Trapped In Love My Hot Uncle

Trapped In Love My Hot Uncle
WILL- BEBAN HIDUP



Aku merebahkan diri di tempat tidur, sibuk dengan pikiranku sendiri yang melayang entah kemana. Hal rumit serasa memenuhi kepalaku saat ini. Aku bukan hanya memikirkan tentang hidupku dan masalah didalamnya namun sekarang bertambah satu, masalah perasaanku pada El. Rasanya saat dipendam menyakitkan, namun juga tidak mungkin ku ungkapkan.


Aku bangkit dari tiduranku, berjalan terseok-seok keluar dari kamar menuju balkon lantai dua rumahku. Aku memandang kerlap kerlip lampu perkotaan dari atas sini, menikmati indahnya suasana malam yang belum juga membuatku mengantuk. Aku duduk dan menyandarkan diri dikursi empuk sambil merasakan belaian angin yang menyentuh kulitku.


Aku teringat dengan kedua orang tua dan teman-temanku yang jauh dari sini. Aku teringat perkataan Davin waktu itu yang meminta agar aku berdamai dengan keadaan dan kembali pada keluargaku. Aku bukannya tidak ingin kembali bersama keluargaku, namun kembali atau tidak keadaannya sama saja bagiku. Kedua orang tuaku menurutku akan tetap sama selamanya, mereka akan sibuk terus menerus tanpa menganggap aku ada.


Aku dimasa kecil sebenarnya bukanlah bocah kesepian seperti sekarang ini, keluarga yang hangat dan saudara yang selalu menyayangiku, itu semua kudapatkan sejak kecil. Namun beranjak remaja, saudaraku satu-satunya pergi untuk selamanya karena sakit yang di deritanya. Joshua, kakak laki-lakiku yang sangat cerdas pergi begitu saja meninggalkanku. Awal konflik antara aku dengan kedua orang tuaku.


Ibu sangat terluka dengan kepergian Josh, begitu juga ayah. Mereka berdua mulai meninggalkan rumah dengan alasan mengurus bisnis berminggu-minggu diluar negeri bahkan berbulan-bulan tak pulang meninggalkanku bersama pengasuh. Aku selalu bertanya-tanya apa salahku sehingga membuat mereka mengabaikanku setelah kepergian Josh?


Josh pergi saat dia baru saja masuk universitas, berkuliah di jurusan kedokteran. Cita-cita mulia dia emban di bahunya membuat kedua orang tuaku sangat bangga. Kepergian Josh sepertinya mematahkan semangat mereka hingga mereka benar-benar terluka dan tak bisa melihatku lagi walaupun aku jelas berada didepan mereka.


Aku yang saat itu sangat bodoh, berpikir jika aku belajar dengan giat dan menjadi sepintar Josh, kemungkinan kedua orang tuaku akan memperhatikanku kembali. Aku berusaha mati-matian untuk belajar, menggantikan Josh agar bisa sepintar dirinya demi mendapatkan kembali perhatian kedua orang tuaku. Aku berhasil menjadi anak yang cerdas, nilai-nilaiku naik drastis dan selalu menjadi juara di sekolah. Namun apa yang kuharapkan tak terjadi sama sekali, kedua orang tuaku tetap acuh kepadaku, tak berubah sama sekali. Josh, seandainya kau masih ada, akankah keadaanku tidak seperti ini sekarang?


Akhirnya aku bertemu dengan teman-temanku yang memiliki nasib yang hampir sama. Aku seakan bertemu dengan kehidupan baru yang membuka mataku bahwa nasibku tak seburuk apa yang kupikirkan. Teman-temanku semuanya anak konglomerat yang terabaikan, mereka menyebut dirinya terlantar. Hidup dengan kemewahan namun tanpa kasih sayang keluarga benar-benar terasa sulit. Karena memiliki nasib yang sama, kami menjadi sahabat yang saling melindungi dan saling menguatkan.


Jay, bocah ceria yang berjiwa pemimpin. Dia anak seorang pengusaha besar yang sama sekali tak mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya, hampir sama denganku. Tapi dia anak yang sangat kuat, dia tak merasakan semuanya. Ibu kandung Jay meninggal saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar, ayahnya menikah lagi dan memiliki dua putri cantik. ibu tiri sungguh tak suka dengan Jay, dia hanya mengasihi kedua putri cantiknya. Namun Jay tak memperasalahkannya, dia bahkan menyayangi kedua adiknya itu.


