The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Kesal



" Shiiittt ... anak itu mengganggu saja!" geram Reza.


Dengan cepat Cleo melepaskan diri dari Reza dan langsung memasang kembali cd-nya, lalu mengambil dress yang ada di lemari secar random.


" Dasar suami gila!" tegas Cleo sambil mengenakan pakaian nya. Lalu pergi meninggalkan Reza yang masih terpaku di tempatnya.


Pria itu menatap Cleo dengan kesal karena gagal menyalurkan hasrat nya pada wanita itu.


CEKLEK


" Iya, sayang? kau sudah sarapan?" tanya Cleo yang langsung menutup kembali pintu kamarnya.


" Belum, Mom. Dan aku ingin sarapan bersama Momy di taman belakang," sahut Bryan.


Mereka berjalan bergandengan tangan menuju halaman belakang.


Sementara Reza masih menggerutu di dalam kamar mandi nya.


" Dia seharusnya mementingkan suaminya terlebih dahulu. Awas saja nanti, aku tidak akan melepaskan nya lain kali," gumam Reza.


.


.


Cleo sedang bermain dengan Bryan di halaman belakang karena hari ini weekend. Reza keluar dari kamarnya dan tak melihat siapa pun di ruang tengah.


Dia mendengar tawa ria dari halaman belakang dan dia langsung menghampiri asal suara itu.


" Daddy..." panggil Bryan berlari sambil merentangkan kedua tangannya pada Reza.


Reza tersenyum dan langsung memeluk Bryan yang melompat kearahnya.


Cleo tersenyum saat melihat kebersamaan Bryan dan Reza yang sangat jarang di lakukan.


Reza dan Bryan tampak bermain sepakbola bersama di halaman belakang yang terdapat hamparan rumput hijau.


Tawa mereka terdengar keras di halaman itu. Cleo bergabung dengan mereka. Para pelayan tersenyum saat melihat kebahagiaan dari majikannya itu.


" Semoga mereka selalu bahagia," gumam seorang pelayan yang sudah lawas yang bekerja di mansion itu.


.


.


Setelah sekitar 30 menit mereka bermain. Akhirnya Reza menyerah, dia merebahkan tubuhnya di alas karpet yang ada di atas rumput sambil melihat kearah langit biru yang cerah.


" Boy ... kau tak lelah?" tanya Reza dengan nada yang berteriak.


" No, Dad. Aku masih ingin bermain!!" sahut Bryan sambil bermain ayunan.


Cleo yang merasa lelah juga menghampiri Reza dan ikut merebahkan tubuh nya di samping Reza.


" Kau lelah?" tanya Reza basa-basi.


" Hmmm ..." sahut Cleo memejamkan matanya.


" Mau meneruskan yang tadi?" tanya Reza dengan seringai tipis di bibirnya.


" No," sahut Cleo singkat padat dan jelas.


Reza menghembuskan nafasnya kasar dan kembali merebahkan kepalanya di atas karpet.


" Punya istri tapi tak berguna. Apa aku harus jajan di luar sana untuk menuntaskan hasrat ku?" kata Reza.


" Terserah kau saja. Aku tak akan melarang mu," sahut Cleo cuek.


' Wanita ini benar-benar menyebalkan! bagaimana cara nya aku bisa mencintai nya kalau sikapnya seperti itu pada ku,' batin Reza.


" Apa mau mu? kau tak mau berpisah dengan Bryan tapi kau tak mau mengakui suami mu. Bahkan kau tak melayani suami mu dengan benar," kata Reza.


Cleo menoleh pada Reza dengan mengerutkan keningnya.


" Karena aku melakukan ini hanya untuk Bryan, bukan untuk mu ataupun kakak ku," sahut Cleo.


" Kau melakukan ini untuk Bryan itu artinya pernikahan ini bukanlah pernikahan sementara atau kontrak atau apalah itu. Kau istri ku dan kau harus memenuhi kewajiban mu!!" tegas Reza.


Mereka bertatapan tajam dengan posisi masih terlentang di atas karpet.


" Aku akan melakukan kewajiban ku pada Bryan, sebagai Momy Bryan. Bukan kewajiban ku sebagai istri mu," sahut Cleo kesal.


" Heii ... Jadi kau tak menganggap ku sebagai suami mu?? kau mempermainkan pernikahan ini!!" tegas Reza sampai terduduk dari karpet.


" Aku tidak mempermainkan sebuah pernikahan. Hanya saja aku tak bisa menganggap mu seorang suami jika sikap mu padaku seperti itu. Kau kasar dan sama sekali tak menginginkan ku!!" bentak Cleo.


Lalu Reza memegang kedua bahu Cleo dengan kasar.


" Kau mengatakan aku tak menginginkan mu?? Lalu apa yang aku lakukan tadi pagi kalau aku memang tak menginginkan mu!!!" bentak Reza yang sudah tak bisa menahan kekesalannya.


Pelayan yang melihat perdebatan itu langsung membawa Bryan masuk agar tak melihat keributan orang tua nya.


" Itu hanya sebuah nafsu mu!!" sahut Cleo kesal.


" Nafsu?? kalau begitu aku akan tunjukkan bagaimana nafsu liar seorang pria yang sudah di abaikan oleh istrinya sendiri!!" bentak Reza dengan matanya yang tajam.


Cleo menatap lekat mata itu yang mampu menghunus jantung nya.


Lalu dengan cepat Reza mengangkat tubuh Cleo dan memanggulnya layaknya sebuah karung.


" LEPASKAN AKU!!!" teriak Cleo.


Namun tak di dengar oleh Reza. Pria itu terus membawa Cleo masuk dan menuju kamarnya.


Saat sudah ada didalam kamar nya. Dia menghempaskan tubuh Cleo ke ranjang dan mengunci pintunya.


" A-apa yang akan kau lakukan?" tanya Cleo gugup.


" Aku ingin memperkosa istri ku!!"


Reza langsung membuka kaos nya dan melemparkan ke sembarang tempat.