
Edo langsung membawa Cleo terbang ke negara asal Ayahnya. Dia ingin menyembunyikan Cleo disana dan juga akan menangani perusahaan pusatnya yang juga ada di sana.
Dia langsung mengabari kedua orang tua Reza jika dia membawa Cleo dari Reza. Rekza dan Moza juga menyetujui hal itu karena mereka juga ingin memberi pelajaran pada putranya itu.
Sementara Bryan. Anak itu langsung di jemput dari sekolahnya oleh Zivilia, atas perintah dari sang Momy, Moza.
Anak itu masih mempertanyakan dimana Cleo saat mendapati Aunty nya yang pergi menjemput nya.
Namun saat mendengar bahwa dia ingin di ajak keliling dunia oleh kedua kakek dan neneknya, anak itu tak lagi menanyakan keberadaan Cleo.
.
.
Di mansion Reza. Pria yang baru saja mendapatkan pelajaran dari Edo tampak sedang di obati wajahnya yang tengah babak belur oleh seorang dokter wanita yang juga teman nya.
" Pelan - pelan, Mel. Itu sakit!" pekik Reza dengan wajah yang terlihat menahan rasa sakitnya.
" Ini sudah pelan, Za. Ya ampun kamu ini, lagian kemana istri mu? saat suaminya sedang terluka seperti ini harus nya dia yang merawat mu! bukan malah meninggalkan mu seperti ini," omel Melani.
Wanita itu merasa geram saat mendapati teman baiknya dalam keadaan babak belur seperti ini namun tak mendapati istrinya di sisi pria itu.
Reza terdiam mendengar Omelan dari Melani. Otak nya seakan sudah penuh dengan kasus Cleo yang tengah dibawa paksa oleh Edo.
Dan dia sedang berpikir keras, dimana kiranya Edo menyembunyikan Cleo.
" Done. Kau harus minum obat mu, ini bisa mengurangi nyeri di tubuh mu. Kau sudah makan? kalau tidak aku akan mengambil kan mu makanan," kata Melani dengan penuh perhatian.
" Tidak, aku hanya ingin beristirahat. Kau pergilah," sahut Reza sambil merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya.
" Huuffft ... baiklah. Aku akan pergi dan besok aku akan kesini lagi untuk mengecek keadaan mu. Istirahat lah, bye."
Melani langsung pergi dari kamar Reza. Wanita melihat kearah pria yang tengah menutup matanya di ranjang itu sebelum dirinya menutup pintu kamar itu.
' Semoga kau lekas sadar dengan perasaan ku padamu, Reza,' batin Melani dan langsung menutup pintu kamar Reza.
.
.
Kini Edo dan Cleo sudah tiba di negara yang di tuju. Pria itu menggandeng tangan sang adik keluar dari jet pribadi nya.
Dan membawanya masuk kedalam mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Dalam perjalanan panjang itu, Cleo tak pernah menanyakan apapun pada Edo.
Sampai mobil yang dia tumpangi ternyata sudah berhenti di sebuah mansion besar yang bernuansa putih dan gold.
Mansion itu adalah mansion dari keluarga Antoni yang kini di wariskan pada Edo dan Cleo.
Edo membuka pintu mobil yang ada di samping Cleo dan membuat wanita itu tersadar dari lamunan nya.
" Kita sudah sampai?" tanya Cleo sambil menyambut uluran tangan dari sang kakak.
" Hmmm ..." sahut Edo singkat.
Mereka melangkah kan kakinya memasuki mansion megah itu. Ada beberapa pelayan yang langsung menyambut kedatangan sang tuan rumah.
Mereka menyapa dengan ramah dan sudah menyiapkan segala keperluan Tuan dan Nona nya di kamar masing-masing.
Cleo dengan wajah datar nya, terus melangkah kan kakinya menuju lantai dua. Dia menaiki tangga yang melingkar dan akhirnya sampai di lantai dua.
" Ini kamar mu," kata Edo setelah membuka salah satu pintu kamar.
" Hmmm," sahut Cleo singkat.
" Kamar kakak ada di sebelah kamar mu. Jika kau membutuhkan apa-apa langsung panggil pelayan. Istirahatlah, hmmm?"
Edo mencium kening Cleo dan pergi menuju kamarnya sendiri. Cleo masuk dan langsung menutup pintunya.
Wanita itu menghela nafasnya dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang king size nya.
Dia teringat ucapan dari Reza beberapa jam yang lalu.
' Apa dia benar-benar mencintai ku? dia terlihat sangat menyedihkan tadi,' batin Cleo.
Lalu dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena terasa lengket.
Sebelum dia masuk kedalam kamar mandi, Cleo mengambil benda pipih yang ada di saku celananya.
Dia mengaktifkan benda itu dan meletakkan nya di meja nakas. Karena hanya itu yang dia bawa dari mansion Reza.
Saat dirinya sedang berada di kamar mandi. Ponsel nya berbunyi. Edo masuk kedalam kamar Cleo dan melihat ponsel itu berbunyi.
Edo langsung mengambil benda pipih itu dan menukar nya dengan yang baru. Dia langsung membuang ponsel itu setelah keluar dari kamar Cleo, dan dia juga sudah menghancurkan benda pipih itu sebelum membuangnya.
" Aku tidak akan membiarkan mu mengetahui dimana Cleo berada, Reza. Kau harus tersiksa dengan perasaan mu untuk membuktikan perasaan mu yang sebenarnya pada adikku," gumam Edo dengan tangan yang masih terkepal.