
Satu minggu berlalu.
Cleo benar-benar fokus dengan pekerjaan nya dan tak menggubris 2 pria tampan yang masih berusaha mengerjainya.
Wanita itu benar-benar sudah menyiapkan mental nya akan hal itu. Karena dia sudah menduga, pasti Reza dan Haikal akan terus mengerjainya.
Sama seperti hari ini.
Haikal datang dengan membawa banyak dokumen dan langsung melempar nya ke meja kerja Cleo.
" Cepat kau periksa dokumen-dokumen itu. Dua jam lagi itu semua harus beres karena akan langsung di bawa meeting oleh Tuan Reza!!" kata Haikal tegas.
" Apa kau tidak melihat pekerjaan ku masih sangat banyak, Tuan Haikal? Harus nya kau sebagai asisten dari Tuan Reza juga mengerjakan berkas-berkas ini, bukan? Lalu apa tugas mu di perusahaan ini?" tegas Cleo.
Dia sudah muak dengan semua pekerjaan yang sepertinya sangat di sengaja di berikan pada nya.
Karena sejak dirinya bekerja di perusahaan itu. Pekerjaan nya selalu menumpuk dan tak pernah habis.
Bahkan dalam seminggu ini dia selalu bekerja lembur. Cleo selalu berkutat di depan mejanya.
Dia bahkan tak pernah sempat menyapa atau berbaur untuk saling berkenalan dengan pegawai di kantor itu.
Dia juga selalu membawa bekal makan siang dari rumah. Karena dia sudah sangat tahu, dia tidak akan sempat untuk makan siang di kantin perusahaan atau ke luar dari perusahaan.
" Tugas ku disini untuk memberimu banyak pekerjaan!! Cepat selesai kan berkas-berkas ini dan jangan banyak bicara!!" sahut Haikal dengan tegas.
CEKLEK
Reza keluar dari ruangan nya karena mendengar keributan di depan ruangan nya.
" Kenapa kalian berisik sekali? Kalian mengganggu konsentrasi ku!!" kata Reza tegas.
" Dia yang berteriak pada ku, Bos," kata Haikal menunjuk kearah Cleo.
Reza langsung melirik dengan mata tajamnya pada Cleo.
" Ya. Aku yang berteriak pada nya, Tuan. Karena dia selalu memberikan ku banyak pekerjaan sementara pekerjaan ku masih sangat banyak," sahut Cleo.
" Jadi kau mengeluh? hanya karena pekerjaan itu?" kata Reza sambil bersedekap menghadap kearah Cleo.
" Aku tidak mengeluh. Hanya saja ini terlalu banyak dan harus selesai dengan cepat. Aku hanya manusia biasa dan bukan robot yang bisa kalian suruh semau kalian!!" tegas Cleo yang sudah sangat kesal terus di kerjain habis-habisan oleh 2 pria itu.
" Kau berani membantah ku?" ucap Reza dengan suara dinginnya.
" Ya. Karena kau bukan dewa. Kau sama seperti ku yang hanya manusia biasa, dan perbedaannya nya hanya lah di status sosial. Kau seorang bos besar dan aku hanya lah seorang pegawai biasa!!" sahut Cleo yang membuat Reza dan Haikal speechless.
" Kau sudah bosan bekerja disini?" sahut Reza lagi.
" Tidak. Tapi jika kau memecat ku sekarang juga aku akan dengan senang hati keluar dari perusahaan yang seperti neraka ini!!" sahut Cleo sambil menatap lekat wajah tampan Reza yang ada di hadapannya.
" Boleh juga nyalimu ini. Harusnya kau mempunyai keberanian seperti ini saat bekerja dengan mantan bos mu dulu."
Reza menyinggung kembali masalah itu.
" Jangan bawa-bawa masalah itu, Tuan. Atau aku akan menampar wajah mu untuk yang ketiga kalinya," ucap Cleo serius.
Reza dan Haikal sama-sama tertawa.
" Kau berani sekali mengancam bos mu sendiri, Nona!" ucap Haikal.
" Aku tidak akan pernah takut dengan siapa pun, Tuan!!" Cleo langsung duduk kembali ke kursinya dan melanjutkan pekerjaannya.
Reza menatap tajam kearah Cleo yang sudah fokus dengan pekerjaan nya.
' Kalau saja kau bukan adiknya Edo, pasti sudah aku depak kau dari perusahaan ku, nona keras kepala!' batin Reza.
" Kalian bisa membantu pekerjaan ku, jika kalian tak punya pekerjaan. Dari pada hanya berdiri sambil menatap ku seperti itu," ucap Cleo sambil fokus dengan dokumen yang dia pegang.
Hal itu membuat Reza dan Haikal langsung masuk kedalam ruangan Reza.
Cleo tersenyum miring melihat kepergian dua pria itu.
' Jangan harap kalian bisa menindas ku,' batin Cleo.
*
Di dalam ruangan Reza.
Reza duduk di kursi kebesaran nya, dan Haikal duduk di kursi yang ada di seberang meja Reza.
" Wanita itu benar-benar bernyali besar, Bos. Dia selalu bisa menjawab perkataan kita," kata Haikal.
" Iya. Kau benar Bos. Sikap keras kepala nya sama persis dengan Tuan Edo.
Hanya saja dia versi wanita nya," sahut Haikal sambil tertawa.
" Mulai sekarang jangan lagi mengganggu atau mengerjai wanita itu. Aku tidak mau di tampar untuk yang ketiga kalinya oleh wanita bar-bar itu," kata Reza.
Hal itu membuat Haikal tergelak.
" Kau takut dengan ancamannya, Bos?" tanya Haikal dengan tawanya.
PLAK
Reza langsung memukul wajah Haikal menggunakan berkas yang dia pegang hingga membuat pria itu meringis kesakitan.
" Berani kau berbicara seperti itu lagi. Aku akan menurunkan jabatan mu menjadi cleaning servis, kau mau?" kata Reza tegas.
" Tidak, Bos. Aku minta maaf," ucap Haikal.
" Aku hanya tak ingin reputasi ku hancur karena wanita itu. Bayangkan saja, aku sudah di tampar dua kali oleh wanita itu," ucap Reza.
Setelah beberapa jam mereka berdiskusi tentang pekerjaan dan diselingi dengan pembicaraan tentang Cleo.
Haikal keluar dari ruangan sang big bos. Langkah nya terhenti saat melihat sosok anak kecil yang tak asing sedang duduk di pangkuan Cleo.
" Bryan? sedang apa kau disitu?" tanya Haikal.
" Sedang menggoda wanita cantik. Apa ada masalah, Uncle Haikal?" sahut Bryan yang membuat Cleo tertawa dan mencium pipi chubby Bryan.
" See ... dia bahkan sering mencium ku," kata Bryan lagi dengan percaya dirinya.
Haikal menepuk keningnya sendiri dan berlalu dari tempat itu.
" Dia pasti merasa tersaingi oleh kehadiran ku disini," ucap Bryan sambil menyuapkan cemilan ke mulutnya.
Bocah itu hampir setiap hari mengunjungi perusahaan daddy nya, hanya karena ingin bertemu dengan Cleo.
Dia hanya menghampiri Cleo, setelah menghampiri wanita itu dia akan langsung pulang tanpa menemui Reza.
Cleo merasa sangat terhibur dengan kehadiran anak itu. Dia seakan memberi semangat untuk Cleo agar semangat menghadapi dua pria menyebalkan di perusahaan itu.
" Aku menginginkan seorang Momy," kata Bryan lirih.
Cleo langsung menghentikan kegiatan nya saat mendengar keluhan dari anak itu.
Lalu dia mengangkat tubuh Bryan dan mendudukkan di mejanya.
" Kalau boleh tahu, dimana Momy mu, sayang?" tanya Cleo dengan sangat hati-hati.
" Mommy sudah ada di surga," sahut Bryan sendu.
" Oups ... Sorry. Aku tak tahu tentang hal itu," sahut Cleo yang tak enak sudah membuat wajah anak itu menjadi murung.
" Kau mau menemani ku, makan siang?" tanya Cleo.
Lalu dia mengeluarkan kotak bekal makan siang nya dari dalam tas.
Dia langsung membuka nya di hadapan Bryan. Mata Bryan bersinar saat melihat makanan kesukaan nya yang tertata rapi di kotak itu.
" Dari mana kau tahu makanan kesukaan ku?" ucap Bryan yang kini sudah kembali ceria.
" Itu rahasia! Aku adalah penggemar fanatik mu. Jadi aku pasti sangat tahu apa makanan kesukaan mu," sahut Cleo sambil mencolek hidung mancung Bryan.
" Benarkah?" jawab Bryan dan di jawab anggukan kepala oleh Cleo.
Lalu mereka pun makan bersama. Sebenarnya menu itu adalah menu makanan favorit Cleo yang ternyata juga makanan kesukaan Bryan.
Cleo memang sengaja membawa semua makanan yang dia masak. Karena dia sudah mengira dia akan lembur kembali.
Wanita itu dengan telaten menyuapi makanan itu ke mulut mungil Bryan.
CEKLEK
Pintu ruangan Reza terbuka dan muncullah pria tampan itu dari dalam ruangan nya.
" Hallo Dad ..."
Pria itu langsung terkejut setelah mendengar suara dari anak sambungnya itu.