The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Keinginan Cleo



Reza terbangun di tengah malam karena merasa kan kram di lengannya yang di jadikan bantal oleh sang istri. Dia melihat kearah wajah cantik Cleo yang sedang terlelap dalam dekapan nya.


Cup


Reza mengecup bibir Cleo dengan perlahan, lalu dia mengangkat kepala Cleo dengan perlahan agar tak sampai mengganggu tidur nyenyak wanita cantik itu dan memindahkan nya ke bantal.


Cleo membalikkan tubuhnya membelakangi Reza. Dan dengan cepat Reza memeluk nya dari belakang.


" Hmmm ... I love you," ucap Reza berbisik di ceruk leher Cleo.


Cleo tersenyum karena dia sebenarnya sudah terjaga akibat pergerakan tadi.


Wanita itu memegang tangan Reza yang melingkar di perut nya.


Reza menghirup aroma dari ceruk leher Cleo dan mulai menciumi leher jenjang wanita itu.


Cleo langsung meremang saat Reza mulai menciumi area leher nya. Dia memang sangat merindukan sentuhan dari sosok lelaki nya itu.


Pria itu menyadari bahwa Cleo sudah terjaga namun dia lebih memilih untuk terus menggoda wanita itu.


" Hmmmm ..." lenguhan itu terdengar di telinga Reza saat tangan nya mulai menyentuh area dada nya.


" Kau menikmati nya?" bisik Reza dengan suara seraknya dan Cleo hanya menganggukkan kepalanya.


" I love you," ucap Reza lagi.


" I love you to," sahut Cleo dengan suara seraknya.


" Boleh aku meminta nya?" bisik Reza.


" Meminta apa?" sahut Cleo menggoda Reza.


" Meminta ini," sahut Reza sambil mendarat kan Tangannya tepat di pangkal paha Cleo hingga membuat wanita itu terpekik.


" Boleh?" tanya Reza lagi sambil memainkan tangannya disana.


Cleo melenguh sambil menganggukkan kepalanya. Merasa mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Reza langsung melanjutkan kegiatannya.


Dia melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya dan juga tubuh Cleo dengan gerakan cepat.


" Kenapa kau sangat terburu-buru?" ucap Cleo.


" I Miss you so bad, Beby."


Reza langsung mencumbui seluruh tubuh polos sang istri.


Tidak ada yang terlewat kan sedikit pun dari sentuhan nya. Cleo sangat menikmati permainan lembut dari sang suami.


Wanita itu sangat senang karena ternyata Reza kini sudah berubah dan tak sekasar dahulu.


Dan kini tiba saatnya mereka untuk melakukan penyatuan nya. Reza Bergerak perlahan di atas tubuh sintal Cleo.


" Aaah ... Beby."


Lenguhan itu terdengar bersahut-sahutan di kamar yang kedap suara itu.


Akhirnya setelah terpisah hampir 2 minggu lamanya. Kini mereka kembali bersatu.


Dan ada berkah dari perpisahan itu, Mereka menyadari perasaan nya satu sama lain dan tak lagi menutupi perasaan nya lagi.


Reza mempercepat gerakannya hingga mereka mendapatkan puncaknya bersamaan.


" I Love you. Apapun yang akan terjadi aku tidak akan pernah membiarkan siapapun memisahkan kita kembali," ucap Reza sambil mencium kening Cleo dengan begitu dalam.


" I Love you to, Honey. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi," sahut Cleo.


Mereka pun kembali berpelukan dan langsung tertidur karena merasa lelah akibat kegiatan panas mereka.


.


.


Pagi menjelang.


Cleo terbangun, dia melepaskan tangan Reza yang melingkar di perut nya secara perlahan.


15 menit kemudian, cleo keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar dan hanya melilit kan handuk di tubuhnya.


Dia melihat kearah ranjang dimana Reza masih setia memejamkan matanya. Lalu Cleo bergegas menuju walking closed untuk mengganti bajunya.


.


.


Kini Cleo sudah ada di lantai bawah, dia membantu para pelayan untuk menyiapkan makan pagi nya.


" Apa kak Edo sudah datang?" tanya Cleo pada pelayan senior disana.


" Iya, Nona. Tuan Edo baru datang pagi-pagi buta tadi. Mungkin sekarang dia sedang tidur di kamar nya," sahut pelayan itu.


" Hmmm ... Baiklah. Aku akan melihatnya dulu."


Cleo langsung meninggalkan ruang makan untuk memastikan, apakah sang kakak sudah datang atau belum.


Wanita itu perlahan berjalan kearah kamar Edo. Lalu dia menghentikan langkahnya saat sudah ada di depan pintu kamar Edo.


Dia menghela nafas panjang dan menghembuskan nya secara perlahan.


Cleo memegang gagang pintu dan memutar nya secara perlahan.


Beruntung nya pintu itu tak terkunci karena memang Edo sangat jarang mengunci pintu kamar nya.


Cleo mendorong perlahan daun pintu itu hingga mulai terbuka. Wanita cantik itu masuk kedalam kamar Edo secara perlahan dan kembali menutup pintu nya.


Dia melihat kearah ranjang yang memang sudah ada Edo yang sedang terlelap disana. Cleo menghampiri ranjang itu dan langsung membaringkan tubuhnya di samping Edo.


" Kakak ... Aku sangat tahu ke khawatiran mu, aku sangat tahu kau sangat menyayangi ku," ucap Cleo lirih sambil terus menatap wajah lelah Edo.


Dia mengangkat tangan nya dan mengusap dengan lembut wajah berjambang Edo. Hingga pria itu terjaga dari tidurnya Akibat sentuhan dari Cleo.


" Hmmm ... Good morning, Sweety."


Edo tersenyum pada Cleo saat membuka matanya.


" Good morning, Kakak," sahut Cleo.


Lalu Cleo langsung memeluk erat kakak tersayang nya itu.


" Sepertinya kau menginginkan sesuatu? Dan aku tahu apa yang kau inginkan," ucap Edo sambil mengusap punggung Cleo dan mencium puncak kepalanya.


" Kira-kira apa yang aku inginkan?" tanya Cleo mendongakkan kepalanya.


Edo tersenyum dan menatap mata indah Cleo yang mengerjap beberapa kali di hadapannya, hingga tak ayal membuat Edo terkekeh geli.


" Kakaaak ... Aku serius!" tegas Cleo mencebik.


" Kau yakin dengan keinginan mu itu?" tanya Edo serius.


" Memang nya apa yang aku inginkan?" sahut Cleo yang masih menggoda sang kakak.


Edo menghela nafas panjang dan kembali menatap mata Cleo dengan intens.


" Kau mau kembali pada Reza? Kau yakin?" tanya Edo yang kali ini sudah bersikap serius.


Cleo tersenyum dan lekas menganggukkan kepalanya.


" Baiklah. Tapi ada satu syarat untuk mu dan juga Reza," sahut Edo.


" Ya. Katakan saja, kami pasti akan memenuhi syarat dari mu, kak!" sahut Cleo dengan bersemangat.


" Baiklah. Nanti akan aku bicarakan di ruang makan," sahut Edo.


Cleo menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan beranjak dari ranjang.


Namun sebelum dia keluar dari kamar sang kakak, Cleo mengecup pipi Edo dengan cepat dan langsung kabur dari sana.


Itu karena Edo sangat tidak suka jika Cleo mencium nya.


" CK. Gadis ini benar-benar, tapi tunggu! Dia bukan seorang gadis lagi," gumam Edo sambil menggeleng kan kepalanya.