The Wedding Agreement

The Wedding Agreement
Bulan madu



Ke esokan harinya.


Cleo dan Reza memutuskan untuk berkeliling di negara itu. Mereka sudah menyiapkan segala keperluan nya karena Reza juga mengajak nya untuk mendaki dan juga berkemah.


Kini mereka sedang menuruni tangga. Cleo berjalan di depan dan Reza mengikutinya dari belakang dengan membawa koper yang berukuran besar.


Setelah berada di lantai bawah, Reza memberikan koper itu pada salah satu pelayan untuk di masukan kedalam mobilnya.


Lalu Mereka melanjutkan perjalanan nya menuju ruang makan. Disana sudah ada Edo dan Grey yang sedang asik mengobrol sambil menunggu kedatangan pasangan suami istri itu.


" Good morning!!!" sapa Cleo dengan cerianya.


Dia berjalan menghampiri sang kakak dan mencium pipinya. Lalu dia duduk di kursi yang ada di sebelah sang kakak setelah menyapa Grey juga.


" Kalian jadi berkeliling?" tanya Edo saat melihat penampilan Reza dan Cleo yang kompak memakai celana jeans dan mengenakan kaos yang senada.


" Hmmm ... aku ingin berbulan madu di puncak dan di tengah hutan. Agar suasana percintaan kita akan lebih liar," sahut Reza random.


Cleo langsung menginjak kaki Reza dengan begitu keras hingga membuat pria itu terpekik.


" Beby ... kenapa kau menginjak kaki ku?" ucap Reza.


" Jangan bicarakan hal - hal seperti itu di ruang makan!!" tegas Cleo sambil mengambil kan makanan ke dalam sebuah piring.


Lalu dia langsung memberikan piring yang sudah penuh dengan makanan itu pada Edo.


" Beby ... bukan kah makanan itu milikku?" pekik Reza karena dia sudah mengangkat tangannya untuk menerima piring itu.


" Tidak, aku memang ingin mengambil kan makanan untuk Kakak," sahut Cleo tak perduli sambil menyiapkan makanan lagi kedalam piring.


Sementara Edo dan Grey tertawa melihat wajah kesal Reza.


" Cleo lebih mengutamakan aku dari pada kau, Adik ipar tak tahu diri!" ucap Edo mengejek.


" Dasar kakak ipar laknat!"


Edo hanya terkekeh mendengar ucapan Reza.


" Ini baru makanan mu, Suami ku," kata Cleo sambil memberikan piring yang sudah penuh dengan makanan pada Reza.


" Hmmm ... terimakasih istriku," sahut Reza sambil menerima makanan itu.


Mereka pun menyantap makanannya dengan santai dan suasana yang hening.


" Berapa lama kalian akan berkeliling?" tanya Edo sambil meletakkan sendok dan garpu nya.


" Hmmm ... yang penting kalian harus berhati-hati dan kau, Reza! Kau harus menjaga Cleo! jika sampai ada sesuatu yang terjadi padanya maka aku akan mengambilnya lagi dari mu!!" tegas Edo.


" Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi," sahut Reza.


Mereka bangkit dari kursinya dan berjalan menuju halaman depan.


" Jaga dirimu baik-baik, Kak! jangan terlalu sibuk bekerja! dan jangan lupa kau harus segera menemukan seorang wanita yang akan menemani mu," kata Cleo saat berpamitan pada sang kakak.


" Hmmm, aku bisa menjaga diri jangan khawatir kan aku. Lagipula sudah ada Grey yang akan setia menemani ku," sahut Edo.


" Heii ... jadi kau tertarik dengan sebuah pisang? Kau pasti belum merasakan jika donat itu lebih nikmat," ucap Reza sambil masuk kedalam mobilnya.


" Dasar adik ipar laknat! kau pikir aku tidak normal?" tegas Edo dengan rahang yang mengeras.


" Jika seperti itu maka buktikan lah, Ed!!! Setelah aku kembali dari petualangan ku, aku ingin kau menemukan seorang wanita!" teriak Reza dari balik jendela mobilnya.


Cleo hanya menggelengkan kepalanya dan mencium pipi Edo. Lalu masuk kedalam mobilnya.


" Akan ku lempar kau ke laut!!" teriak Edo geram.


Dia menggeleng kan kepalanya sambil melihat mobil milik Reza yang sudah berjalan keluar menuju gerbang raksasa yang ada di hadapan mansion.


' Semoga kalian selalu bahagia,' batin Edo.


Dia ikut bahagia ketika melihat hubungan Cleo dan Reza yang tetap baik-baik saja.


Lalu dia berbalik dan berjalan menuju pintu utama bersama Grey yang berjalan di belakangnya.


" Maaf, Tuan. Aku ingin meminta cuti bekerja karena orang tua ku sedang sakit," ucap seorang pelayan yang barusia sekitar 40 tahun.


Edo menghentikan langkahnya dan menatap kearah wajah wanita paruh baya yang sudah lama bekerja pada nya.


" Pulanglah, Bik. Orang tua mu lebih membutuhkan mu dari pada mansion ini," sahut Edo sopan.


" Terimakasih, Tuan. Aku akan segera kembali jika orang tua ku sudah membaik," sahut pelayan itu.


" Tidak. Kau harus tetap mengurus dan menjaga nya. Kau bisa kembali ke sini kapan pun kau mau, tapi kau harus menemukan pelayan pengganti sementara untuk ku," sahut Edo.


" Baik, Tuan. Sekali lagi terimakasih atas pengertiannya."


Edo hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya. Lalu dia melanjutkan langkah kaki nya masuk kedalam mansion nya.