
Cleo keluar dari kamar mandi nya. Dia tak menyadari ponselnya yang kini sudah berganti dengan ponsel yang baru.
Dia mengambil dress yang terdapat di lemari nya dan langsung memakai nya. Tanpa rasa curiga sedikitpun, Cleo langsung merebahkan tubuhnya yang memang terasa lelah karena perjalanan panjangnya.
Dan dia tak memeriksa ponselnya kembali hingga dia pun tertidur.
.
.
Sementara itu, di Nagara lain.
Reza bangkit dari ranjangnya, dia melihat kearah jam dimana sudah menunjukkan pukul 9 malam.
Itu artinya dia sudah tertidur pulas seharian ini karena dia memang sengaja ingin menenangkan pikirannya dengan tidur. Dan dia mengkonsumsi obat tidur hingga membuat dia tertidur dengan sangat pulas seharian ini.
Reza masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajah nya. Badan nya terasa remuk dan dia tak menghiraukan itu.
Dia merasa perutnya sangat lapar karena memang belum mengisi perutnya seharian ini.
Pria itu berjalan keluar dari kamarnya setelah selesai membasuh wajahnya. Dia melangkahkan kakinya perlahan dan langkah nya terhenti saat melihat kedua orang tuanya tengah duduk di ruang tengah serta sedang menatap nya.
" Bisa kau jelaskan pada kami, apa yang sudah terjadi?" kata Rekza sambil mendekap kedua tangannya di depan dadanya.
Tatapan tajamnya tertuju pada putranya itu. Begitupun dengan Moza, wanita paruh baya itu juga menatap tajam kearah sang putra yang terlihat masih babak belur.
Reza menghembuskan nafasnya secara kasar. Dia kembali melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dan duduk di sofa.
" Aku akan menjelaskan semuanya pada kalian. Tapi aku sedang lapar dan ingin segera makan," ucap Reza.
" Kau belum makan di jam segini?" tanya Moza sambil melihat jam di tangan nya.
" Ya. Itu karena sudah tidak ada lagi yang mengurus nya disini, Honey. Anak ini sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Cleo," sahut Rekza sinis.
" Huuffft ... Terserah. Aku ingin mengisi perut ku dulu." Reza langsung bangkit dan berjalan menuju ruang makan.
Moza menatap iba pada sang putra yang terlihat sangat menyedihkan setelah kepergian Cleo.
Pria itu tak terurus, wajahnya lesu dan kusut serta babak belur karena di hajar oleh Edo. Bahkan di jam 9 malam dia belum juga makan.
Tidak ada yang merawat dan memperhatikan nya. Itu membuat Moza sedikit khawatir dengan keadaan sang putra.
" Apa dengan menjauhkan Cleo dari nya itu akan membuat nya sadar, sayang?" tanya Moza.
" Ya ... Lihatlah dia sekarang. Dia pasti sangat menyesali perbuatannya."
" Hmmm ... Dia sangat menyedihkan," sahut Moza menyandarkan tubuhnya di dada bidang Rekza.
Dia tampak melamun dan memikirkan bagaimana nasib pernikahan putra nya setelah ini.
" Apa Edo akan mengurus perceraian mereka?" tanya Moza.
" Kita tidak akan bertindak sejauh itu karena itu bukan urusan kami. Tapi jika Cleo yang meminta nya, maka dengan cepat Edo akan mengurus nya," sahut Rekza.
" Semoga Cleo bisa memberikan kesempatan kedua pada putra kita," sahut Moza dengan mendongakkan kepalanya menatap sang suami.
" Hmmm ... semoga itu tak sampai terjadi."
Rekza mencium kening sang istri dan mengusap lengannya.
.
.
Reza kini sudah menyelesaikan makan malamnya sendiri tanpa di temani siapapun di meja makan yang panjang itu.
Sejenak dia melihat kearah kursi yang biasanya di tempati oleh Cleo. Wanita yang selalu melayani nya di meja makan karena ada Bryan yang sedang mengawasi mereka.
Cleo selalu bersikap semanis mungkin jika sudah ada di ruang makan. Karena Bryan selalu meminta Cleo juga bersikap manis pada sang daddy.
Tapi lihatlah saat ini ruang makan itu terlihat sepi dan hanya ada Reza sendiri disana.
Pria itu menghela nafasnya dan tak terasa buliran bening menetes dari sudut matanya.
Pria itu langsung mengusapnya dan segera bangkit dari kursi untuk menghampiri kedua orang tuanya yang tengah menunggu nya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi pada pernikahan nya.
Setibanya di ruang tengah. Reza langsung duduk di sofa yang ada di seberang Moza dan Rekza.
" Bisa kau menjelaskan nya pada kami sekarang?" kata Rekza dengan suara berat nya.
Reza menghela nafas panjang nya. Dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada pernikahan nya.
Rekza dan Moza mendengar kan dengan seksama. Bahkan Moza merasa sangat geram dengan sikap Reza selama ini pada sang menantu.
" Jadi ini semua bukan sepenuhnya murni kesalahan ku, Dad. Dia terus bersikap seolah tak pernah menghiraukan ku dan itu membuat ku emosi!" tegas Reza mengingat sikap menyebalkan Cleo pada nya.
BRAKK
" Tetap saja itu salah mu, Reza!!" bentak Rekza yang tak menyangka putra nya kan menyakiti seorang wanita.
Terlebih wanita itu adalah istri nya.
" Bukan kah kau bilang mencintai nya? tapi lihat dirimu ... kau bahkan masih mau menyalahkan wanita itu! dan itu artinya kau tidak benar-benar mencintai nya!!" tegas Moza.
" Aku akan segera mengurus perceraian kalian!"
DEG
Reza tertegun. Dia terpaku saat mendengar kata perceraian yang artinya itu akan benar-benar memisahkan nya dengan Cleo.
' Tidak. Bukan itu yang aku inginkan,' batin Reza.