Jay akhirnya memutuskan untuk tinggal sendiri, disebuah roku bertingkat milik ibunya. Sebuah butik peninggalan mendiang ibunya yang tidak terurus lagi, dia memisahkan diri dari keluarga agar tak selalu konflik dengan ibu tiri. Jay menjalani hari-harinya seolah biasa saja, sepertinya dia tidak ingin mengambil pusing masalah keluarganya walaupun aku masih sering melihat kesepian dimatanya.


Dari cerita kehidupan Jay, aku sadar jika dia memiliki masalah yang mungkin lebih rumit dariku. Aku mulai mengikuti jejak Jay, tidak terlalu memikirkan masalah keluarga lagi bahkan sedikit demi sedikit aku belajar untuk tidak peduli. Hidup harus tetap berjalan meskipun aku tak bisa mendapatkan harapanku yang satu itu lagi, kasih sayang kedua orang tua.


Raka, bocah gagah yang sangat penakut. Anak itu adalah korban broken home, ibunya berselingkuh dan ayahnya yang murka membawa Raka bersamanya, mendidiknya dengan keras sejak dia masih kecil. Setiap Raka membuat kesalahan ataupun membantah kata ayahnya dia akan dikurung diruangan sempit dan gelap membuatnya menangis semalaman ketakutan. Karena hal itu, walaupun Raka tidak takut pada manusia bentuk apapun, namun dia sangat penakut dengan makhluk mistis. Kadang aku tertawa melihat tingkahnya yg selalu ketakutan dengan hal-hal yang sebagian orang tak percaya.


Radit, anak itu sungguh bandel luar biasa. Dia awalnya anak yang berprestasi, namun saat beranjak remaja teman-temannya mengejeknya dengan sebutan anak seorang istri simpanan. Awalnya Radit tidak percaya, namun beberapa waktu kemudian dia mengetahui bahwa dia memang benar anak dari istri kedua ayahnya. Setelah itu Radit berubah menjadi anak nakal yang tidak bisa di atur sama sekali.


Sebelum bertemu dengan kami, dia berpindah pindah sekolah dalam setahun entah berapa kali. Radit selalu membuat masalah disekolah, membolos kapanpun dia mau, berkelahi dengan anak sekolah lain, menyembunyikan barang-barang milik guru dan banyak lagi. Terakhir kali anak itu bahkan pernah adu pukul dengan kepala sekolah, bukan tanpa sebab, tapi karena melihat kepala sekolah itu melecehkan salah seorang siswi. Radit dibalik kenakalannya, tapi dia masih memiliki empati dihatinya.


Edo, jika dilihat dari luar anak itu tidak ada celanya sama sekali. Kaya, tampan, hampir memiliki segalanya namun sebenarnya dia adalah bocah penuh luka. Walaupun bergelimang harta warisan dari kedua orang tuanya yang meninggal karena kecelakaan, bocah itu hidup sendirian dan sangat kesepian. Beberapa kali dia berkonflik dengan keluarga-keluarga mendiang orang tuanya yang selalu ingin merebut harta yang dimilikinya namun dia selalu bisa menyelesaikan masalah dengan baik, entah bagaimana caranya aku pun tidak terlalu tahu. Karena itulah kami menyebutnya sebagai bocah penyelesai masalah.


Ah sepertinya aku merindukan mereka semua, aku akan mengunjungi mereka nantinya jika semua masalah disini sudah selesai. Orang-orang yang sudah sangat lama tidak ku temui. Aku berharap masalah ini bisa selesai dengan baik, berharap Davin bisa mengambil jalan yang bijak. Berharap Ann bisa hidup dengan baik dan menemukan kebahagiaannya kembali. Aku juga berharap yang terbaik untuk El, semoga gadis itu tidak terlibat kembali dengan hal berbahaya.


El, sekarang aku memiliki alasan untuk berada disini. Dulu aku menginjakkan kaki disini dengan segala kebingungan, tak ada siapapun kecuali Davin yang selalu memerintahku. Aku bahkan tidak punya teman sama sekali, walaupun terbiasa sendiri namun aku tetap saja merasa kesepian disaat-saat tertentu. Sekarang, El menjadi salah satu alasan aku ingin terus disini walaupun aku tak tahu akan bagaimana akhirnya nanti. Huh, cinta memang selalu menjadi sebuah beban hidup yang terkadang menyenangkan dan terkadang menyakitkan.


...****************...