
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, namun Edo masih setia di depan laptop di ruangan nya bersama Grey.
Dua pria tampan itu tengah di sibukkan dengan persiapan pembukaan anak cabang perusahaan nya di luar negeri.
Karena satu minggu lagi Edo akan berangkat ke Rusia untuk langsung terjun dalam peresmian perusahaan nya disana.
Dan Grey yang bertugas untuk mengelola perusahaan pusat sementara Edo berada di Rusia.
Satu jam kemudian. Edo menutup laptop nya dan meregangkan otot-otot tubuhnya.
Grey pun turut melakukan hal yang sama dan pria itu membereskan berkas-berkas yang sudah selesai mereka kerjakan.
Tepat jam 8 malam mereka keluar dari gedung itu. Dan sama-sama berjalan menuju mobil masing-masing.
" Sampai bertemu besok, Bos. Aku akan menyelesaikan sisa nya," kata Grey.
" Jangan terlalu memforsir diri mu, Grey. Kita bisa menyelesaikan nya besok."
Edo langsung masuk kedalam mobil sportnya begitu pun dengan Grey.
.
.
Kini Edo sudah sampai di mansion mewah nya. Pria itu keluar dari mobilnya dan memberikan kunci mobilnya pada penjaga agar memarkir kan mobilnya.
Dia berjalan masuk kedalam mansion dan melihat keadaan mansion yang sangat sepi. Sebenarnya Edo sangat membutuhkan sosok wanita yang bisa menyambut nya jika sedang pulang dari perusahaan.
Seperti yang biasa dilakukan oleh Cleo saat dia masih ada di mansion itu. Edo berjalan lemas ke dalam kamarnya.
Lalu dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. 30 menit berlalu dan Edo keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang kembali segar dan bugar.
Pria itu sempat berendam dengan air hangat di dalam bathtub karena merasa lelah. Dan hal itu membuat dirinya kembali segar.
Dia berjalan masuk kedalam walkin closet dan memakai baju santai nya. Lalu Edo keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan.
Edo kembali merasakan kesepian saat berada di ruang makan. Dia menyantap makan malam nya sendiri tanpa ada yang menemani.
Saat dirinya tengah menikmati makan nya. Tiba-tiba ada seorang pelayan yang masuk dari pintu belakang dan membuat Edo melihat kearah pelayan itu.
Pelayan wanita itu tak memakai seragam nya dan hanya memakai dress sederhana yang panjangnya hanya sebatas lututnya saja.
Rambut panjang nya terurai dan dia tersenyum ramah pada Edo.
Edo menatap kearah pelayan yang tadi pagi di lihatnya dan melihat penampilan nya yang begitu sederhana.
Wajah nya cantik meskipun tidak di poles dengan riasan makeup. Bibirnya berwarna pink dan itu terlihat sangat manis.
" M-maaf, Tuan. Saya kemari hanya ingin mengambil ponsel saya yang tertinggal di dapur," kata Milea dengan suara lembutnya.
Edo hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab perkataan dari Milea. Wanita itu langsung berjalan kearah dapur dengan segera karena dia sedikit salah tingkah saat matanya bertumpu dengan mata tajam Edo.
Edo masih memperhatikan gerak gerik Milea hingga wanita itu masuk ke dapur. Milea mencari ponsel nya dan menemukan nya di dekat mesin pencuci piring.
Dia mengambil ponsel jadulnya itu dan mendekapnya seolah itulah barang paling berharga di hidup nya.
" Syukurlah tidak sampai hilang," gumam Milea.
Lalu dia langsung keluar dari dapur dan melewati ruang makan, dia melihat kearah meja makan yang terlihat sedikit berantakan.
" Maaf, Tuan. Apa anda sudah selesai makan malam nya?" tanya Milea dengan wajah yang tertunduk.
Edo melihat kearah Milea dan hanya berdehem tanpa beranjak dari kursi nya.
" Kalau begitu, boleh saya bereskan meja nya sekarang?" tanya Milea lagi.
" Hmmm ..."
Milea menganggukkan kepalanya dan langsung membereskan semua sisa makanan dan piring kotor yang ada di meja itu.
Edo tetap berada disana dan dia fokus dengan ponselnya. Sesekali Milea mencuri pandang kearah Edo karena dia memang belum pernah melihat ataupun bertemu dengan Tuan rumah di mansion itu.
Wajah Edo yang tak berekspresi dan terlihat serius membuat ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat. Dan itu membuat Milea tertarik untuk mencuri pandang kearah majikannya itu lagi dan lagi.
' Oh my. Dia benar-benar tampan, aku tidak pernah bertemu dengan pria setampan dia. Andai saja aku bukan pelayan disini mungkin aku akan menggoda nya,' batin Milea.
Wanita cantik itu berjalan kearah dapur dengan membawa semua piring kotor. Edo melihat kearah punggung Milea yang berjalan menjauh dari nya dan tersenyum tipis.
Milea yang cekatan dan tak bisa melihat sesuatu yang menurut nya berantakan langsung membereskan semua nya. Dia juga langsung mencuci semua piring kotor dengan cepat meskipun ini adalah bukan jam kerjanya.
" Ahh ... Akhirnya selesai juga," gumam Milea sambil meregangkan otot-otot nya yang terasa tegang.
" Ini bukan jam kerja mu, kenapa kau membereskan nya sekarang? Kau bisa melakukan nya besok," kata Edo yang tiba-tiba ada di dapur dan sedang berjalan menuju kulkas.
Milea terkejut dan dadanya berdebar saat hanya berdua bersama Edo.
" Tidak apa, Tuan. Saya memang biasa melakukan hal ini dan merapikan semua nya sebelum saya tidur," sahut Milea sambil mencuri pandang kearah Edo yang sedang mencari sesuatu dari dalam kulkas.
" A-apa Anda mencari sesuatu, Tuan? Atau kau mau saya buat kan kopi?" tanya Milea.
Edo menoleh dan melihat kearah Milea sementara wanita itu langsung mengalihkan pandangannya dan menundukkan wajahnya.
" Hmmm ... buat kan aku kopi dan hanya sedikit gula. Aku akan menunggu di ruang tengah," ucap Edo dan langsung pergi meninggalkan dapur sambil membawa sebuah apel.
" B-baik, Tuan."
Milea masih menatap punggung kokoh Edo yang berjalan keluar dari dapur hingga dia tak bisa melihat Edo lagi.
" Kenapa dadaku berdebar seperti ini?" gumam Milea sambil memegang dadanya.
Wanita itu menggelengkan kepalanya dan kembali fokus untuk membuat kan secangkir kopi untuk majikan tampan nya.
Saat dirinya sedang meracik kopi sesuai dengan arahan Bibik Neli yang sempat memberi tahu kopi kesukaan Edo, Edo datang dan hanya berdiri di ambang pintu.
" Jangan lupa bawakan camilan nya juga!"
Milea tersentak kaget hingga dia melompat. Dan Edo tersenyum tipis melihat tingkah Milea.
" B-baik, Tuan," sahut Milea sambil memegang dadanya yang terkejut.
Edo terkekeh sambil menggeleng kan kepalanya, lalu dia pergi dari sana.
" Oh my. Ketampanan nya bertambah 100 persen saat tersenyum seperti itu," gumam Milea.