
Reza keluar dari kamar nya dan berjalan kearah ruang makan. Disana sudah tersaji makanan di atas meja panjang dan hanya dia seorang diri yang ada di ruangan itu.
Saat Edo duduk di kursinya. Terlihat Milea memasuki ruangan itu, Edo langsung mengangkat satu tangan nya dan menjentikkan kearah Milea.
Wanita itu menoleh dan melihat kearah sang majikan yang tengah duduk di ruang makan seorang diri.
" Iya? Anda memanggil ku?" tanya Milea.
" Hmmm ... Temani aku disini karena aku sangat malas jika harus makan sendiri," sahut Edo.
" T-tapi saya sudah sarapan, Tuan!"
Edo tersenyum miring dan melihat kearah Milea yang kini berdiri di sampingnya.
" Aku hanya ingin kau menemaniku di ruangan ini," sahut Edo.
Milea menelan saliva nya dan menundukkan kepalanya.
" Ambilkan makanan ku," lanjut Edo sambil melihat kearah ponselnya.
Lalu Milea mulai mengambil kan makanan ke piring Edo. Pria itu tampak melirik kearah piring yang sedang ada di hadapannya.
" Kenapa kau tak menawariku seperti saat kau melayani Grey?" tanya Edo.
" Eeemm ... aku hanya sedikit canggung jika harus menawarkan pada Anda, Tuan," sahut Milea tanpa melihat kearah Edo yang tengah memperhatikan nya.
" Lalu kau tak canggung jika melayani Grey?" tanya Edo lagi.
Milea tampak tersenyum dan enggan untuk menjawab pertanyaan dari sang majikan.
Dia meletakkan piring itu di hadapan Edo dan mempersilahkan Tuan nya untuk menyantap makanannya.
Edo langsung menyantap makanannya dan tak membahas apa yang menjadi pertanyaan nya tadi.
Milea masih berdiri disana dan tampak mengamati wajah tampan Edo.
' Oh God. Bolehkah aku bermimpi untuk menjadi istri dari Tuan Edo? hanya sebatas mimpi pun itu tak masalah,' batin Milea dengan senyum lugunya.
Edo melirik kearah Milea dan melihat wanita itu melamun dan tersenyum sendiri.
" Kau membayangkan Grey ada disini?" tanya Edo.
Milea tersadar dari lamunannya dan melihat kearah Edo yang tampak lahap menyantap makanannya.
" Tidak, aku hanya meminta pada tuhan agar aku bermimpi menjadi seorang istri dari tuan kaya raya," sahut Milea asal.
Edo tersenyum dan menggeleng kan kepalanya.
" Mimpi yang aneh," sahut Edo.
Milea tampak mencebik dan kembali menghayal.
" Jika saja aku menjadi nyonya di mansion ini," gumam Milea dan terdengar oleh Edo.
" What!!" pekik Edo.
Milea tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya.
" Apa aku mengatakan sesuatu?" tanya Milea dengan lugunya.
Milea terkekeh dan memukul keningnya sendiri atas kebodohan nya.
.
.
Sementara itu, di villa tempat Reza dan Cleo berada.
Pasangan suami istri itu terlihat sedang menikmati makan pagi nya bersama. Reza tampak terus mencuri pandang pada wanita yang duduk di hadapannya.
Sementara Cleo hanya membuang muka. Wanita itu bersikap seolah tak melihat kearah sang suami yang terus saja menatap nya.
" Beby ..."
" Tidak!!" sahut Cleo singkat.
Reza tampak menghembuskan nafasnya dengan kasar saat lagi-lagi Cleo menolak keinginan nya.
" Bagaimana jika ada seorang wanita yang menggoda ku di saat aku menginginkan seperti ini?" gumam Reza sambil mengacak makanannya.
" Aku akan memenggal kepalanya di hadapan mu!" sahut Cleo tegas.
" Kau cukup menyeramkan juga," sahut Reza terkekeh.
" Diam!! dan habiskan makanan mu!!" bentak Cleo.
Reza pun hanya menuruti nya. Hingga beberapa menit kemudian mereka sudah menyelesaikan makan paginya.
" Kita akan langsung menjemput, Lily?" tanya Reza.
" Hmmm ... aku sudah menghubungi nya," sahut Cleo.
" Kau yakin akan membawa wanita itu? apa Edo akan menerima nya?" tanya Reza sambil mengikuti langkah sang istri ke arah kamar nya.
Cleo menghentikan langkahnya dan menoleh kearah sang suami.
" Kenapa kau terlihat ragu? bukankah kau sudah menyelidiki latar belakangnya?" tanya Cleo.
Reza tampak terdiam. Dia seolah ingin mengatakan sesuatu pada sang istri namun dia tak ingin merusak hubungan dekat Cleo dengan wanita yang bernama Lily.
Cleo memperhatikan raut wajah sang suami dan dia menangkup wajahnya.
" Ada apa, Beby? apa ada yang kau sembunyikan dari ku tentang Lily?" tanya Cleo.
Reza menatap netra indah Cleo dan merengkuh pinggang nya.
" Ya. Ada sesuatu yang belum kau ketahui tentang wanita itu," sahut Reza dengan senyum penuh misteri.
Cleo mengerutkan keningnya melihat ekspresi wajah sang suami.
"Apa? katakan," sahut Cleo penasaran.
" Aku akan mengantarkan nya setelah aku menuntaskan hasrat ku," sahut Reza dengan senyum tengilnya.
" Ooouwwhh ... kau benar-benar maniak!!" ucap Cleo namun dia tak bisa lagi menolak pesona dari sang suami.