The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Milea dan Lily



Edo dan Grey tampak terpaku melihat dua wanita cantik yang memiliki wajah yang mirip berdiri di hadapannya.


Mereka tampak saling menatap satu sama lain dengan kening yang berkerut.


" Lily ... aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu. Kau baik-baik saja, kan? kakak tiri mu tidak menemukan mu, kan?" kata Cleo menghampiri Lily dan memeluknya.


Lily tersenyum dan membalas pelukan dari Cleo. Dia tak menyangka akan kembali bertemu dengan wanita yang sudah membantu nya beberapa waktu yang lalu saat dirinya hampir saja di tangkap oleh beberapa orang suruhan kakak tirinya.


Dari sanalah mereka di pertemukan. Saat Cleo dan Reza dalam perjalanan pulang dari sebuah villa yang ada di sekitar bukit.


Dan saat itu Cleo mendengar teriakkan histeris Lily yang akan di bawa paksa oleh beberapa pria yang bertubuh besar.


Dia menyuruh Reza untuk menghentikan mobilnya dan melihat kearah sekitar untuk memastikan asal dari suara teriakan tersebut.


Awalnya Reza hanya mengira Cleo hanya salah dengar. Namun saat melihat pergerakan dari balik semak-semak saat para pria menyeret paksa tubuh Lily, dari situlah Reza turun dan menolong Lily.


Cleo hanya berdiam diri di dalam mobil karena Reza tak mengizinkan nya untuk turun. Tapi meskipun begitu Cleo juga waspada dengan selalu memegang pistol nya, bahkan dia juga menembakkan peluru ke salah satu kaki preman yang akan kembali menyerang Reza dan menangkap Lily.


Hingga Cleo berteriak pada Lily agar lekas menghampiri mobilnya. Dan Lily pun langsung berlari kearah mobil Cleo yang kebetulan berada di pinggir jalan.


Reza berhasil mengalahkan preman-preman itu dan dia langsung menyerahkan semua preman itu pada pihak yang berwajib.


Lalu mereka pergi dari tempat itu bersama Lily juga. Dari situlah Cleo mengenal Lily dan ingin sekali membawa wanita malang itu bersama nya.


Setidaknya sampai dia mendapatkan tempat tinggal yang layak dan juga pekerjaan yang bisa menghidupi dirinya sendiri.


.


.


" Tinggallah disini bersama adik mu juga. Ada banyak paviliun disini dan aku bisa menjamin bahwa kau akan aman berada disini," kata Cleo sambil menggenggam tangan Lily.


" Benarkan, Kak?" tanya Cleo pada Edo yang masih terpaku.


" Kakak!!" panggil Cleo lagi karena Edo tak menjawab pertanyaan nya.


Edo tersentak dan langsung melihat kearah Milea.


" Ya ... ada apa?" tanya Edo pada Milea.


" Bukan aku, Tuan. Tapi Nona Cleo," sahut Milea tertunduk.


Lalu pandangan nya tertuju pada Lily dan juga Cleo.


" Apa yang kau katakan tadi, Cleo?" tanya Edo berusaha santai dan tegas.


" Aku ingin Lily tinggal disini, Kak. Dia akan tinggal bersama adiknya dan kau harus memberikan pekerjaan untuk nya," sahut Cleo.


Edo langsung menatap kearah wajah cantik Lily dan wanita cantik itu langsung mengalihkan pandangannya.


" Ya. Dan untuk pekerjaan nya, aku akan coba pikirkan," sahut Edo yang langsung membuat Cleo bahagia begitu pun juga dengan Milea.


Bahkan Milea langsung menghampiri sang kakak dan memeluknya.


" Aku tidak ingin kita terpisah lagi, Kak. Hanya kau yang aku punya saat ini dan aku tak ingin kau pergi lagi," kata Milea.


Lily hanya tersenyum menanggapi nya dan membalas pelukan dari Milea.


" Kalian membuat ku iri, sejak dulu aku ingin sekali memiliki saudara perempuan agar aku bisa mencurahkan semua isi hati ku pada saudari ku. Tapi aku malah memiliki Kakak yang kejam dan super galak," sahut Cleo mencebik.


Grey dan Reza yang mendengar keluhan dari Cleo tampak terkekeh.


" Kau dengar, Ed? kau itu kakak yang kejam dan galak," kata Reza mengulangi perkataan Cleo.


" Diamlah!!" Bentak Edo.


Lalu dia menatap kearah Milea dan Lily yang baru saja melepaskan pelukannya.


" Kalian berdua, duduk!!" tegas Edo.


Dengan ragu Milea dan Lily duduk di sofa dan Cleo yang mengajak mereka makan untuk duduk.


" Apa kau pernah bekerja, Nona Lily?" tanya Edo mulai mengintrogasi Lily.


Wanita cantik itu mengangkat wajahnya dan menatap kearah mata tajam Edo. Karena dia memang sosok yang tak pernah malu atau pun tak takut dengan siapapun kecuali Kakak tirinya.


" Aku pernah bekerja di perusahaan xx sebagai sekretaris selama kurang lebih 4 tahun," sahut Lily yang akhirnya membuka suara nya dengan tegas dan lantang.


Bahkan Cleo dan Reza pun baru mendengar suara tegas Lily. Edo tampak masih menatap dengan intens kearah mata indah Lily tanpa berkedip.


' Dia tegas juga, berbeda dengan Milea yang akan. langsung menundukkan wajahnya jika aku menatap mata nya,' batin Edo tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat.