
CEKLEK
Cleo membuka pintu ruangan Reza dengan perlahan. Dia masuk dan melihat kearah Reza tengah menatapnya dengan memainkan bolpoin dengan jarinya.
" Selamat siang, Pak," kata Cleo sedikit gugup.
" Duduk!" tegas Reza.
Cleo pun duduk di kursi yang berhadapan dengan Reza.
" Ini berkas yang anda minta, Tuan. Silahkan anda periksa."
Cleo memberikan berkas itu pada Reza sambil menatap kearah mata tajam nya.
Reza langsung membuka dan memeriksa berkas itu dengan mata tajam nya.
' Shiitt, kenapa suasananya jadi tegang begini,' batin Cleo.
Selang beberapa menit, Reza meletakkan berkas itu di meja nya. Tatapan matanya langsung bertumpu dengan tatapan Cleo.
Mereka saling menatap tanpa berkedip. Seolah ada pedang yang tengah berperang di hadapan mereka.
Mata tajam Reza terus menusuk mata indah Cleo seolah tak ada kata bosan dengan mata indah itu.
Mata Cleo seolah menghipnotis mata tajam Reza. Hampir 15 menit mereka hanya bertatapan dengan sesekali mengedipkan matanya.
" Ehemm ..."
Suara itu menyadarkan mereka dan langsung melihat kearah pria tengil yang berdiri di ambang pintu.
" Aku tidak memanggil mu dan tidak membutuhkan mu. Keluar sekarang!!" tegas Reza.
" Bos ... aku hanya ingin memberikan makan siang mu," sahut Haikal.
" Letakkan di meja, dan pergi dari sini!"
" Baik, Bos," sahut Haikal lemas.
Pria itu meletakkan bungkusan makanan itu dan langsung keluar dari ruangan Reza.
" Apa ada lagi yang anda perlukan, Tuan? kalau tidak aku akan keluar untuk makan siang sebelum waktu istirahat ku terbuang percuma di sini," kata Cleo sinis.
" Temani aku makan siang disini," ucap Reza bangkit dari kursinya.
" Wait ... What!!"
Cleo menatap kearah punggung Reza yang berjalan kearah sofa.
" Tunggu apa lagi? apa kau mau aku menggendong mu kesini?" kata Reza sambil duduk di sofa.
" T-tidak. Aku bisa jalan sendiri."
Dengan cepat Cleo melangkah kan kakinya menuju tempat dimana bosnya sedang duduk menunggu nya.
Cleo membuka bungkusan yang di bawa Haikal. Dan langsung menghidangkan di meja .
Reza melihat setiap gerak gerik Cleo yang begitu lincah menyiapkan makanan untuk nya.
" Tangan mu lincah juga ternyata. Apa kau juga lincah bila di ranjang?" kata Reza dengan senyum miring nya.
Cleo langsung menatap tajam kearah Reza. Dia tak menggubrisnya dan hanya fokus dengan makanan nya.
" Heii ... kau tak menunggu bos mu dulu? kau sangat tidak sopan!"
Cleo langsung meletakkan sendok nya. Dan berhenti menyuap kan makanan ke mulutnya.
Reza tersenyum miring melihat Cleo yang menghentikan makannya.
" Sekarang makanlah," perintah Reza.
Cleo pun langsung menyuapkan makanan ke mulutnya dan langsung mengunyah nya. Dia menyantap makanannya dengan cepat agar dia bisa cepat keluar dari ruangan itu.
Reza menatap kearah Cleo dan melihat pipinya yang bergerak karena sedang mengunyah.
Sesekali Cleo menggerakkan lidah nya menjilati bibir nya sendiri yang terdapat saus disana.
Hal itu membuat Reza menelan saliva nya. Dia menyantap makanannya sambil menatap kearah Cleo yang makan dengan lahapnya.
" Kau seperti tak makan selama beberapa hari," ucap Reza.
" Hmmm ... Karena cacing-cacing di perut ku sudah pada demo sejak tadi," sahut Cleo.
Tanpa dia sadari ada saus yang belepotan di bibir sensualnya.
Dengan cepat Reza langsung menyapu bibir menggoda itu dengan sesekali menyesapnya.
Lalu Reza melepaskan pagutannya dan mengusap bibir Cleo yang basah akibat ulahnya.
Cleo menatap tajam kearah Reza yang berada dekat dengan wajahnya.
" Ada saus yang menempel di bibir mu, jadi aku hanya ingin membersihkan nya," kata Reza santai.
Dia tak melihat tatapan tajam dari Cleo yang sedang menahan amarahnya.
" Kenapa? kau menginginkan nya lagi?" lanjut Reza.
Cleo tak menjawab dan langsung memfokuskan diri pada makanan nya.
" Apa dulu kau sering makan siang bersama dengan mantan bos mu itu?" tanya Reza.
" Aku tebak pasti iya. Dia pasti memerintah mu seperti aku saat ini agar bisa makan siang bersama wanita cantik dan seksi seperti mu," lanjut Reza.
Cleo tak menggubris nya dan terus menyantap makanannya.
" Dimana pertama kali dia melecehkan mu? maksud ku, di bagian tubuh mana?" tanya Reza.
Cleo langsung menghentikan kegiatan nya. Dia menghela nafasnya dan menatap tajam pada Reza.
" Kau selalu bertanya dan berbicara hal yang tak penting, sebenarnya apa tujuan mu memanggil ku kemari selain meminta berkas itu?" sahut Cleo ketus.
Sejak tadi dia menahan kekesalannya pada pria yang duduk di sampingnya itu.
" Aku hanya ingin melakukan pendekatan dengan calon istri ku. Apa itu salah?" sahut Reza.
" Hah. Kau pikir aku bodoh? Pernikahan itu hanya sementara, kau tak perlu melakukan pendekatan atau hal lainnya karena itu akan percuma!!" tegas Cleo.
Dia bangkit dari kursinya dan ingin melangkah keluar dari ruangan itu.
" Siapa yang menyuruh mu meninggalkan ruangan ini?" kata Reza dengan suara berat nya.
Cleo menghentikan langkahnya dan menoleh pada Reza.
" Aku hanya ingin ke toilet, Tuan ...," sahut Cleo dengan nada yang mendayu.
" Disini ada toilet dan kau tak perlu keluar dari ruangan ini," sahut Reza.
' Huuuft ... Pria ini benar-benar menyebalkan!' batin Cleo.
Dengan berat dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Reza menyeringai melihat kearah Cleo yang masuk kedalam kamar mandi.
' Jika aku melakukan hal yang melenceng, apa dia akan marah? ya. dia pasti akan marah dan kemungkinan besar nya dia akan menampar ku,' batin Reza.
Dia berniat akan menggoda wanita itu. Dia akan terus membuat Cleo kesal jika bersama nya.
" Tapi bibirnya boleh juga," gumam Reza mengingat ciuman yang mendadak tadi.
Tak lama dari itu, Cleo keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju sofa dan berdiri di hadapan Reza.
" Apa ada lagi yang kau butuhkan, Tuan?" tanya Cleo.
" Aku calon suami mu kalau kau lupa," sahut Reza.
Cleo memutar bola matanya dan menghembuskan nafasnya.
" Apa aku boleh kembali ke meja ku, CALON SUAMI KU ..."
Cleo begitu kesal saat memanggilnya nya dengan sebutan itu.
" Kemarilah sebentar. Ada yang aku inginkan dari mu sebelum kau keluar dari ruangan ini," sahut Reza sambil menepuk sofa di sebelah nya.
Cleo menyipitkan matanya. Dia menatap penuh curiga pada pria itu tanpa melangkah kan kakinya.
" Ayo sini," ucap Reza lagi.
' Mau apa lagi pria ini,' batin Cleo.
Dengan berat hati, Cleo melangkah kan kakinya mendekati pria itu.
Saat Cleo sudah ada di hadapannya, dengan cepat Reza menarik tangan Cleo hingga membuat wanita itu jatuh di atas pangkuan nya.
" Apa yang kau lakukan," ucap Cleo kesal.
Tanpa menjawab perkataan Cleo. Pria itu langsung menyambar bibir sensual yang sangat dekat dengan wajahnya.