The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Gosip murahan



Sudah satu minggu Lily dan Edo berada di Rusia. Mereka tinggal di satu apartemen yang sama dan itu adalah salah satu apartemen milik Edo.


Hubungan mereka pun semakin dekat dan Lily mulai memahami karakter Edo yang dingin sekaligus tengil.


Edo pun juga sudah menganggap Lily sebagai temannya jika mereka sudah ada diluar perusahaan.


Mereka selalu berangkat ke perusahaan bersama dan juga pulang bersama. Bahkan para pegawai yang lain pun sudah beranggapan bahwa mereka ada hubungan spesial karena selalu bersama.


Kini mereka sedang mengadakan rapat penting di perusahaan, Edo sangat menyukai kinerja wanita cantik yang bernama Lily.


Lily begitu cekatan dan sangat perfeksionis, dia selalu mengerjakan pekerjaan dengan cepat dan tanpa kesalahan sedikit pun karena dia memang sangat detail serta selalu mengecek lagi hasil kerjanya sebelum dia menyerahkan pekerjaan nya pada Edo.


Rapat pun selesai setelah beberapa jam berlalu. Kini di ruangan itu hanya ada Edo dan Lily.


" Kita makan siang diluar," ucap Edo yang masih duduk di kursinya sambil melihat kearah ponselnya.


Lily yang kala itu sedang membereskan berkas - berkas tampak menghentikan kegiatan nya dan melihat kearah Edo yang masih bersantai di kursi nya.


" Tapi, jika kita makan siang diluar bersama maka gosip tentang kita akan semakin memanas," sahut Lily.


Edo menatap kearah Lily dengan sebelah alis yang terangkat.


" Kenapa? kau takut?" tanya Edo dengan penuh selidik.


Lily terlihat salah tingkah dan berusaha menutupinya dengan kembali membereskan semua berkas-berkas yang ada di meja.


" Heii ... kau salah tingkah?" lanjut Edo dengan senyum tengilnya dan meletakkan ponselnya di meja.


Pria itu beranjak dari kursi dan menatap wajah cantik Lily yang tampak fokus dengan semua berkas di depannya.


" Atau kau takut kekasih mu mendengar gosip tentang kita?" tanya Edo mendekat kan wajahnya ke wajah Lily.


" Jaga sikap mu, Ed. Ini di perusahaan," sahut Lily dengan nada yang tertahan.


" Kau lupa ini perusahaan siapa?" sahut Edo yang malah semakin mendekat kan wajahnya pada wajah Lily hingga membuat wanita itu semakin salah tingkah.


" Tapi __"


" Huuffft ... kenapa aku jadi salah tingkah?" gumam Lily lalu melanjutkan kegiatannya.


Dia keluar dari ruangan meeting dan berjalan menuju ruangan Edo untuk meletakkan berkas nya.


.


.


Kini Edo dan Lily sudah berada di dalam sebuah restoran mewah yang letaknya hanya beberapa meter dari perusahaan.


Mereka sedang menyantap makanannya tanpa ada yang bersuara. Karena letak restoran yang cukup dekat dengan perusahaan, ada beberapa pegawai juga yang makan di restoran itu.


Mereka tampak melihat kearah Lily dan Edo yang sedang menikmati makanannya sambil berbisik membicarakan bos dan sekretaris itu.


Lily yang menyadari bahwa dirinya sedang di perhatikan tampak merasa tak nyaman.


" Mereka membicarakan kita," ucap Lily.


" Biarkan saja, toh kita hanya di gosip kan memiliki hubungan, kan? dan itu wajar karena kita sama-sama belum menikah," sahut Edo santai.


" Tapi aku merasa risih, Ed," sahut Lily.


" Aku akan langsung memecat mereka jika kau merasa risih dengan gosip murahan itu," sahut Edo menghentikan kegiatannya dan menatap kearah Lily.


Lily menggelengkan kepalanya dengan cepat karena menurut nya itu berlebihan jika Edo harus memecat pegawai nya hanya karena masalah ini.


" Lalu?" tanya Edo kembali menyantap makanannya.


" Huuffft ... biarkan saja. Aku akan mencoba tak mendengar kan gosip murahan itu," sahut Lily dan kembali fokus dengan makanannya.


Lalu tiba-tiba dia kembali menghentikan kegiatan nya dan menatap kearah Edo.


" Lagian tidak ada ruginya jika aku di gosip kan dengan seorang pemilik perusahaan yang super kaya raya," ucap Lily dengan mata genitnya yang menatap kearah Edo.


Edo mengerutkan keningnya dan mengacak-acak rambut Lily. Dan sekali lagi, pegawai yang masih memperhatikan mereka semakin yakin jika Edo dan Lily memiliki hubungan yang spesial.