
Di sebuah gudang tempat Markas besar Reza. Seorang wanita paruh baya tengah berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan nya.
" Sial ... aku tertangkap dan semua rencana ku berantakan!"
" Aaaarrggh ... aku akan membunuhmu Edo!!!" teriak Edwin yang masih mengira bahwa Edo lah yang sudah menyekap nya.
BRAAKK
Pintu terbuka dengan begitu keras. Edwin menoleh dan melihat seseorang yang tidak dia kenal berdiri di ambang pintu.
" Siapa kau!! lepaskan aku!!" bentak Edwin yang masih berusaha melepaskan diri.
Pria itu tak menjawab. Dia hanya menatap tajam kearah wanita paruh baya yang sedang dia sekap.
" Heii ... lepaskan aku!!! aku tak punya urusan dengan mu!!" kata Edwin lagi.
Reza menghentikan langkahnya saat sudah berdiri dihadapan Edwin.
" Katakan apa yang kau rencanakan? kenapa kau mengintai Mension ku?" kata Reza dengan nada yang terdengar mengintimidasi.
Edwin tercengang. Dia tak langsung menjawab dan tampak berpikir.
" Mansion? aku tak tahu jika mansion itu milik mu, Tuan. Sekarang lepaskan aku karena mungkin aku salah alamat," sahut Edwin.
Reza tertawa mengejek.
" Kau pikir aku akan langsung melepaskan mu?" sahut Reza.
Edwin mengerutkan keningnya. Dia menatap kearah Reza yang tengah menertawakan dirinya.
" Apa kau suruhan Edo?" tanya Edwin.
" Jika iya, katakan pada nya bahwa aku akan segera menemukan adik tersayang nya itu dan aku akan langsung membunuh nya tepat di hadapan nya!!" tegas Edwin dengan mata yang menyalang marah.
Reza menghentikan tawanya. Tatapan nya tajam dan rahangnya mengeras sempurna.
" Apa kau bilang? kau akan membunuhnya? apa yang kau maksud itu Cleo? kau akan membunuh wanita itu?" kata Reza dengan nada dingin yang membuat nyali Edwin tiba-tiba menciut.
" Ya. Aku akan membunuh wanita itu dan setelah itu aku akan membunuh Edo!!" teriak Edwin.
" Jadi kau akan membunuh istri ku? begitu?" sahut Reza sambil mencekik leher Edwin dengan keras.
Edwin tercengang, dia terkejut saat pria itu mengatakan bahwa Cleo istri nya dan bahkan leher nya yang di cekik oleh Reza.
" L-lepas kan," kata Edwin tercekat karena Reza mencekiknya.
" Kau akan ku bunuh terlebih dahulu sebelum kau menyentuh istri ku!!" teriak Reza yang terus mencekik leher Edwin.
Edwin membelalakkan matanya dan wajahnya nya pun mulai memerah. Sungguh Reza sangat ingin membunuh wanita itu sekarang juga.
Dia begitu murka saat mendengar apa tujuan Edwin sebenarnya.
" To-long lepaskan a-aku," ucap Edwin terbata-bata sambil memukul lengan Reza.
" Bos ... tenangkan dirimu, Bos. Ingat pesan Tuan Edo, Bos," kata Haikal mengingat kan Reza.
Lalu Reza melepaskan tangan nya dari leher Edwin dan langsung keluar dari ruangan itu bersama Haikal.
Haikal menutup lagi pintu nya dengan keras hingga membuat Edwin tersentak.
" Aku hampir saja mati," gumam Edwin sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Dia tak menyangka bahwa Cleo ternyata sudah menikah. Dan pria yang tadi hampir menghilang kan nyawanya adalah suami dari Cleo.
" Wanita itu masih beruntung karena ada suami nya. Aku harus bertahan dan aku yakin sebentar lagi Edo pasti akan datang kemari," gumam nya lagi.
Lalu dia melihat pecahan kaca yang terletak tak terlalu jauh dari jangkauan nya. Dia berusaha mengambil pecahan kaca itu.
.
.
Drtt drt drt
Ponsel Reza berbunyi. Pria itu langsung melihat kearah benda pipih itu dan mengambil nya.
Senyum nya tersungging dan dia langsung menggeser tombol berwarna hijau hingga panggilan pun tersambung.
" Hallo, Ed. Akhirnya kau menghubungi ku."
Terdengar tawa sinis dari seberang telepon.
" Jangan senang dulu, Reza. Aku tahu rencana licik mu," sahut Edo.
" Ya. Karena aku sudah sangat tahu apa tujuan mu memisahkan aku dan istriku," sahut Reza.
Edo tampak tertawa dengan keras.
" Kau masih menyebut nya sebagai istri?"
Reza mengerutkan keningnya dan merasa sangat emosi tapi dia berusaha menahan nya.
" Dia masih tetap istri ku meskipun kau memisahkan kami!!" tegas Reza hingga membuat Edo menghentikan tawanya.
" Cepat katakan dimana kau menyembunyikan Cleo? Jika tidak aku akan menghabisi tahanan mu saat ini juga!!"
Edo tercengang. Dia tak menyangka Reza akan mengancamnya seperti ini. Bahkan dia berani menghilang kan nyawa seseorang demi mendapatkan wanita nya kembali.
" Aku akan kesana untuk menyelesaikan masalah Edwin. Setelah itu kita akan menyelesaikan masalah kita," sahut Edo dan langsung memutuskan panggilan itu.
" CK. Sial!!"
Reza melemparkan ponselnya ke kursi yang ada di sebelah nya.
Dia memukul kemudi setir nya dan mencengkeram kuat rambut kepala nya.
Dia begitu frustasi karena tak bisa menahan rasa rindu nya lagi pada wanita yang sudah menjadi istrinya.
Wanita yang sudah dia sia-siakan.
" Aku sangat merindukan mu, Cleo!!" teriak Reza frustasi.