"Kau juga membuatku berkendara sangat jauh malam itu." Davin tak mau kalah.


"Ya kita impas, biasanya aku selalu melakukan hal itu kepada orang lain, tapi aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Tidakkah kau merasa spesial menjadi orang yang kuperjuangkan untuk bertemu."


"Cih, memang sepenting apa dirimu?"


"Tentu saja sangat penting, biasanya aku hanya menggerakkan jariku kepada anak buahku maka apa yang kuperlukan akan segera aku dapatkan. Tapi hari ini hanya untuk berbicara denganmu saja aku harus meninggalkan kota dan pekerjaanku."


"Sudah seharusnya kau merasakan berjuang."


"Apa begini rasanya berjuang?" Chris terkekeh, dia menyalakan rokok dan mulai menghisapnya.


"Tentu saja."


Entah kenapa Chris dan Davin tak lagi terlibat perdebatan, mereka berbincang dengan akrab terlihat memang seperti teman lama. Chris memang sangat dewasa dan matang dalam setiap ucapannya sehingga dia tidak pernah tersulut emosi dengan apa yang dikatakan Davin. Chris seperti berpikir terlebih dahulu jika ingin mengucapkan sesuatu.


"Apa kau mau rokok?" Chris menyodorkan sekotak rokok dan pematik kepada Davin.


"Tidak, aku tidak merokok."


"Kau sangat mirip dengan Ben, pria yang juga tidak pernah ingin merokok. Pria macam apa kalian ini?" Chris terkekeh.


"Seorang pria tidak harus merokok." Davin menyodorkan kotak rokok dan pematik kembali ke hadapan Chris. "Chris, apa masih ada yang ingin kau katakan? jika tidak aku akan pergi sekarang, El sudah menungguku."


"Hmmm, bagaimana bisa kau jatuh cinta pada gadis kecil polos seperti El." Chris tertawa kecil.


"Bukan urusanmu." Davin berdiri dan beranjak meninggalkan Chris yang masih saja tertawa sambil menatap kepergiannya.


Chris menatap kepergian Davin hingga menghilang dari pandangannya. Dia tersenyum puas dengan apa yang terjadi hari ini. Chris yakin akan segera menemukan Ann kali ini, Davin sudah mulai melunak dan keras kepalanya perlahan mulai luntur hanya karena dia tidak ingin melibatkan El kembali dalam masalahnya.


"Cinta memang sangat membutakan, aku sudah melihat banyak hal tentang cinta dan semuanya mempunyai efek yang hampir sama. Setiap orang yang jatuh cinta rela melakukan apapun demi orang yang dicintainya. Aku sudah melihat perjuangan Ben yang tidak habisnya selama ini, aku juga melihat Davin yang melindungi El dengan caranya sendiri. Setiap orang memang memiliki caranya sendiri dalam mencintai. Ah, tapi kenapa aku belum menemukan cintaku sampai saat ini?" Chris berbicara dengan dirinya sendiri.


...****************...